Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026 Beri Efek Berganda bagi Hotel, Kuliner dan UMKM

Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026 Beri Efek Berganda bagi Hotel, Kuliner dan UMKM

Sejak rangkaian kegiatan dimulai hingga puncak acara yang digelar pada 28 Juni 2026, Kota Pariaman dipadati wisatawan yang datang dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara. (Foto: Pemko Pariaman)

Sumbardaily.com - Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026 kembali menunjukkan bahwa sebuah agenda budaya tidak hanya berfungsi menjaga warisan tradisi, tetapi juga mampu menjadi penggerak perekonomian masyarakat.

Event yang masuk dalam agenda nasional Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026 tersebut berhasil menarik ratusan ribu wisatawan ke Kota Pariaman dan mendorong peningkatan aktivitas ekonomi di berbagai sektor usaha.

Sejak rangkaian kegiatan dimulai hingga puncak acara yang digelar pada 28 Juni 2026, Kota Pariaman dipadati wisatawan yang datang dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara. Lonjakan kunjungan tersebut memberikan dampak langsung terhadap meningkatnya aktivitas perdagangan, sektor pariwisata, serta berbagai layanan yang menjadi penunjang penyelenggaraan event.

Meningkatnya jumlah wisatawan membawa keuntungan bagi pelaku usaha lokal. Tingkat hunian hotel dan penginapan mengalami kenaikan dibandingkan hari biasa. Rumah makan dan pusat kuliner dipenuhi pengunjung, sementara pedagang kaki lima, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga penyedia jasa transportasi mencatat peningkatan pendapatan selama penyelenggaraan event berlangsung.

Dampak ekonomi tidak hanya dirasakan sektor yang berhubungan langsung dengan wisatawan. Berbagai bidang jasa juga mengalami peningkatan permintaan, mulai dari penyewaan panggung, tenda, sound system, perlengkapan dekorasi, jasa dokumentasi, percetakan, hingga tenaga kerja yang terlibat dalam mendukung jalannya kegiatan. Kondisi tersebut menciptakan perputaran ekonomi yang melibatkan banyak lapisan masyarakat.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, Ferialdi, mengatakan penyelenggaraan Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman sejak awal dirancang tidak hanya sebagai agenda pelestarian budaya, tetapi juga sebagai instrumen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

"Ini merupakan kebanggaan masyarakat Kota Pariaman. Event ini harus mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Wisatawan yang datang akan menginap di hotel, menikmati kuliner khas, berbelanja, membeli produk UMKM, hingga menggunakan berbagai jasa yang tersedia. Seluruh aktivitas tersebut akan menggerakkan ekonomi masyarakat," ujarnya dilansir resmi, Kamis (9/7/2026).

Menurut Ferialdi, Pemerintah Kota Pariaman terus melakukan pembenahan terhadap penyelenggaraan Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman setiap tahunnya agar kualitas pelaksanaannya semakin meningkat dan mampu menarik lebih banyak wisatawan.

Ia menjelaskan bahwa semakin banyak wisatawan yang datang ke Kota Pariaman, maka semakin besar pula dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat. Oleh karena itu, penyelenggaraan event budaya terus dikembangkan agar mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal.

"Budaya menjadi kekuatan utama Kota Pariaman dalam mengembangkan sektor pariwisata. Karena itu, pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor ekonomi kreatif, UMKM, perdagangan, dan jasa," tambahnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku UMKM, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman menyediakan puluhan stan UMKM yang membentang dari kawasan Muaro Gandoriah hingga lokasi panggung utama acara puncak. Selain itu, untuk memeriahkan rangkaian kegiatan Tabuik, juga diselenggarakan Bandagala Ekraf Fest 2026 yang berlangsung pada 25 hingga 28 Juni 2026.

Pelaksanaan event tersebut turut memberikan manfaat langsung kepada para pelaku usaha kecil. Salah seorang pelaku UMKM, Erwin, mengaku omzet penjualannya meningkat cukup signifikan selama berlangsungnya Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026.

"Alhamdulillah penjualan jauh meningkat dibandingkan hari biasa. Wisatawan yang datang cukup ramai sehingga produk kuliner dan oleh-oleh banyak dibeli. Event seperti ini sangat membantu usaha kecil seperti kami," ungkapnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Koperindag) Kota Pariaman, Deddy Kurnia Ilahi, menyebut meningkatnya transaksi perdagangan selama penyelenggaraan event menjadi indikator tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat.

"Perputaran ekonomi masyarakat meningkat selama penyelenggaraan Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman. Aktivitas jual beli di pusat kuliner, pasar tradisional, sentra UMKM, hingga berbagai lokasi wisata mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan hari-hari biasa. Ini menunjukkan bahwa event budaya memiliki manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat," katanya.

Menurut Deddy, Pemerintah Kota Pariaman terus mendorong pelaku UMKM agar mampu memanfaatkan setiap momentum event daerah sebagai sarana promosi sekaligus memperluas pasar bagi produk lokal. Peningkatan kualitas produk dan pelayanan juga menjadi perhatian agar UMKM Kota Pariaman mampu bersaing dan menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi daerah.

Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026 yang masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026 memiliki peran strategis dalam memperkenalkan kekayaan budaya Kota Pariaman kepada masyarakat luas. Prosesi Tabuik yang sarat dengan nilai sejarah, budaya, dan tradisi menjadi daya tarik utama yang mampu mengundang wisatawan untuk datang setiap tahun.

Besarnya jumlah wisatawan yang berkunjung tidak hanya memperkuat posisi Kota Pariaman sebagai salah satu destinasi wisata budaya di Indonesia, tetapi juga menciptakan efek berganda terhadap berbagai sektor ekonomi. Perdagangan, kuliner, transportasi, perhotelan, ekonomi kreatif, hingga pelaku usaha mikro dan kecil sama-sama memperoleh manfaat dari meningkatnya aktivitas masyarakat selama event berlangsung.

Melalui penyelenggaraan Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026, Pemerintah Kota Pariaman kembali menegaskan komitmennya untuk menjadikan budaya sebagai salah satu pilar pembangunan daerah.

Pelestarian tradisi tidak hanya diarahkan untuk menjaga identitas budaya masyarakat Pariaman, tetapi juga menjadi strategi dalam mengembangkan sektor pariwisata, meningkatkan daya saing ekonomi lokal, memperluas peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026 pun kembali membuktikan bahwa penyelenggaraan event budaya mampu menghadirkan manfaat yang lebih luas daripada sekadar pelestarian tradisi.

Kehadiran ratusan ribu wisatawan memberikan dampak nyata terhadap meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari sektor perhotelan, kuliner, perdagangan, transportasi, ekonomi kreatif, hingga UMKM.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa budaya dapat menjadi salah satu kekuatan utama dalam mendorong pembangunan ekonomi daerah sekaligus memperkuat posisi Kota Pariaman sebagai destinasi wisata budaya di tingkat nasional. (*)

Baca Juga

BPJS Ketenagakerjaan untuk 133 Pedagang Pariaman, Santunan Jadi Jaring Pengaman Keluarga
BPJS Ketenagakerjaan untuk 133 Pedagang Pariaman, Santunan Jadi Jaring Pengaman Keluarga
Bantuan Pangan Beras di Pariaman Disalurkan untuk 10.126 Warga, Total 303,78 Ton
Bantuan Pangan Beras di Pariaman Disalurkan untuk 10.126 Warga, Total 303,78 Ton
Anak Terdampak Bencana di Pariaman Diajak Melukis, Karya Terbaik Dibawa ke Panggung Nasional
Anak Terdampak Bencana di Pariaman Diajak Melukis, Karya Terbaik Dibawa ke Panggung Nasional
Drag Bike 201 M Pariaman Diikuti 500 Peserta, UMKM Ikut Raup Untung
Drag Bike 201 M Pariaman Diikuti 500 Peserta, UMKM Ikut Raup Untung
Ancaman Tsunami Masih Jadi Perhatian, BPBD Sumbar Rancang Simulasi Besar di Pariaman
Ancaman Tsunami Masih Jadi Perhatian, BPBD Sumbar Rancang Simulasi Besar di Pariaman
Kota Pariaman Luncurkan LANJUT, Layanan Antar Jemput Pasien Gratis ke RSUD Sadikin
Kota Pariaman Luncurkan LANJUT, Layanan Antar Jemput Pasien Gratis ke RSUD Sadikin