Sumbardaily.com - Pemerintah Kota Bukittinggi mulai mematangkan rencana pelaksanaan program angkutan gratis pelajar. Program yang telah dianggarkan tersebut kini memasuki tahap persiapan teknis dengan melibatkan Dinas Perhubungan Kota Bukittinggi untuk melakukan pendataan kebutuhan hingga menyusun skema operasional layanan.
Arahan itu disampaikan Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, saat memimpin apel gabungan Dinas Perhubungan Kota Bukittinggi di Lantai 2 Terminal Tipe-C Pasar Banto, Senin (3/8/2026). Apel tersebut dihadiri Sekretaris Daerah, para asisten, seluruh kepala perangkat daerah, serta jajaran Dinas Perhubungan Kota Bukittinggi.
Dalam kesempatan itu, Ramlan menegaskan bahwa keberadaan kantor Dinas Perhubungan di Lantai 2 Terminal Tipe-C Pasar Banto menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, seluruh jajaran Dinas Perhubungan diminta terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas di lapangan.
Menurutnya, evaluasi perlu difokuskan pada pengaturan lalu lintas, pengelolaan perparkiran, peningkatan keselamatan pengguna jalan, hingga penanganan berbagai persoalan transportasi yang dihadapi Kota Bukittinggi.
"Dinas Perhubungan adalah bagian dari pelayanan kepada masyarakat. Layani masyarakat dengan baik, dengan sopan dan bahasa yang baik. Lakukan tugas sesuai aturan," ujar Ramlan.
Selain menekankan peningkatan pelayanan, pemerintah daerah juga mulai mempersiapkan realisasi program angkutan gratis bagi pelajar. Program tersebut telah dialokasikan dalam anggaran sehingga tahap berikutnya adalah penyusunan kajian teknis agar pelaksanaannya berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
Ramlan meminta Dinas Perhubungan segera melakukan pendataan terhadap jumlah pelajar tingkat SD, SMP, dan SMA yang nantinya membutuhkan fasilitas angkutan gratis tersebut. Data itu dinilai penting sebagai dasar penyusunan sistem pelayanan yang efektif.
Ia juga meminta kajian tidak hanya mencakup jumlah calon pengguna layanan, tetapi juga kondisi kendaraan yang akan dioperasikan, lokasi titik naik dan turun penumpang, hingga mekanisme pengawasan selama program berlangsung.
"Angkutan gratis ini sudah kita anggarkan. Dinas Perhubungan perlu mengkaji teknisnya, termasuk jumlah anak sekolah yang membutuhkan, kondisi kendaraan, titik naik dan turun, serta pengawasannya," jelasnya.
Menurut Ramlan, aspek keselamatan dan kenyamanan harus menjadi perhatian utama dalam penyelenggaraan angkutan gratis bagi pelajar. Seluruh armada yang nantinya digunakan harus berada dalam kondisi layak sehingga mampu memberikan rasa aman kepada pengguna layanan.
Selain itu, pengaturan titik naik dan turun penumpang juga harus dibuat secara jelas agar proses keberangkatan maupun kepulangan pelajar dapat berlangsung dengan tertib. Pelaksanaan pelayanan pun harus mengikuti ketentuan yang berlaku sehingga dapat berjalan secara teratur.
Dalam arahannya, Ramlan juga kembali mengingatkan pentingnya pelayanan publik yang mengedepankan sikap ramah, sopan, dan profesional. Menurutnya, seluruh aparatur Dinas Perhubungan memiliki peran langsung dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat sehingga kualitas pelayanan harus terus ditingkatkan.
Pemerintah Kota Bukittinggi berharap seluruh jajaran Dinas Perhubungan dapat bekerja secara terpadu dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi masing-masing. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendukung penataan transportasi, lalu lintas, dan perparkiran agar semakin tertib.
Dengan evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan serta persiapan program angkutan gratis pelajar yang matang, pemerintah daerah menargetkan pelayanan transportasi di Kota Bukittinggi dapat semakin optimal dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Kami berharap seluruh jajaran Dinas Perhubungan dapat menyatukan langkah dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi, sehingga penataan transportasi, lalu lintas dan perparkiran di Kota Bukittinggi dapat semakin baik dan memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat," harapnya. (*)
















