Pemko Padang Kebut Pemulihan Air Baku Pasca Bencana, BWS Targetkan Rampung dalam 3 Bulan

Pemko Padang Kebut Pemulihan Air Baku Pasca Bencana, BWS Targetkan Rampung dalam 3 Bulan

Wali Kota Padang, Fadly Amran menggelar pertemuan dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) V Sumatera terkait percepatan penyelesaian pembangunan fasilitas air baku pasca bencana hidrometeorologi yang terjadi beberapa waktu lalu. (Dok. Prokopim)

Sumbardaily.com, Padang - Dalam upaya mempercepat pemulihan dampak bencana hidrometeorologi di Kota Padang, Wali Kota Padang, Fadly Amran, melakukan pertemuan dengan Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang, Naryo Widodo, di Kantor BWS Sumatera V Padang, Selasa (30/12/2025).

Diskusi difokuskan pada langkah strategis untuk menangani kerusakan infrastruktur sungai serta persoalan air baku yang terdampak cukup besar pasca bencana.

Fadly Amran menekankan bahwa penanganan harus dilakukan secara cepat, sistematis, dan terkoordinasi lintas lembaga. Menurut dia, keterlambatan justru berpotensi memperbesar risiko bencana susulan di kawasan rawan.

“Penanganan pasca bencana ini sangat mendesak karena menyangkut keselamatan masyarakat. Kami berharap dukungan BWS Sumatera V untuk percepatan, terutama pada titik-titik kritis yang rawan menimbulkan bencana susulan,” katanya.

Pada kesempatan itu, BWS Sumatera V menyatakan siap mendukung langkah percepatan tersebut.

Naryo Widodo menegaskan bahwa pihaknya sudah menyiapkan peta prioritas penanganan, sekaligus memastikan pekerjaan diarahkan pada lokasi dengan tingkat kerawanan tertinggi.

Ia menjelaskan bahwa BWS Sumatera V telah memetakan sejumlah lokasi prioritas yang akan menjadi fokus penanganan, diantaranya Batang Kuranji dan Air Dingin, serta kawasan terdampak banjir bandang di Batu Busuak dan Nanggalo.

Menurut Naryo, fokus pekerjaan tidak hanya pada perkuatan badan sungai, tetapi juga pemulihan sumber air baku yang menjadi penopang layanan air untuk masyarakat.

“Penanganan meliputi rehabilitasi dan pengamanan infrastruktur sungai, serta perbaikan intake air baku melalui skema tanggap darurat dan program rehab-rekon,” terangnya.

Ia menambahkan, target penanganan darurat direncanakan dapat tuntas dalam tiga bulan. Program yang sudah memiliki perencanaan teknis, kata dia, akan segera diusulkan untuk dilaksanakan lebih cepat.

Sementara itu, kegiatan lain yang masih membutuhkan kajian tambahan akan dimasukkan dalam perencanaan tahun anggaran 2026.

Naryo menyebutkan, sesuai arahan Pemerintah Pusat, penanganan darurat ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu tiga bulan ke depan.

"Kegiatan yang telah memiliki perencanaan teknis akan segera diusulkan untuk pelaksanaan. Sementara kegiatan lainnya akan masuk dalam tahap perencanaan pada tahun anggaran 2026," sebutnya.

Selain aspek teknis, keberhasilan program juga sangat bergantung pada dukungan Pemerintah Kota Padang (Pemko Padang) dan masyarakat.

Ketersediaan lahan di sepanjang bantaran sungai menjadi faktor krusial agar pekerjaan tidak terhambat di lapangan.

Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya dukungan Pemko Padang dan masyarakat, khususnya terkait ketersediaan lahan di sepanjang bantaran sungai, guna kelancaran pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

“Penanganan bencana ini bersifat mendesak. Untuk itu, diperlukan dukungan dan pemahaman masyarakat terkait status lahan agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan lancar dan tidak mengalami kendala,” tuturnya. (red)

Baca Juga

Pelatihan pencegahan kebakaran bagi warga di Parak Karakah, Padang Timur.
Rata-rata 25 Kebakaran Sebulan di Padang, Parak Karakah Diusulkan jadi Kelurahan Percontohan
Siswa sekolah di Padang menggunakan masker saat mengikuti proses belajar mengajar di tengah kabut asap dan kualitas udara buruk.
PBM Tetap Jalan di Tengah Kabut Asap, Sekolah di Padang Hentikan Semua Aktivitas Lapangan
APBD Padang 2027 Capai Rp2 Triliun Lebih, Pemko Siapkan Pembiayaan Tutup Defisit Rp90 Miliar
APBD Padang 2027 Capai Rp2 Triliun Lebih, Pemko Siapkan Pembiayaan Tutup Defisit Rp90 Miliar
Fadly Amran Bongkar Masalah Target Pembangunan Pemko Padang yang Belum Tercapai
Fadly Amran Bongkar Masalah Target Pembangunan Pemko Padang yang Belum Tercapai
104 Lurah Kota Padang dan unsur PPID mengikuti Sekolah Keterbukaan Informasi Angkatan III Tahun 2026 yang digelar UNP.
UNP Buka Sekolah Keterbukaan Informasi untuk 104 Lurah, Pemko Padang Diminta tak Lambat Jawab Warga
ISPU Padang Masuk Kategori Berbahaya, Ini Instruksi Disdikbud untuk Sekolah
ISPU Padang Masuk Kategori Berbahaya, Ini Instruksi Disdikbud untuk Sekolah