Pemko Padang Dorong CSR Perusahaan, Ratusan Ribu Pekerja Rentan Belum Terlindungi

Pemko Padang Dorong CSR Perusahaan, Ratusan Ribu Pekerja Rentan Belum Terlindungi

Wali Kota Padang, Fadly Amran secara simbolis menyerahkan pemanfaatan dana CSR untuk perlindungan tenaga kerja, Senin (4/5/2026) siang. (Dok. Prokopim)

Sumbardaily.com - Upaya memperluas perlindungan tenaga kerja di Kota Padang mulai diarahkan ke kolaborasi dengan dunia usaha.

Pemerintah Kota (Pemko) Padang menilai peran perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) menjadi kunci untuk menjangkau ratusan ribu pekerja yang belum terlindungi.

Hal itu mencuat dalam pertemuan Wali Kota Padang Fadly Amran dengan sejumlah pimpinan perusahaan, Senin (4/5/2026) siang. Dalam forum tersebut, isu perlindungan tenaga kerja, khususnya bagi kelompok rentan, menjadi fokus utama pembahasan.

Data yang disampaikan menunjukkan, dari total pekerja di Kota Padang, sebanyak 138.299 orang telah terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

Namun, masih terdapat sekitar 232.315 pekerja yang belum mendapatkan perlindungan. Kelompok ini didominasi sektor informal seperti freelancer, pengemudi ojek, tukang bengkel, hingga pedagang kecil.

“Ini menjadi tanggung jawab kita bersama sebagai pemberi kerja untuk memastikan perlindungan bagi tenaga kerja. Kita tidak ingin mereka yang memiliki resiko tinggi, ketika mereka sakit atau mengalami kecelakaan kerja, tidak mendapatkan perlindungan,” katanya.

Pemko Padang diketahui telah mulai mengambil langkah dengan mengalokasikan anggaran daerah untuk melindungi pekerja rentan.

Saat ini, sekitar 10.103 pekerja telah mendapatkan perlindungan melalui pembiayaan APBD. Ke depan, jumlah tersebut ditargetkan meningkat hingga 37.648 pekerja.

Namun, keterbatasan anggaran dinilai membuat keterlibatan pihak swasta menjadi sangat penting.

Fadly Amran pun menegaskan bahwa setiap perusahaan pada dasarnya memiliki program CSR yang dapat dioptimalkan untuk kepentingan perlindungan tenaga kerja.

“Saya yakin setiap perusahaan memiliki program CSR. Melalui kesempatan ini, saya mengajak agar sebagian dari program tersebut dapat diarahkan untuk membantu perlindungan pekerja rentan di Kota Padang,” katanya.

Di sisi lain, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Padang, Afrialdi, mengungkapkan bahwa pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah menetapkan target Universal Coverage Jamsostek (UCJ) Kota Padang sebesar 32 persen dari total pekerja.

Saat ini, capaian tersebut masih berada di kisaran 25 persen, sehingga terdapat selisih yang cukup besar untuk dikejar. Kondisi ini memperkuat urgensi kolaborasi lintas sektor, termasuk peran perusahaan melalui CSR.

“Capaian saat ini berada di kisaran 25 persen, sehingga masih terdapat selisih yang perlu dikejar. Melalui kolaborasi ini, kami mendorong keterlibatan dunia usaha untuk turut berkontribusi dalam peningkatan cakupan UCJ, salah satunya melalui pemanfaatan dana CSR,” imbuhnya. (*)

Baca Juga

PNP Youth Innovators Fest 2026, Ajang Anak Muda Padang Unjuk Gigi di Broadcasting hingga Robotik
PNP Youth Innovators Fest 2026, Ajang Anak Muda Padang Unjuk Gigi di Broadcasting hingga Robotik
Reshuffle Besar di Pemko Padang, Sekda Baru Dilantik dan Kursi Kepala OPD Strategis Akhirnya Terisi
Reshuffle Besar di Pemko Padang, Sekda Baru Dilantik dan Kursi Kepala OPD Strategis Akhirnya Terisi
Momentum May Day, Pekerja di Padang Soroti Upah dan Perlindungan Tenaga Kerja
Momentum May Day, Pekerja di Padang Soroti Upah dan Perlindungan Tenaga Kerja
Rencana Tata Ruang Wilayah Padang Terancam Berubah Drastis Pasca Bencana 2025
Rencana Tata Ruang Wilayah Padang Terancam Berubah Drastis Pasca Bencana 2025
Jelang Idul Adha, Pemko Padang Sosialisasikan Ciri Hewan Kurban Sehat ke 140 Panitia
Jelang Idul Adha, Pemko Padang Sosialisasikan Ciri Hewan Kurban Sehat ke 140 Panitia
wawako padang maigus nasir
Padang Jadi Pilot Project Digitalisasi Bansos 2026, Gunakan IKD untuk Pastikan Tepat Sasaran