Sumbardaily.com - Pemerintah Kabupaten Agam terus memperkuat sektor pendidikan melalui sosialisasi wajib belajar satu tahun prasekolah sebagai bagian dari implementasi program wajib belajar 13 tahun. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
Sosialisasi tersebut digelar di aula Kantor Bupati Agam pada Selasa (5/5/2026), yang dibuka oleh Bupati Agam melalui Asisten II Setdakab Agam, Andrinaldi. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Bunda PAUD Agam, Ny. Merry Benni Warlis, serta perwakilan dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Sumatera Barat. Peserta yang hadir terdiri dari penilik dan pengawas PAUD se-Kabupaten Agam.
Dalam sambutannya, Andrinaldi menekankan bahwa pendidikan prasekolah memiliki peran vital sebagai dasar pembentukan karakter anak sekaligus mempersiapkan mereka memasuki jenjang pendidikan dasar. Menurutnya, fase ini tidak bisa diabaikan karena menentukan kualitas perkembangan anak ke depan.
Ia juga menggarisbawahi tantangan besar yang kini dihadapi dunia pendidikan, terutama terkait perkembangan teknologi dan karakter Generasi Alpha. Ketergantungan anak terhadap perangkat digital dinilai semakin meningkat dan menjadi fenomena yang umum terjadi di tengah masyarakat.
“Ini menjadi tantangan serius bagi kita semua. Anak-anak sekarang cenderung lebih banyak berinteraksi dengan gadget dibandingkan lingkungan sekitarnya. Bahkan, ada kecenderungan mereka lebih mempercayai guru dibanding orang tua,” ujar Andrinaldi dikutip keterangan resmi.
Kondisi tersebut, lanjutnya, menuntut para tenaga pendidik untuk mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Guru diharapkan lebih sabar dan kreatif dalam menerapkan metode pembelajaran agar sesuai dengan karakter anak yang semakin kritis dan dinamis.
Andrinaldi juga menilai bahwa pendekatan pendidikan konvensional sudah tidak sepenuhnya relevan dalam menghadapi perkembangan generasi masa kini. Oleh karena itu, diperlukan inovasi dalam sistem pembelajaran agar lebih efektif dan menarik bagi anak.
Selain itu, ia menegaskan pentingnya sinergi antara kebijakan pemerintah daerah dan program nasional. Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah terhadap program Makan Bergizi Gratis yang diinisiasi pemerintah pusat, guna menunjang kesehatan serta kecerdasan anak sejak dini.
Tak hanya itu, Pemerintah Kabupaten Agam juga menjalankan program “Bangkit dari Surau” sebagai upaya memperkuat nilai spiritual dan mental generasi muda. Program ini bertujuan menghidupkan kembali nilai-nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, sehingga tercipta keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan keimanan.
Melalui berbagai program tersebut, Pemkab Agam berharap mampu menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan. (*)
















