Sumbardaily.com—Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memastikan kesiapan penuh pasokan avtur untuk mendukung kelancaran penerbangan haji 2026 di seluruh titik embarkasi wilayahnya.
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menegaskan komitmennya dalam menjamin kelancaran operasional penerbangan haji 2026 melalui ketahanan stok avtur dan keandalan fasilitas di sejumlah bandara utama.
Operasional penerbangan haji tahun ini terbagi dalam dua fase, yakni fase pertama berlangsung pada 22 April hingga 21 Mei 2026, dan fase kedua pada 1 hingga 30 Juni 2026.
Di wilayah Sumbagut, layanan penerbangan haji dilayani dari empat bandara utama dengan rincian Bandara Sultan Iskandar Muda sebanyak 14 penerbangan per fase, Bandara Internasional Minangkabau 14 penerbangan per fase, serta Bandara Hang Nadim sebanyak 25 penerbangan per fase.
Sementara itu, Bandara Internasional Kualanamu turut mendukung 17 penerbangan per fase dan juga melayani 255 penerbangan technical landing selama periode haji berlangsung.
Untuk mendukung kebutuhan tersebut, proyeksi penyaluran avtur di wilayah Sumbagut diperkirakan mencapai 26.214 kiloliter (KL). Angka ini mengalami penurunan sekitar 9 persen dibandingkan realisasi tahun 2025, seiring berkurangnya jumlah penerbangan dari embarkasi di kawasan tersebut.
Sebagai langkah antisipatif, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut telah menyiapkan sejumlah strategi, mulai dari peningkatan cadangan stok avtur, optimalisasi sarana pengisian bahan bakar, hingga kesiapan sumber daya manusia yang siaga selama periode operasional haji.
Region Manager Corporate Operation & Services Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Wawan Hermawan, menyampaikan bahwa kesiapan operasional menjadi fokus utama dalam mendukung kelancaran penerbangan jemaah.
Ia memastikan bahwa stok avtur di seluruh titik embarkasi utama berada dalam kondisi aman dan mencukupi. Selain itu, fasilitas pengisian juga dijaga keandalannya agar proses distribusi bahan bakar dapat berjalan lancar dan sesuai standar keselamatan.
Di sisi lain, koordinasi intensif terus dilakukan dengan berbagai pihak terkait, termasuk maskapai penerbangan, otoritas bandara, serta instansi lainnya. Langkah ini bertujuan memastikan seluruh proses pengisian avtur berjalan tepat waktu, aman, dan sesuai prosedur.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menegaskan bahwa kesiapan layanan avtur merupakan bagian penting dalam mendukung kelancaran ibadah haji masyarakat.
Menurutnya, layanan ini tidak hanya berkaitan dengan operasional energi, tetapi juga menjadi kontribusi nyata perusahaan dalam memastikan jemaah dapat berangkat dengan aman dan nyaman.
Melalui berbagai upaya tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut berkomitmen menjaga keandalan pasokan energi serta memberikan layanan optimal demi mendukung penyelenggaraan ibadah haji dan mobilitas masyarakat secara luas.(*)
















