Sumbardaily.com - Upaya membuka keterisolasian wilayah Rura Patontang, Kecamatan Koto Balingka, mulai direalisasikan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat. Perbaikan akses jalan menuju kawasan tersebut resmi dimulai pada Sabtu (6/6/2026) dengan diturunkannya alat berat ke lokasi untuk melakukan pembukaan dan penataan badan jalan.
Langkah ini menjadi bagian dari program prioritas pembangunan infrastruktur daerah yang diarahkan untuk meningkatkan konektivitas masyarakat di wilayah yang selama ini mengalami keterbatasan akses transportasi.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pasaman Barat, Bambang Sumarsono, mengatakan pekerjaan tahap awal difokuskan pada ruas jalan yang selama ini menjadi hambatan utama bagi aktivitas masyarakat.
“Tahap awal yang kami lakukan adalah memperbaiki ruas jalan yang paling sulit dilalui agar akses masyarakat dapat kembali terbuka,” ujar Bambang.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp350 juta yang bersumber dari APBD. Dana tersebut berasal dari pos pemeliharaan jalan dan jembatan serta peningkatan jalan.
Anggaran itu akan digunakan untuk menangani sejumlah titik dengan tingkat kerusakan paling parah yang selama ini menghambat mobilitas warga menuju dan dari Rura Patontang.
Pada pekerjaan tahap pertama, Dinas PUPR menargetkan pengerasan jalan sepanjang 1,2 kilometer. Ruas yang menjadi sasaran tersebut masih berupa jalan tanah dan kerap sulit dilalui kendaraan, terutama ketika curah hujan tinggi.
Bambang menjelaskan, keberhasilan pengerasan ruas jalan tersebut diharapkan menjadi langkah penting untuk meningkatkan aksesibilitas kawasan.
“Jika pengerasan jalan ini selesai, kendaraan roda empat diharapkan sudah dapat mencapai wilayah tersebut sehingga aktivitas masyarakat menjadi lebih lancar,” katanya.
Perbaikan yang dilakukan tidak hanya sebatas meratakan permukaan jalan. Pemerintah daerah juga melakukan berbagai pekerjaan pendukung guna meningkatkan kualitas dan keamanan akses transportasi.
Rangkaian pekerjaan tersebut meliputi pembentukan badan jalan, penimbunan pada titik-titik yang mengalami kerusakan berat, pengerasan menggunakan material pasir dan batu, pembangunan gorong-gorong, pemasangan pelat duiker, hingga pengecoran beton pada sejumlah tanjakan yang selama ini menjadi lokasi rawan bagi kendaraan yang melintas.
Meski pekerjaan awal telah dimulai, kebutuhan peningkatan infrastruktur di jalur menuju Rura Patontang masih cukup besar. Berdasarkan hasil peninjauan lapangan yang dilakukan pemerintah daerah, terdapat sekitar 3,8 kilometer ruas jalan lain yang masih membutuhkan peningkatan kualitas agar konektivitas menuju wilayah tersebut dapat berjalan optimal.
Selain itu, dua unit jembatan juga masih diperlukan untuk mendukung akses yang lebih aman dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Untuk melanjutkan pembangunan tersebut, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat telah mengajukan usulan dukungan pendanaan kepada pemerintah pusat. Usulan itu mencakup peningkatan kualitas jalan sepanjang 3,8 kilometer serta pembangunan dua unit jembatan yang dibutuhkan di jalur menuju Rura Patontang.
“Kami telah mengusulkan peningkatan 3,8 kilometer jalan dan pembangunan dua jembatan kepada pemerintah pusat. Mudah-mudahan usulan ini dapat direalisasikan sehingga akses menuju Rura Patontang benar-benar terbuka dan dapat dilalui sepanjang tahun,” jelasnya.
Dengan dimulainya pekerjaan perbaikan jalan ini, pemerintah daerah berharap akses menuju Rura Patontang dapat semakin terbuka sehingga mobilitas masyarakat menjadi lebih mudah. Kehadiran infrastruktur yang lebih baik juga diharapkan mampu mendukung aktivitas sosial dan ekonomi warga serta memperkuat konektivitas antarwilayah di Kecamatan Koto Balingka. (*)
















