Sumbardaily.com – Nasib Semen Padang FC di BRI Super League 2025/2026 dipastikan berakhir pahit. Tim berjuluk Kabau Sirah itu resmi terdegradasi ke Liga 2 setelah menelan kekalahan dari Dewa United Banten FC pada Minggu (3/5/2026) di Stadion Internasional Banten.
Hasil tersebut menjadi penentu turunnya Semen Padang FC dari kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim ini. Meski kompetisi masih menyisakan tiga pertandingan, raihan poin tim tidak lagi memungkinkan untuk keluar dari zona degradasi.
Sepanjang musim, Semen Padang FC hanya mampu mengumpulkan 20 poin dari total 31 pertandingan yang telah dijalani. Perolehan tersebut membuat posisi mereka tidak bisa terselamatkan dari ancaman degradasi.
Penasihat Semen Padang FC, Andre Rosiade, menyampaikan kekecewaannya atas hasil yang diraih tim. Ia mengaku sangat menyayangkan kondisi yang harus dihadapi Kabau Sirah di akhir musim.
“Sebagai penasihat tim, saya sangat menyayangkan hasil akhir musim ini yang membuat Semen Padang FC harus degradasi,” ujar Andre, dikutip Selasa (5/5/2026).
Menurutnya, degradasi bukanlah hasil yang diinginkan oleh seluruh elemen tim, mulai dari manajemen, pemain hingga para suporter. Namun demikian, ia menegaskan bahwa situasi ini harus diterima sebagai bagian dari perjalanan klub.
“Namun apa pun yang terjadi, hasil ini harus kita terima dengan lapang dada dan menjadi bahan evaluasi,” katanya.
Andre Rosiade berharap Semen Padang FC dapat segera bangkit dan melakukan pembenahan secara menyeluruh. Ia optimistis dengan kerja keras dan kebersamaan, Kabau Sirah mampu kembali ke kompetisi tertinggi.
“Semoga dengan kerja keras dan kebersamaan, Semen Padang FC bisa segera kembali ke tempat seharusnya,” tutupnya. (*)















