Sumbardaily.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dharmasraya memilih langkah berbeda dalam menjaga laju pembangunan di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Di bawah kepemimpinan Bupati Annisa Suci Ramadhani, pemerintah daerah mengembangkan skema pembiayaan inovatif (innovative financing) dengan memanfaatkan program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan. Strategi tersebut menghasilkan komitmen pembangunan infrastruktur senilai Rp31,55 miliar sepanjang 2026.
Kebijakan itu menjadi salah satu upaya Pemkab Dharmasraya agar pembangunan infrastruktur dasar tetap berjalan tanpa bergantung sepenuhnya pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Melalui kolaborasi bersama perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut, pemerintah daerah berusaha menjawab kebutuhan masyarakat meski ruang fiskal sedang terbatas.
Pendekatan tersebut difokuskan untuk mendukung pembangunan berbagai infrastruktur dasar, terutama peningkatan dan rehabilitasi jalan yang menjadi akses penting bagi masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Dharmasraya.
Secara keseluruhan, komitmen pembangunan melalui program CSR diwujudkan dalam pengerjaan dan rehabilitasi sembilan ruas jalan yang tersebar di berbagai kecamatan.
Rincian pekerjaan dimulai dari peningkatan Jalan Ruas Pinang Makmur–PT Bina sepanjang 1,5 kilometer dengan nilai Rp2,79 miliar. Selanjutnya dilakukan peningkatan Jalan Ruas Batu Kangkung–Lubuk Besar sepanjang 1,7 kilometer dengan anggaran Rp2,64 miliar.
Proyek dengan nilai terbesar adalah peningkatan Jalan Ruas Abai Siat–Batas Solok Selatan/Koto Gadang sepanjang 6 kilometer. Pekerjaan senilai Rp18 miliar tersebut mendapat dukungan dari enam perusahaan melalui program CSR.
Selain pembangunan jalan utama, program itu juga mencakup rehabilitasi Jalan Ruas Simpang Lintas Sport Center–Simpang SMKN 1 Koto Padang sepanjang 500 meter dengan nilai Rp1,5 miliar.
Pemerintah daerah juga melaksanakan pembangunan Jalan Lingkar Sopan Jaya sepanjang 1,3 kilometer senilai Rp1,5 miliar, serta rehabilitasi Jalan Ruas Simpang Lintas Sungai Dareh–Sungai Kilangan sepanjang 1,7 kilometer dengan nilai Rp620 juta.
Program berikutnya meliputi peningkatan Jalan Ruas Piruko Barat–Padang Tarok sepanjang 1 kilometer dengan nilai Rp3 miliar, peningkatan Jalan Ruas Sinamar–Sungai Limau senilai Rp500 juta, serta rehabilitasi Jalan Ruas Wonotiung–Koto Salak sepanjang 670 meter dengan nilai Rp1 miliar.
Komitmen pembangunan melalui kolaborasi dengan dunia usaha terus berlanjut. Terbaru, Pemkab Dharmasraya kembali mencapai kesepakatan bersama enam perusahaan untuk mendukung pembangunan infrastruktur melalui program CSR dengan nilai sekitar Rp6,6 miliar.
Kerja sama tersebut melibatkan PT Hamparan Kemilau Indah, PT Damasraya Sawit Lestari, PT Dharmasraya Lestarindo, PT Sumbar Andalas Kencana, PT Andalas Wahana Berjaya, PT X Dareh, serta satu perusahaan mitra lainnya.
Melalui kerja sama terbaru tersebut, sejumlah proyek kembali menjadi prioritas. Di antaranya peningkatan Jalan Piruko Barat–Padang Tarok, peningkatan Jalan Bukik Bajang–Padang Tarok, pembangunan Jalan Lingkar Sopan Jaya, serta rehabilitasi jalan menuju Sport Center Dharmasraya dan SMK Negeri 1 Koto Padang.
Bupati Annisa Suci Ramadhani mengatakan, pemerintah daerah harus mampu menghadirkan solusi di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Menurutnya, pembangunan tidak dapat sepenuhnya mengandalkan APBD sehingga diperlukan terobosan melalui pembiayaan inovatif dengan memanfaatkan seluruh potensi yang tersedia.
Ia menilai program CSR menjadi salah satu instrumen pembiayaan alternatif yang mampu mempercepat pembangunan sekaligus memperkuat hubungan kemitraan antara pemerintah daerah dan dunia usaha.
"Kami tidak ingin keterbatasan fiskal menjadi alasan tertundanya pembangunan. Karena itu, kami membangun kolaborasi dengan dunia usaha melalui skema pembiayaan inovatif agar kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat tetap dapat dipenuhi," ujar Annisa.
Menurut Annisa, sinergi antara pemerintah daerah dan perusahaan diharapkan terus berkembang sehingga semakin banyak pembangunan yang dapat diwujudkan melalui program CSR.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi tersebut bukan sekadar dukungan pembiayaan, melainkan juga bentuk gotong royong antara pemerintah dan dunia usaha dalam mempercepat pembangunan daerah.
Dengan keterlibatan berbagai perusahaan, pembangunan infrastruktur diharapkan dapat berlangsung lebih merata, berkelanjutan, serta memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Dharmasraya. (*)
















