Sumbardaily.com, Padang - Upaya membangun karakter dan kepemimpinan generasi muda terus digalakkan di Kota Padang.
Salah satunya melalui kegiatan Pendidikan Siswa Takhassus (Diksista) Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Kota Padang Tahun Pelajaran 2025/2026 yang resmi dibuka Wali Kota Padang, Fadly Amran, Senin (21/7/2025).
Bertempat di Bumi Perkemahan Sungrilla, Kecamatan Koto Tangah, kegiatan ini menjadi bagian penting dari pembinaan pelajar untuk membentuk soft skill dan karakter Islami.
Pembukaan kegiatan ditandai dengan pengalungan tanda peserta oleh Wali Kota Padang, dilanjutkan dengan penyerahan peserta secara simbolis kepada Kadisminpers Lantamal II Teluk Bayur, Letkol Laut Antoni Haikal.
Dalam sambutannya, Fadly Amran mengapresiasi inisiatif MAN 3 Kota Padang bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Kota Padang dalam menyelenggarakan DIKSISTA.
Ia berharap program ini bisa menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain di wilayah tersebut.
“Kegiatan ini tidak hanya penting sebagai ajang pembinaan pelajar, tetapi juga menjadi media untuk menanamkan soft skill seperti kepemimpinan, komunikasi, kedisiplinan, dan membangun kepribadian unggul,” ujar Fadly.
Menurut Fadly, masa muda adalah fase penting sebagaimana diatur dalam Undang-undang (UU) Kepemudaan nomor 40 tahun 2009 yang menetapkan usia pemuda di bawah 30 tahun.
Periode ini, katanya, mesti dimanfaatkan sebaik mungkin untuk belajar, mengasah potensi, dan menghasilkan karya nyata.
"Banyak anak muda yang sudah mampu memimpin organisasi, membuka usaha, bahkan bersaing di tingkat internasional. Harapan kita, melalui Diksista akan lahir generasi pemimpin yang tak hanya untuk Sumatera Barat (Sumbar), tetapi juga bagi Indonesia," katanya.
Sementara itu, Kepala MAN 3 Kota Padang, Marliza, menjelaskan Diksista merupakan bagian dari proses kaderisasi program takhassus, yaitu program pendidikan khusus yang menitikberatkan pada pendalaman ilmu agama dan pembinaan karakter Islami.
Menurut Marliza, program ini dirancang untuk memperkuat ideologi, kedisiplinan, serta membentuk siswa menjadi pribadi yang tangguh dan memiliki akhlak mulia.
"Peserta kegiatan tahun ini terdiri atas 30 siswa kelas XI Program Basis Lanjutan, 25 siswa kelas X Program Basis Awal, serta 21 siswa kelas XII takhassus yang bertugas sebagai senior, membantu panitia, dan mendampingi jalannya kegiatan. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung hingga 23 Juli 2025," katanya.
Sebagai program yang fokus pada pembinaan pelajar, takhassus sendiri diambil dari bahasa Arab yang berarti ‘pengkhususan’.
Dalam konteks pendidikan madrasah, takhassus merujuk pada program khusus yang memberikan penguatan materi agama Islam lebih mendalam, termasuk pembinaan akhlak, kepemimpinan, dan disiplin.
Dengan adanya Diksista, diharapkan lahir lulusan yang tak hanya cakap secara akademis, tetapi juga siap berperan aktif di tengah masyarakat sebagai generasi muda yang berakhlak dan berwawasan luas. (red)














