Sumbardaily.com - Pemulihan lahan pertanian terdampak bencana di Kabupaten Padang Pariaman terus menunjukkan perkembangan.
Ratusan hektare sawah yang sebelumnya terdampak kini mulai kembali diolah dan ditanami sebagai bagian dari percepatan rehabilitasi sektor pertanian dan penguatan ketahanan pangan daerah.
Upaya percepatan tersebut menjadi fokus dalam kunjungan reses Anggota DPR RI, Cindy Monica Salsabila Setiawan, di Hall IKK Kabupaten Padang Pariaman, Rabu (06/05/2026).
Selain menggelar rapat koordinasi, rombongan juga meninjau langsung sejumlah lokasi pembangunan pascabencana dan lahan pertanian terdampak.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Padang Pariaman Rahmat Hidayat, staf ahli, asisten, kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, para camat se-Kabupaten Padang Pariaman, serta rombongan DPR RI.
Dalam kesempatan itu, Rahmat Hidayat menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan terhadap masyarakat Padang Pariaman, khususnya dalam pemulihan sektor pertanian pascabencana.
“Atas nama Pemerintah Daerah dan masyarakat Kabupaten Padang Pariaman, kami menyampaikan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang telah diperjuangkan untuk masyarakat kami. Dukungan ini menjadi penyemangat bagi para petani untuk kembali bangkit dan berproduksi,” ujarnya.
Rahmat juga memaparkan perkembangan program Optimasi Lahan Bencana dan Rehabilitasi Bencana yang tengah berjalan di wilayah tersebut. Hingga 4 Mei 2026, kegiatan optimasi lahan telah menyelesaikan konstruksi seluas 446 hektare.
Dari total tersebut, realisasi olah lahan tercatat mencapai 312 hektare, sedangkan luas lahan yang sudah ditanami mencapai 102 hektare atau sekitar 32,7 persen.
Sementara pada program rehabilitasi bencana, konstruksi telah selesai dikerjakan pada 133 hektare dari total target 198 hektare. Program itu didukung dengan pengerahan 20 unit alat berat untuk mempercepat proses pemulihan.
Adapun realisasi olah lahan pada program rehabilitasi telah mencapai 104 hektare, sedangkan penanaman dilakukan pada 44 hektare atau sekitar 42,3 persen.
Menurut Rahmat, capaian tersebut menjadi bukti adanya sinergi yang baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mempercepat pemulihan sektor pertanian pascabencana.
“Padang Pariaman merupakan salah satu lumbung pangan utama di Sumatera Barat. Karena itu, perhatian terhadap sektor pertanian sangat penting, tidak hanya bagi kesejahteraan petani, tetapi juga untuk menjaga ketahanan pangan daerah dan nasional,” katanya.
Sementara itu, Cindy Monica dalam sambutannya menyebut Dana Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp2,6 triliun telah berhasil dipulihkan dan dikembalikan untuk Provinsi Sumatera Barat.
“Kami akan terus mengawal dari total Rp2,6 triliun tersebut, berapa alokasi anggaran yang nantinya diperoleh Kabupaten Padang Pariaman serta penerapannya terhadap pembangunan daerah,” ungkapnya.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap langkah cepat yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dalam menangani dampak bencana dan menjalankan pembangunan pemulihan di berbagai sektor.
“Kami melihat langsung ke lapangan berbagai pembangunan pascabencana yang telah dilakukan pemerintah daerah. Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman yang proaktif bergerak cepat pascabencana,” katanya.
Usai rapat koordinasi di Hall IKK, rombongan melanjutkan kunjungan lapangan ke Nagari Sintuk, Kecamatan Sintuk Toboh Gadang, untuk meninjau langsung kondisi lahan pertanian terdampak bencana.
Dalam kunjungan tersebut, Rahmat Hidayat bersama Cindy Monica berdialog dengan kelompok tani setempat. Mereka juga menerima proposal dari wali nagari terkait kebutuhan penanganan lahan pertanian terdampak bencana agar proses pemulihan dapat berjalan lebih optimal. (*)
















