Pembangunan Sabo Dam di Tanah Datar Dimulai 2026, Anggaran Tembus Rp249 Miliar

Pembangunan Sabo Dam di Tanah Datar Dimulai 2026, Anggaran Tembus Rp249 Miliar

Pengecekan titik lokasi pembangunan sabo dam di Tanah Datar. (Foto: Kominfo Tanah Datar)

Sumbardaily.com, Tanah Datar – Pemerintah pusat melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang akan memulai pembangunan infrastruktur pengendali daya rusak air berupa sabo dam di Kabupaten Tanah Datar pada Tahun Anggaran 2026.

Proyek strategis ini menjadi langkah konkret dalam menekan ancaman banjir bandang dan sedimentasi yang selama ini membayangi sejumlah wilayah rawan bencana di daerah tersebut.

Pembangunan sabo dam tersebut telah memasuki tahap awal setelah paket pekerjaan resmi terkontrak.

Informasi ini tertuang dalam surat BWS Sumatera V Padang kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dengan nomor PR 0102-Bws5.1/77, yang menyebutkan bahwa pekerjaan fisik di lapangan akan segera dimulai dalam waktu dekat.

Total nilai anggaran yang dialokasikan untuk proyek pembangunan sabo dam ini mencapai Rp249 miliar.

Anggaran tersebut digunakan untuk membangun tiga unit sabo dam di titik-titik strategis yang selama ini berpotensi menimbulkan dampak bencana besar apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Adapun tiga lokasi pembangunan sabo dam meliputi Batang Lona di Nagari Sungai Jambu, Kecamatan Pariangan; Batang Anai di Nagari Singgalang, Kecamatan X Koto; serta Batang Pagu-Pagu di Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto.

Ketiga wilayah ini dikenal sebagai kawasan dengan karakter aliran sungai yang berisiko membawa material sedimen dalam jumlah besar saat musim hujan.

Keberadaan sabo dam di lokasi tersebut dirancang untuk menahan laju material sedimen dan mengurangi energi aliran air dari hulu ke hilir.

Dengan demikian, risiko terjadinya banjir bandang dan pendangkalan sungai dapat ditekan, sekaligus melindungi keselamatan masyarakat serta infrastruktur yang berada di kawasan hilir.

Selain berfungsi sebagai pengendali bencana, pembangunan sabo dam juga diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan.

Infrastruktur ini mendukung pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan dan berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar melalui perlindungan wilayah permukiman dan lahan produktif.

Seiring dimulainya kegiatan pembangunan, BWS Sumatera V Padang menekankan pentingnya dukungan teknis, koordinasi lintas sektor, serta sosialisasi kepada masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar.

Arahan dan dukungan dari Bupati Tanah Datar dinilai krusial agar seluruh tahapan pekerjaan dapat berjalan aman, lancar, dan sesuai perencanaan.

Bupati Tanah Datar Eka Putra menyatakan, pembangunan sabo dam memang menjadi perhatian serius pemerintah daerah mengingat kondisi geografis Tanah Datar yang rawan bencana alam, khususnya banjir bandang dan tanah longsor.

“Alhamdulillah usulan kita tersebut ditanggapi positif oleh Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai V Padang. Berdasarkan surat yang tembusannya dikirim ke kita, insya Allah pengerjaannya sudah ada kontraknya dan segera dikerjakan dalam waktu dekat,” ujar Eka Putra, Rabu (21/1/2026).

Eka Putra juga mengajak masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan pembangunan tersebut.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi faktor penting agar proyek strategis ini dapat diselesaikan tepat waktu dan memberikan manfaat maksimal.

“Kami dari Pemerintah Daerah tentu akan berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan masyarakat. Kami mohon doa dan dukungan kepada seluruh masyarakat agar upaya yang sedang dilakukan ini dapat terselesaikan dengan baik,” kata Eka Putra.

Pernyataan senada disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tanah Datar, Mustika Suarman. Ia memastikan bahwa pembangunan sabo dam telah memiliki kontrak kerja dan siap memasuki tahap pelaksanaan.

“Kami dari Dinas PUPR bersama dengan Balai Sungai sudah melakukan survei ke titik lokasi pembangunan. Mohon doa dan dukungan dari masyarakat agar pengerjaan ini dapat berjalan dengan baik,” ujar Mustika Suarman.

Dengan terbangunnya sabo dam di tiga lokasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar bersama BWS Sumatera V Padang berharap upaya mitigasi bencana dapat diperkuat dan risiko kerusakan akibat daya rusak air dapat diminimalkan secara signifikan. (red)

Baca Juga

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir bandang di Kabupaten Solok.
Pertamina Patra Niaga Sumbagut Bantu Korban Galodo Solok, Sembako hingga Kebutuhan Ibu dan Anak Disalurkan
Bukan Sekadar Soal Tinggi Badan, Ini yang Dikejar Tanah Datar dalam Cegah Stunting
Bukan Sekadar Soal Tinggi Badan, Ini yang Dikejar Tanah Datar dalam Cegah Stunting
Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian korban banjir bandang Arosuka Kabupaten Solok pada hari keempat dengan membagi area operasi sepanjang sekitar 14 kilometer ke dalam empat sektor.
Hari Keempat Pasca Banjir Bandang Solok, Tim SAR Gabungan Sisir Area Pencarian Sejauh 14 Kilometer
Galodo Solok Terjadi Saat Bulan Kering, Ini Penjelasan Peneliti soal Hujan Ekstrem
Galodo Solok Terjadi Saat Bulan Kering, Ini Penjelasan Peneliti soal Hujan Ekstrem
Tim SAR Gabungan melakukan pencarian korban banjir bandang di Kampung Parit, Pasaman.
Enam Hari Dicari, Warga yang Terseret Arus Banjir Bandang Pasaman Ditemukan Meninggal
Karhutla Meluas di Indonesia, 64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Pemerintah
Karhutla Meluas di Indonesia, 64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Pemerintah