Sumbardaily.com, Padang – Penyaluran bantuan pangan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) menjadi prioritas Pemerintah Kota (Pemko) Padang dalam masa tanggap darurat setelah banjir bandang melanda sejumlah kecamatan.
Sebanyak 95 ton beras mulai dibagikan kepada warga terdampak melalui Posko Bencana di Rumah Dinas Wali Kota Padang, menandai langkah cepat pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang kini terancam kekeringan akibat rusaknya infrastruktur irigasi.
Bantuan tersebut tiba pada Rabu (3/12/2025) dan menjadi suplai utama bagi ribuan warga yang terdampak bencana hidrometeorologi. Kerusakan dua bendungan penting, yakni Koto Tuo dan Gunung Nago, membuat aliran irigasi menuju area persawahan terputus. Ribuan hektare sawah kini menghadapi risiko gagal panen dan penurunan produksi beras dalam beberapa waktu ke depan.
Pengawas Mutu Hasil Pertanian, Direktorat Perumusan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Bapanas, Andang Rahmatullah, menyampaikan bahwa dari total 95 ton beras, sebanyak 21 ton telah disalurkan pada tahap awal. Pembagian beras dilakukan berdasarkan jumlah jiwa yang terdampak, dengan alokasi 250 gram per orang.
“Bantuan beras ini diperuntukkan khusus bagi warga Kota Padang yang terdampak banjir,” kata Andang dikutip Kamis (4/12/2025).
Ia menambahkan bahwa distribusi bantuan akan berlangsung hingga masa tanggap darurat berakhir. Bapanas berharap bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban warga yang mengalami dampak langsung, termasuk kerugian akibat rusaknya infrastruktur pertanian.
“Kami turut prihatin atas bencana yang terjadi, semoga setelah ini segalanya kembali pulih,” ujarnya.
Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan apresiasi kepada Bapanas yang telah mengirimkan bantuan pangan dalam jumlah besar. Ia memastikan proses pendistribusian dipantau secara ketat agar bantuan tersebut tepat sasaran dan segera diterima warga.
“Saya sudah pastikan supaya beras ini sampai ke warga,” tegas Fadly.
Selain merusak rumah dan fasilitas umum, banjir bandang juga melumpuhkan dua bendungan irigasi utama. Kerusakan tersebut menyebabkan aliran air ke sawah warga terputus dan menimbulkan ancaman kekeringan. Ribuan hektare sawah kini membutuhkan penanganan cepat agar tidak berdampak lebih luas terhadap sektor pertanian dan ketahanan pangan daerah.
Dalam situasi tersebut, keberadaan bantuan dari pemerintah pusat menjadi salah satu penopang utama kebutuhan masyarakat. Pemerintah Kota Padang kini sedang berupaya mempercepat pemulihan infrastruktur irigasi sembari memastikan distribusi bahan pangan berjalan lancar. (red)















