Pertamina Cek Kesiapan Terminal BBM Sei Siak Pekanbaru, Ini yang Dievaluasi

Wakil Direktur Utama I PT Pertamina Patra Niaga Taufik Aditiyawarman meninjau operasional Fuel Terminal Sei Siak di Pekanbaru.

Wakil Direktur Utama I PT Pertamina Patra Niaga, Taufik Aditiyawarman, didampingi Executive General Manager Regional Sumbagut, Fanda Chrismianto, meninjau Fuel Terminal Sei Siak, Pekanbaru, Rabu (14/10/2026), untuk mengevaluasi kesiapan fasilitas dan keandalan operasional penyaluran BBM. (Dok. PPN Sumbagut)

Sumbardaily.com - Keandalan fasilitas penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi perhatian Pertamina Patra Niaga Sumatera Bagian Utara (PPN Sumbagut) untuk menjaga kelancaran distribusi energi kepada masyarakat.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengevaluasi langsung operasional Fuel Terminal (FT) Sei Siak, Pekanbaru, termasuk kesiapan fasilitas, penerapan keselamatan kerja, dan peluang peningkatan efisiensi.

Evaluasi tersebut dilakukan Wakil Direktur Utama I PT Pertamina Patra Niaga, Taufik Aditiyawarman, saat meninjau FT Sei Siak pada Rabu (14/10/2026).

Dalam kunjungan itu, Taufik didampingi Executive General Manager Regional Sumbagut, Fanda Chrismianto, bersama jajaran manajemen Regional Sumbagut.

Peninjauan lapangan tersebut menjadi bagian dari upaya manajemen memastikan kegiatan operasional berjalan sesuai standar sekaligus mengidentifikasi aspek yang masih membutuhkan perbaikan.

Langkah ini juga ditujukan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses bisnis guna mendukung kelancaran penyaluran energi.

Dalam kunjungannya, Taufik meninjau sejumlah aktivitas operasional dan fasilitas pendukung yang berada di lingkungan FT Sei Siak.

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mendapatkan gambaran langsung mengenai kondisi operasional, kesiapan sarana dan prasarana, serta pelaksanaan prosedur keselamatan dan kesehatan kerja di fasilitas penyaluran BBM.

Selain aspek teknis, manajemen turut mencermati rencana pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dijalankan FT Sei Siak.

Dengan demikian, evaluasi tidak hanya mencakup kesiapan fasilitas dalam menjalankan kegiatan penyaluran energi, tetapi juga perhatian terhadap aspek sosial dan lingkungan di sekitar wilayah operasional.

Pengamatan langsung dan koordinasi bersama tim operasional di lokasi menjadi bagian penting dalam proses evaluasi tersebut.

Melalui langkah ini, berbagai peluang perbaikan diharapkan dapat diketahui secara konkret sehingga tindak lanjutnya bisa disusun secara terarah, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Taufik menegaskan bahwa keandalan operasional tidak dapat dilepaskan dari evaluasi berkala, penerapan standar keselamatan, serta kesiapan fasilitas dan personel dalam menjalankan tugasnya.

“Keandalan operasional harus senantiasa dijaga melalui evaluasi secara berkala, penguatan penerapan aspek keselamatan, serta identifikasi peluang perbaikan yang dapat ditindaklanjuti secara konkret. Melalui tinjauan langsung seperti ini, kami ingin memastikan bahwa setiap proses operasional berjalan sesuai standar, didukung kesiapan fasilitas dan personel, serta terus mengalami peningkatan untuk mendukung kelancaran penyaluran energi kepada masyarakat,” ujar Taufik.

Fuel Terminal Sei Siak merupakan salah satu fasilitas strategis yang menopang distribusi BBM di Pekanbaru dan wilayah sekitarnya.

Keberadaan terminal tersebut berperan dalam menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat sekaligus menunjang kebutuhan berbagai sektor aktivitas dan perekonomian di Provinsi Riau.

Dengan fungsi tersebut, kesiapan fasilitas dan keandalan operasional menjadi faktor yang perlu dijaga secara berkelanjutan.

Pengawasan, pemeliharaan dan evaluasi kinerja diperlukan untuk memastikan fasilitas dapat menjalankan perannya dalam mendukung penyaluran energi.

Di sisi lain, pengelolaan terminal juga membutuhkan perhatian terhadap aspek Health, Safety, Security and Environment (HSSE), yang mencakup kesehatan, keselamatan, keamanan dan lingkungan.

Setiap aktivitas penyaluran energi harus mengutamakan keselamatan pekerja, keamanan fasilitas, perlindungan lingkungan, serta kepatuhan terhadap prosedur yang berlaku.

Karena itu, penguatan budaya keselamatan di seluruh lini operasional menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memastikan kegiatan berjalan secara bertanggung jawab dan sesuai standar yang ditetapkan.

Pertamina Patra Niaga Sumbagut juga terus mendorong budaya continuous improvement atau perbaikan berkelanjutan.

Upaya tersebut dilakukan melalui optimalisasi evaluasi kinerja, penguatan pengawasan operasional, serta peningkatan efektivitas proses kerja di seluruh fasilitas penyaluran energi.

Setiap peluang peningkatan diharapkan dapat ditindaklanjuti menjadi langkah perbaikan yang memberikan nilai tambah bagi perusahaan.

Manfaat yang dituju mencakup peningkatan keandalan fasilitas, produktivitas operasional, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Selain menjaga kesiapan fasilitas penyaluran energi, Pertamina Patra Niaga Sumbagut menekankan pentingnya pelaksanaan program sosial dan lingkungan di sekitar wilayah operasional.

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menyampaikan bahwa keandalan fasilitas merupakan salah satu faktor penting untuk menjaga kesinambungan distribusi energi sekaligus mendukung pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, pengelolaan fasilitas operasional juga perlu disertai perhatian terhadap kondisi sosial dan lingkungan di wilayah sekitar.

“Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut terus berupaya memastikan fasilitas penyaluran energi dikelola secara andal, aman, dan bertanggung jawab. Selain menjaga kelancaran distribusi BBM, kami juga mendorong pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan yang memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional. Melalui sinergi antara aspek operasional dan sosial, kami berharap kehadiran Pertamina dapat memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan,” kata Fahrougi.

Tinjauan manajemen di FT Sei Siak juga menjadi sarana untuk menyelaraskan pelaksanaan kegiatan operasional di lapangan dengan arah dan target perusahaan.

Koordinasi antara manajemen dan pekerja operasional diperlukan agar tantangan yang muncul dapat diidentifikasi dan ditangani secara tepat.

Sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong praktik kerja yang semakin efektif, disiplin, dan berorientasi pada hasil.

Dengan demikian, evaluasi tidak berhenti pada pemeriksaan kondisi fasilitas, tetapi juga menjadi dasar untuk menentukan langkah perbaikan yang sesuai dengan kebutuhan operasional. (*)

Baca Juga

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menyalurkan 2.200 masker kepada masyarakat di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara di tengah kabut asap Medan.
Kabut Asap Selimuti Medan, Pertamina Patra Niaga Sumbagut Bagikan 2.200 Masker untuk Warga
Pertemuan EGM Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Fanda Chrismianto dengan Kepala BIN Daerah Sumatera Utara Brigjen TNI Muhammad Nasrulloh Nasution membahas pengamanan distribusi energi.
Pertamina dan BINDA Sumut Perkuat Deteksi Dini Penyalahgunaan BBM Subsidi
Antrean Solar di Padang, Pertamina Tambah Pasokan jadi 403 Ribu Liter per Hari
Antrean Solar di Padang, Pertamina Tambah Pasokan jadi 403 Ribu Liter per Hari
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang bersama BPBD dan pemerintah daerah.
Pertamina Patra Niaga Sumbagut Bantu Korban Banjir Aceh Tamiang, Relawan Juga Dapat Dukungan
Nelayan dan kelompok masyarakat Kampung Tue Terih, Batam, mengembangkan usaha olahan hasil laut melalui program Kampung Bahari Si Pelaut.
Pertamina Bina Nelayan Batam, Olahan Kulit Ikan hingga Tulang Kini Bernilai Ekonomi
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menyalurkan bantuan sembako, gas LPG, dan perlengkapan pakaian untuk korban banjir di Kecamatan Kuranji, Kota Padang.
Banjir Rendam Padang, Pertamina Patra Niaga Sumbagut Salurkan Bantuan ke Warga Kuranji dan Koto Tangah