Sumbardaily.com, Padang – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Minangkabau mengeluarkan peringatan dini cuaca terkait potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang diperkirakan melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat (Sumbar) hingga 2 Februari 2026.
Informasi ini menjadi perhatian penting mengingat potensi dampak cuaca ekstrem yang dapat memengaruhi aktivitas masyarakat di berbagai daerah. Peringatan dini tersebut diperbarui pada Sabtu (31/1/2026), pukul 09.00 WIB.
Dalam pembaruan itu, BMKG menetapkan status waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang berpeluang terjadi di sejumlah kabupaten dan kota di Sumbar.
Kondisi ini diperkirakan berlangsung selama beberapa hari ke depan dan mencakup wilayah yang cukup luas.
Pada Sabtu, 31 Januari 2026, wilayah yang masuk dalam peringatan dini hujan antara lain Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Tanah Datar, Padang Panjang, Padang Pariaman, Kota Padang, Pesisir Selatan, Pasaman, Kabupaten Solok, Solok Selatan, Dharmasraya, serta wilayah sekitarnya.
Daerah-daerah tersebut diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Memasuki Minggu, 1 Februari 2026, potensi hujan dengan kategori yang sama masih berlanjut di sejumlah wilayah.
BMKG Minangkabau mencatat daerah yang berpeluang terdampak meliputi Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Tanah Datar, Padang Panjang, Padang Pariaman, Kota Padang, Pesisir Selatan, Kabupaten Solok, Solok Selatan, Sijunjung, Dharmasraya, serta wilayah sekitarnya.
Sementara itu, pada Senin, 2 Februari 2026, potensi hujan sedang hingga lebat masih diperkirakan terjadi di beberapa wilayah Sumbar.
Daerah yang masuk dalam status waspada pada hari tersebut meliputi Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Tanah Datar, Pesisir Selatan, Lima Puluh Kota, Solok Selatan, Sijunjung, Dharmasraya, dan wilayah sekitarnya.
BMKG Minangkabau menjelaskan bahwa peringatan dini hujan ini menunjukkan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam satu wilayah kabupaten atau kota.
Oleh karena itu, masyarakat yang berada di wilayah terdampak diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak cuaca, khususnya di daerah yang rawan bencana hidrometeorologi. (pooke)
















