Rahmah El Yunusiyyah Resmi Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional Asal Sumbar

Rahmah El Yunusiyyah Resmi Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional Asal Sumbar

Rahmah El Yunusiyyah (Foto: Wikipedia)

Sumbardaily.com, Padang – Pemerintah Indonesia resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Rahmah El Yunusiyyah, tokoh perempuan pendiri Diniyah Putri Padang Panjang.

Penganugerahan ini tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 116/TK Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional yang ditetapkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada peringatan Hari Pahlawan, Senin (10/11/2025).

Sekretaris Militer Presiden, Brigjen TNI Wahyu Yudhayana, saat membacakan Keppres tersebut menyebutkan, Rahmah El Yunusiyyah diakui atas jasa luar biasa di bidang pendidikan Islam, khususnya dalam memperjuangkan hak pendidikan bagi perempuan Indonesia pada masa penjajahan.

“Menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional untuk Rahmah El Yunusiyyah, pengusulan dari Provinsi Sumatera Barat,” ujar Wahyu Yudhayana saat membacakan Keputusan Presiden dalam upacara penganugerahan gelar Pahlawan Nasional 2025 di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025).

Dalam keputusan tersebut dijelaskan, Rahmah El Yunusiyyah dikenal sebagai ulama pendidik dan pejuang kemerdekaan yang berperan besar dalam mempelopori pendidikan Islam bagi perempuan.

Melalui Diniyah Putri yang didirikannya pada 1923 di Padang Panjang, ia menciptakan sistem pendidikan yang menekankan kesetaraan dan pemberdayaan perempuan Muslim.

Penyerahan tanda gelar Pahlawan Nasional dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, kepada ahli waris Rahmah El Yunusiyyah. Upacara penganugerahan dihadiri keluarga penerima, tokoh nasional, dan perwakilan daerah.

Tahun 2025, pemerintah menetapkan sepuluh tokoh nasional sebagai penerima gelar Pahlawan Nasional. Selain Rahmah El Yunusiyyah, mereka adalah Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Soeharto, Marsinah (aktivis buruh), Mochtar Kusumaatmadja (diplomat dan mantan Menteri Hukum)

Kemudian Sarwo Edhie Wibowo (mantan Komandan RPKAD), Sultan Muhammad Salahuddin, Syaikhona Muhammad Kholil (ulama asal Bangkalan), Tuan Rondahaim Saragih Garingging (penguasa Partuanan Raya), dan Zainal Abidin Syah (Gubernur Papua pertama).

Sebelum penetapan tersebut, tercatat ada tiga tokoh asal Sumatera Barat yang diusulkan sebagai calon penerima gelar Pahlawan Nasional tahun ini, yakni Rahmah El Yunusiyyah, Syekh Sulaiman Ar-Rasuli, dan Chatib Sulaiman. Dari ketiganya, hanya Rahmah yang ditetapkan menerima penghargaan tertinggi tersebut.

Penganugerahan gelar ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Sumbar, mengingat Rahmah El Yunusiyyah tidak hanya dikenal sebagai tokoh pendidikan perempuan pertama di Indonesia, tetapi juga sebagai inspirasi bagi lahirnya sistem pendidikan Islam modern di Asia Tenggara.

Dengan gelar ini, perjuangan Rahmah El Yunusiyyah dalam memperjuangkan pendidikan dan kesetaraan perempuan semakin diakui secara nasional, memperkuat perannya sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah kebangkitan perempuan Indonesia. (red)

Baca Juga

Kata Bupati Padang Pariaman Soal Pembebasan Lahan Tol Sicincin–Bukittinggi
Kata Bupati Padang Pariaman Soal Pembebasan Lahan Tol Sicincin–Bukittinggi
Biaya Pembangunan Tol Sicincin–Bukittinggi Tembus Rp25,23 Triliun
Biaya Pembangunan Tol Sicincin–Bukittinggi Tembus Rp25,23 Triliun
Perbankan hingga Fintech Menguat, Sektor Jasa Keuangan Sumbar Catat Tren Positif
Perbankan hingga Fintech Menguat, Sektor Jasa Keuangan Sumbar Catat Tren Positif
Platform Jua Rumah Hadir di Sumbar, Solusi Baru Jual Beli Properti Tanpa Ribet
Platform Jua Rumah Hadir di Sumbar, Solusi Baru Jual Beli Properti Tanpa Ribet
Pembangunan Infrastruktur Penunjang Pelabuhan Teluk Tapang Masuki Tahap Awal
Pembangunan Infrastruktur Penunjang Pelabuhan Teluk Tapang Masuki Tahap Awal
Warga Terdampak Bencana Tanah Datar Mulai Tempati 66 Huntara Baru
Warga Terdampak Bencana Tanah Datar Mulai Tempati 66 Huntara Baru