Petualangan Berujung Tragedi, WNA Norwegia Ditemukan Meninggal di Sungai Lubuak Tabuan Limapuluh Kota

Petualangan Berujung Tragedi, WNA Norwegia Ditemukan Meninggal di Sungai Lubuak Tabuan Limapuluh Kota

Penemuan mayat seorang WNA asal Norwegia yang ditemukan tewas mengambang di sungai Lubuak Tabuan, Kecamatan Pangkalan Koto Baru pada Jumat (25/4/2025) pagi. (Dok. Polres Limapuluh Kota)

Sumbardaily.com, Limapuluh Kota - Seorang warga negara asing (WNA) asal Norwegia ditemukan tewas mengambang di aliran Sungai Sirah Jorong Lubuak Tabuan, Nagari Pangkalan, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat pada Jumat (25/4/2025) pagi.

Korban diketahui bernama Kielland Gabriel Wilhelm (71). Ia dikenali melalui paspor Norwegia bernomor 33082998 yang ditemukan di antara barang bawaannya.

Penemuan ini berawal dari kesaksian warga setempat bernama Chandra (40) yang sedang menuju ke kebunnya sekitar pukul 07.00 WIB.

Chandra terkejut mendapati sosok pria asing beserta sepeda gunungnya berada di dalam Sungai Batang Himpunan di kawasan Jorong Lubuak Tabuan.

"Saya langsung melaporkan temuan ini kepada Wali Nagari Manggilang," ujar Chandra.

Menurut keterangan saksi lain, Rubiana (58), sehari sebelum penemuan jasad, ia sempat melihat seorang warga asing mengendarai sepeda gunung melintas di depan rumahnya sekitar pukul 14.00 WIB.

WNA tersebut tampak mengarah ke jalan setapak yang biasanya hanya dilalui warga untuk menuju area perkebunan.

"Orang asing itu mengambil jalur setapak yang tidak bisa dilalui sepeda motor, hanya bisa jalan kaki untuk ke kebun," ungkap Rubiana saat dimintai keterangan.

Proses Evakuasi dan Pemeriksaan Awal

Setelah menerima laporan dari Wali Nagari Manggilang sekitar pukul 09.30 WIB, Kapolsek Pangkalan beserta personel kepolisian, tim medis, dan masyarakat setempat bergegas menuju lokasi kejadian.

Setibanya di lokasi pada pukul 10.00 WIB, tim gabungan menemukan jasad korban dalam posisi tengkurap dan sudah kaku di dalam sungai dengan kedalaman sekitar satu meter. Diduga korban terjatuh saat melintasi jembatan yang rusak dan lapuk.

Proses evakuasi dilakukan pada pukul 10.30 WIB dengan bantuan warga setempat. Jenazah diangkat beserta barang-barang bawaan korban.

Setengah jam kemudian, jasad diangkut menggunakan keranda dari masjid setempat untuk dibawa ke Puskesmas Pangkalan guna pemeriksaan awal.

"Evakuasi cukup menantang karena lokasi yang sulit dijangkau. Kami berkoordinasi dengan warga untuk mengeluarkan korban dari sungai dengan aman," kata seorang petugas Polsek Pangkalan yang terlibat dalam operasi penyelamatan.

Hasil Pemeriksaan Medis

Dokter Vivi dari Puskesmas Pangkalan yang melakukan pemeriksaan awal menemukan beberapa luka pada tubuh korban.

Terdapat luka robek di belakang telinga sebelah kiri selebar 3 sentimeter dan sobek di telinga kiri selebar 1 sentimeter. Selain itu, ditemukan luka lecet dan memar di bahu kiri korban.

Yang menarik perhatian tim medis adalah adanya tanda-tanda yang diduga bekas patukan ular di sekitar kepala korban.

Meski demikian, penyebab pasti kematian dan waktu kematian belum dapat ditentukan karena memerlukan proses otopsi lebih lanjut.

"Sejauh ini dari pemeriksaan fisik sementara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan yang mengindikasikan keterlibatan pihak lain," jelas dokter yang menangani korban.

Barang Bawaan Korban Utuh

Polisi menemukan barang-barang milik korban dalam keadaan utuh, termasuk sepeda gunung dan empat tas dengan berbagai isi.

Di antaranya terdapat pakaian, kain, tablet, ponsel, power bank, pengisi daya, serta sejumlah uang rupiah.

"Semua barang milik korban telah diamankan oleh personil Polres Lima Puluh Kota dan masih dalam proses pendataan secara detail," kata Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Syaiful Wachid.

Keberadaan barang-barang korban yang utuh mengindikasikan bahwa kemungkinan besar peristiwa ini murni kecelakaan, bukan tindak kriminal seperti perampokan.

Hingga berita ini dirampungkan, jasad WNA asal Norwegia tersebut masih berada di Puskesmas Pangkalan.

Rencananya, jasad akan dikirim ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Sumbar di Kota Padang untuk proses pemeriksaan lebih lanjut, termasuk rencana autopsi untuk menentukan penyebab pasti kematian.

Pihak berwenang juga telah menghubungi Kedutaan Besar (Kedubes) Norwegia di Indonesia untuk melaporkan penemuan warga negaranya serta berkoordinasi mengenai prosedur pemulangan jenazah ke negara asal.

"Kami sedang melakukan koordinasi dengan pihak kedutaan untuk penanganan korban selanjutnya, termasuk kemungkinan pemulangan jenazah ke Norwegia sesuai prosedur internasional," kata Syaiful.

Penyebab Kecelakaan

Berdasarkan kondisi lokasi kejadian, pihak kepolisian menduga korban mengalami kecelakaan saat melintas di jembatan yang rusak.

Jembatan tersebut dilaporkan sudah lapuk dan berbahaya untuk dilintasi, terutama dengan sepeda.

Kawasan Jorong Lubuak Tabuan memang dikenal sebagai daerah dengan jalur trekking yang menarik bagi para wisatawan petualang, namun beberapa infrastrukturnya kurang terawat dengan baik.

"Kami akan menindaklanjuti temuan ini dengan investigasi menyeluruh untuk memastikan penyebab pasti kematian korban," kata Kapolres.

Penemuan mayat WNA di daerah terpencil ini katanya menjadi peringatan akan pentingnya keamanan bagi wisatawan, terutama yang melakukan perjalanan solo di area-area yang kurang terjangkau.

"Kasus ini juga menunjukkan perlunya peningkatan infrastruktur di kawasan wisata alam yang sering dikunjungi wisatawan asing, terutama di jalur-jalur trekking dan area perkebunan yang menjadi destinasi populer bagi penggiat aktivitas luar ruang," imbuhnya. (red)

Baca Juga

Update Harga Emas Terbaru Senin 9 Februari 2026, Cek Rinciannya
Update Harga Emas Terbaru Senin 9 Februari 2026, Cek Rinciannya
Gol Penalti Diego Mauricio Bawa Semen Padang FC Menang Tipis 1-0 dari Persita
Gol Penalti Diego Mauricio Bawa Semen Padang FC Menang Tipis 1-0 dari Persita
Biaya Pembangunan Tol Sicincin–Bukittinggi Tembus Rp25,23 Triliun
Biaya Pembangunan Tol Sicincin–Bukittinggi Tembus Rp25,23 Triliun
Diego Mauricio Siap Debut, Semen Padang FC Bidik 3 Poin dari Persita
Diego Mauricio Siap Debut, Semen Padang FC Bidik 3 Poin dari Persita
Perbankan hingga Fintech Menguat, Sektor Jasa Keuangan Sumbar Catat Tren Positif
Perbankan hingga Fintech Menguat, Sektor Jasa Keuangan Sumbar Catat Tren Positif
Ombudsman Bongkar Maladministrasi Pemprov Sumbar dalam Penertiban Kawasan Rentan Bencana Lembah Anai
Ombudsman Bongkar Maladministrasi Pemprov Sumbar dalam Penertiban Kawasan Rentan Bencana Lembah Anai