Sumbardaily.com - Menjelang dimulainya proses pemulangan jemaah haji ke Tanah Air melalui Debarkasi Padang, Kepala Otoritas Bandara Wilayah VI Padang Purnama Pangalinan menekankan pentingnya penguatan koordinasi seluruh pihak untuk memastikan setiap tahapan pelayanan berjalan cepat, aman, dan nyaman.
Menurut Purnama, keberhasilan operasional haji tidak hanya ditentukan oleh kelancaran penerbangan, tetapi juga oleh kesiapan seluruh unsur pelayanan setelah pesawat mendarat. Karena itu, pihaknya menaruh perhatian khusus pada empat aspek utama yang menjadi fondasi pelayanan debarkasi tahun ini.
Empat aspek tersebut meliputi keselamatan penerbangan (safety), keamanan (security), kualitas pelayanan (service), serta kelancaran proses Customs, Immigration and Quarantine (CIQ) yang melibatkan unsur Imigrasi, Bea Cukai, dan Balai Kekarantinaan Kesehatan.
Komitmen tersebut disampaikan dalam Rapat Persiapan Penyambutan Jemaah Haji Debarkasi Padang yang berlangsung di Asrama Haji Padang, Selasa (2/6/2026). Rapat dipimpin Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat M. Rifki bersama jajaran Kabag TU dan Kabid.
Turut hadir dalam rapat tersebut Kabiro Kesra Setdaprov Sumbar Edi Dharma, Kepala Otoritas Bandara Wilayah VI Padang Purnama Pangalinan, Kepala BKK Mawardi Edi, General Manager Garuda Indonesia Cabang Padang Boydike Kussudiarso, serta perwakilan Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Imigrasi, Bea Cukai, Gapura, Angkasa Pura, dan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi.
Purnama menilai penyelenggaraan operasional haji tahun ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ia juga mengapresiasi sinergi antarlembaga yang telah terjalin selama proses pemberangkatan jemaah haji.
“Kami melihat koordinasi seluruh pihak selama operasional haji tahun ini berjalan sangat baik. Ini harus dipertahankan saat pemulangan jemaah,” kata Purnama.
Ia menegaskan, percepatan layanan setelah pesawat mendarat menjadi salah satu fokus utama. Menurutnya, seluruh petugas harus mampu bekerja secara terkoordinasi agar jemaah tidak terlalu lama berada di area apron bandara sebelum melanjutkan proses berikutnya.
“Kita ingin setelah pesawat landing seluruh proses pelayanan berjalan cepat. Koordinasi antara maskapai, ground handling dan CIQ harus terus diperkuat,” ujarnya.
Purnama juga memberikan apresiasi kepada Garuda Indonesia serta seluruh unsur pelayanan darat yang dinilai telah berkontribusi besar dalam mendukung kelancaran operasional penerbangan haji Embarkasi Padang.
Sementara itu, Kabiro Kesra Setdaprov Sumbar Edi Dharma mengingatkan bahwa fase kepulangan memiliki tantangan tersendiri karena berkaitan dengan kondisi emosional jemaah maupun keluarga yang telah lama menanti kedatangan mereka.
“Kita berharap pelayanan kepulangan bisa lebih cepat dan lebih baik. Jangan sampai ada jemaah yang tidak terlayani dengan baik. Koper jemaah juga menjadi hal penting yang harus mendapat perhatian,” kata Edi.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan debarkasi sangat bergantung pada kekompakan seluruh instansi yang terlibat. Ia berharap kualitas pelayanan yang telah ditunjukkan saat pemberangkatan dapat dipertahankan hingga seluruh jemaah kembali ke daerah asal masing-masing.
“Kepulangan ini menjadi momen yang sangat emosional. Karena itu sinergi dan koordinasi harus semakin diperkuat agar pelayanan yang diberikan benar-benar maksimal,” ujarnya.
Selain pelayanan kepada jemaah, Edi juga menyoroti pentingnya pengaturan transportasi, sistem pengamanan, dan manajemen parkir di kawasan Asrama Haji Padang. Langkah tersebut dinilai penting mengingat ribuan anggota keluarga diperkirakan akan memadati lokasi untuk menyambut kedatangan jemaah dari Tanah Suci.
Di sisi lain, General Manager Garuda Indonesia Cabang Padang Boydike Kussudiarso memastikan kesiapan maskapai dalam mendukung proses pemulangan jemaah haji. Garuda Indonesia telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi guna mengantisipasi kemungkinan kendala operasional, termasuk yang dipengaruhi faktor cuaca.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji hingga tiba kembali di Tanah Air. Berbagai mitigasi juga telah kami siapkan apabila terjadi perubahan kondisi cuaca atau situasi lainnya,” katanya.
Pengawasan kesehatan terhadap jemaah juga akan dilakukan secara berlapis oleh Balai Kekarantinaan Kesehatan. Pemeriksaan berlangsung sejak jemaah tiba di Bandara Internasional Minangkabau hingga berada di Asrama Haji Padang sebelum kembali ke daerah masing-masing.
Debarkasi Padang dijadwalkan mulai menerima kepulangan jemaah haji pada Rabu (3/6/2026). Seluruh pemangku kepentingan berharap proses pemulangan dapat berlangsung lancar sebagaimana keberhasilan operasional pemberangkatan yang telah berjalan sejak awal musim haji.
Melalui kolaborasi lintas instansi yang terus diperkuat, Debarkasi Padang diharapkan tidak hanya menjadi pintu masuk kepulangan jemaah haji, tetapi juga menghadirkan pengalaman pelayanan yang aman, nyaman, tertib, dan berkesan hingga para jemaah kembali berkumpul bersama keluarga di kampung halaman. (*)
















