Perkuat Sistem Peringatan Dini Bencana, Tanah Datar Tambah 4 Sensor EWS

Perkuat Sistem Peringatan Dini Bencana, Tanah Datar Tambah 4 Sensor EWS

Pemkab Tanah Datar melakukan koordinasi dengan BNPB terkait penambahan empat sensor EWS di tiga aliran sungai untuk memperkuat peringatan dini bencana. (Foto: Dok Kominfo Tanah Datar)

Sumbardaily.com, Tanah Datar – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Datar terus meningkatkan upaya mitigasi bencana dengan berencana memasang empat sensor Early Warning System (EWS) tambahan di tiga aliran sungai strategis.

Langkah ini menyusul keberhasilan pemasangan tiga sensor EWS pada tahap pertama yang kini memasuki tahap uji coba.

Bupati Tanah Datar, Eka Putra, mengungkapkan rencana tersebut setelah melakukan koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Kami telah mengidentifikasi beberapa lokasi prioritas untuk survei pemasangan sensor EWS, mencakup Batang Sikakat, Batang Sabu, Batang Gadis, dan Batang Siririt," jelasnya.

EWS merupakan sistem terintegrasi yang didesain untuk memberikan peringatan dini terhadap potensi bencana, memungkinkan masyarakat mengambil tindakan evakuasi lebih awal ke lokasi yang aman.

Eka menekankan signifikansi sistem ini dalam upaya pengurangan risiko bencana di wilayah Tanah Datar.

Sensor EWS dirancang untuk mendeteksi debit air yang melampaui ambang batas aman. Ketika kondisi kritis terdeteksi, sistem akan mengirimkan sinyal peringatan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

"Dengan adanya peringatan dini ini, masyarakat memiliki waktu yang cukup untuk mengungsi ke tempat aman, sehingga dapat meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa," papar Eka Putra.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Konstruksi, Netrizal, menjelaskan bahwa tiga sensor EWS yang telah terpasang sebelumnya berlokasi di Kelok Hantu Kecamatan X Koto, Nagari Sungai Jambu, dan Nagari Talang Tangah.

Sistem ini dilengkapi dengan 11 sirine yang akan aktif saat terdeteksi potensi bencana.

"EWS tahap pertama akan segera memasuki fase uji coba dan simulasi sebelum diserahkan kepada Pemerintah Daerah. Untuk tahap kedua, empat sensor tambahan akan dipasang di tiga aliran sungai di Tanah Datar, disertai dengan pemasangan rambu-rambu evakuasi yang komprehensif," tambah Netrizal.

Inisiatif pemasangan sensor EWS tambahan ini mencerminkan komitmen Pemkab Tanah Datar dalam mengoptimalkan sistem peringatan dini bencana.

Dengan total tujuh sensor EWS yang akan beroperasi, diharapkan dapat meningkatkan ketahanan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana alam, khususnya yang berkaitan dengan kondisi aliran sungai di wilayah tersebut. (red)

Baca Juga

105 Perantau IKM Bengkulu Kunjungi Tanah Datar, Tertarik Pacu Jawi dan Alua Katentong
105 Perantau IKM Bengkulu Kunjungi Tanah Datar, Tertarik Pacu Jawi dan Alua Katentong
Perubahan APBD Tanah Datar 2026: Bupati Jawab Soal PAD, UMKM hingga Mitigasi Bencana
Perubahan APBD Tanah Datar 2026: Bupati Jawab Soal PAD, UMKM hingga Mitigasi Bencana
106 Jorong di Dharmasraya Dilanda Kekeringan, Pemkab Distribusikan Air Bersih
106 Jorong di Dharmasraya Dilanda Kekeringan, Pemkab Distribusikan Air Bersih
BMKG dan Badan Geologi Diusulkan Gabung, DPR Ungkap Kesamaan Tugas dan Alat
BMKG dan Badan Geologi Diusulkan Gabung, DPR Ungkap Kesamaan Tugas dan Alat
Puluhan Tahun Menanti, Pompanisasi Tenaga Surya Kini Aliri 400 Hektare Sawah di Tanah Datar
Puluhan Tahun Menanti, Pompanisasi Tenaga Surya Kini Aliri 400 Hektare Sawah di Tanah Datar
Pendapatan Daerah Tanah Datar Naik 9,87 Persen, Belanja Tembus Rp1,37 Triliun
Pendapatan Daerah Tanah Datar Naik 9,87 Persen, Belanja Tembus Rp1,37 Triliun