Sumbardaily.com – Pengurus Cabang Akuatik Indonesia Kabupaten Dharmasraya periode 2026-2030 resmi dilantik. Kepengurusan baru tersebut diharapkan mampu memperkuat pembinaan atlet sekaligus meningkatkan prestasi olahraga Akuatik Dharmasraya pada ajang tingkat provinsi hingga nasional.
Pelantikan berlangsung di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Kantor Camat Pulau Punjung, Sabtu (19/9/2026). Pengurus dilantik Ketua I Akuatik Indonesia Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Wangiman, yang hadir mewakili Ketua Umum Akuatik Indonesia Provinsi Sumbar Letkol Laut (P) Faisal Yanova Tanjung.
Momentum pelantikan tersebut turut disaksikan Wakil Bupati Dharmasraya Leli Arni. Selain itu hadir Kapolres Dharmasraya yang diwakili Kabag SDM AKP Hendriza Oktavianus, Kepala Dinas Kesehatan Yosta Defina, serta Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Helmi Muslim.
Hadir pula Kepala Dinas Budparpora yang diwakili Sekretaris Emsri Berty, perwakilan Dinas Pendidikan Irwan Ritonga, Kepala Dinas Kominfo yang diwakili Kabid Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Amrijal, Milana Gafar, serta jajaran pengurus KONI Kabupaten Dharmasraya.
Wakil Bupati Dharmasraya Leli Arni berharap pelantikan tersebut tidak berhenti sebagai seremoni pergantian atau pembentukan kepengurusan. Menurutnya, pengurus baru harus menjadikan momentum tersebut sebagai awal untuk membangun kerja organisasi yang semakin solid dalam mengembangkan olahraga Akuatik.
Harapan tersebut mencakup pembinaan atlet dari kalangan pelajar hingga atlet umum. Leli menilai olahraga Akuatik membutuhkan proses pembinaan yang berkelanjutan karena prestasi tidak dapat dibangun secara instan.
"Cabor Akuatik merupakan olahraga jangka panjang. Untuk membangun dan mengembangkannya sangat dibutuhkan perjuangan, pengorbanan dan dedikasi tinggi," ujar Leli Arni, dikutip Senin (21/9/2026).
Ia menilai pengelolaan yang baik dapat membuat Akuatik menjadi salah satu cabang olahraga yang diandalkan Kabupaten Dharmasraya. Cabang olahraga tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi medali sekaligus membantu mempertahankan prestasi daerah dalam ajang Porprov Sumatera Barat 2026.
Karena itu, Leli meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, khususnya KONI Kabupaten Dharmasraya, memberikan perhatian lebih terhadap Cabor Akuatik. Terlebih, cabang olahraga tersebut telah memiliki atlet yang dinilai berprestasi dan teruji.
Perhatian tersebut, menurut Leli, juga perlu diterapkan dalam proses penetapan atlet yang akan diberangkatkan mengikuti Porprov Sumbar 2026. Ia meminta proses seleksi dilakukan secara objektif agar atlet yang dipilih benar-benar memiliki kemampuan untuk memberikan prestasi bagi daerah.
"Apalagi dalam menetapkan atlet untuk diberangkatkan pada ajang Porprov 2026, harus lebih objektif dalam menilai. Sehingga atlet yang diturunkan pada ajang bergengsi tersebut bukan sekadar tampil, tetapi atlet yang mampu mengibarkan bendera Dharmasraya," tegasnya.
Leli juga menyebut pelantikan kepengurusan Akuatik Indonesia Kabupaten Dharmasraya sebagai momentum penting bagi insan olahraga di daerah. Menurutnya, dampak positif dari pembinaan yang konsisten tidak hanya dirasakan Cabor Akuatik, tetapi dapat menjadi dorongan bagi perkembangan cabang olahraga lainnya.
Ia mengingatkan agar proses pembinaan lebih banyak diarahkan pada latihan dan pencapaian prestasi dibandingkan kegiatan seremonial.
"Jalani latihan secara konsisten tanpa banyak seremoni. Kerap ciptakan pencapaian prestasi, baik di level provinsi maupun nasional. Dari sini awal maupun dasar dari naiknya level Cabor di mata kita semua," pungkas Leli Arni.
Dharmasraya Raih 10 Medali di Kejurda
Ketua Umum Akuatik Indonesia Kabupaten Dharmasraya Syaiful Hanif, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dharmasraya dan seluruh pihak yang selama ini memberikan dukungan terhadap perkembangan olahraga Akuatik.
Menurut Syaiful, dukungan tersebut datang dari berbagai unsur yang memiliki perhatian terhadap pembinaan atlet di daerah. Dukungan antara lain diberikan jajaran Polres Dharmasraya, Asosiasi Wali Nagari Dharmasraya (Aswana Dharma), KONI Dharmasraya, Dinas Kesehatan, Dinas Budparpora, Dinas Sosial P3AP2KB, Dinas Kominfo, dan Dinas Pendidikan.
"Kesemuanya selalu menjadi garda terdepan dalam memberikan dukungan dan support atas kemajuan atlet Akuatik berprestasi di Kabupaten Dharmasraya," kata Syaiful.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari perjalanan pembinaan atlet Akuatik Dharmasraya. Salah satu hasilnya terlihat pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) Akuatik yang diselenggarakan Pengprov Akuatik Indonesia Sumbar selama tiga hari pada April 2026.
Kompetisi tersebut berlangsung di Kolam Renang Ngalau Indah Payakumbuh. Dalam ajang itu, atlet Akuatik Kabupaten Dharmasraya berhasil membawa pulang 10 medali.
Raihan tersebut terdiri atas empat medali emas, empat medali perak, dan dua medali perunggu. Catatan tersebut menjadi modal bagi Akuatik Dharmasraya untuk menghadapi agenda olahraga berikutnya, termasuk Porprov Sumbar yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026.
Syaiful berharap torehan prestasi di Kejurda dapat dilanjutkan dengan hasil yang lebih baik dalam Porprov mendatang. Ia menargetkan atlet Akuatik Dharmasraya mampu meningkatkan jumlah medali emas yang dipersembahkan untuk daerah.
"Semoga di ajang Porprov Sumatera Barat yang akan digelar pada Oktober 2026 mendatang, atlet Akuatik Kabupaten Dharmasraya mampu mempersembahkan lebih banyak lagi medali emas," harapnya.
Pengurus Diminta Perkuat Kolaborasi
Sementara itu, Ketua I Akuatik Indonesia Provinsi Sumbar, Wangiman meminta kepengurusan baru Akuatik Indonesia Kabupaten Dharmasraya tidak berjalan sendiri dalam mengembangkan olahraga tersebut.
Ia mendorong pengurus untuk terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak. Kerja sama tersebut dinilai penting untuk menjaga kesinambungan pembinaan dan pengembangan atlet Akuatik di daerah.
Wangiman juga menyebut atlet Akuatik Dharmasraya memiliki posisi yang diperhitungkan dalam persaingan olahraga Akuatik, baik di tingkat Sumbar maupun nasional. Penilaian tersebut didasarkan pada rekam jejak atlet Dharmasraya dalam mengikuti berbagai kompetisi.
"Sebagai pengurus Akuatik Provinsi Sumbar, kami menyadari atlet Akuatik yang dimiliki Kabupaten Dharmasraya menjadi perhitungan di tingkat provinsi maupun nasional. Hal ini terbukti dari berbagai kejuaraan yang diikuti, baik Kejurda, Porwil, Kejurnas maupun Pekan Olahraga Nasional (PON)," kata Wangiman.
Dengan kepengurusan periode 2026-2030 yang telah resmi dilantik, Wangiman berharap para pengurus dapat menjalankan amanah yang diberikan. Pengembangan olahraga Akuatik juga diharapkan tidak hanya berorientasi pada keikutsertaan dalam kompetisi, tetapi mampu menghasilkan atlet yang berprestasi.
Ia berharap dari kepengurusan baru tersebut lahir lebih banyak atlet Akuatik yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Dharmasraya. Prestasi tersebut diharapkan dapat dicapai pada level provinsi maupun nasional.
Pelantikan pengurus Akuatik Indonesia Kabupaten Dharmasraya periode 2026-2030 pun menjadi momentum untuk melanjutkan pembinaan atlet yang telah berjalan. Dengan dukungan pemerintah daerah, OPD terkait, KONI, serta berbagai pihak, kepengurusan baru diharapkan mampu menjaga capaian yang telah diraih sekaligus meningkatkan prestasi pada kompetisi berikutnya. (*)
















