Pembangunan Infrastruktur Penunjang Pelabuhan Teluk Tapang Masuki Tahap Awal

Pembangunan Infrastruktur Penunjang Pelabuhan Teluk Tapang Masuki Tahap Awal

Pelabuhan Teluk Tapang (Foto: Istimewa)

Sumbardaily.com, Pasaman Barat – Pembangunan infrastruktur penunjang di sisi darat Pelabuhan Teluk Tapang, yang berlokasi di Nagari Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas, Kabupaten Pasaman Barat, resmi memasuki tahap awal.

Dimulainya pekerjaan tersebut ditandai dengan pemasangan patok batas lahan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Teluk Bayur pada Kamis (5/2/2026).

Langkah awal ini disambut positif oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman Barat karena dinilai memiliki dampak strategis terhadap pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat setempat.

Kehadiran pelabuhan baru tersebut diharapkan menjadi pendorong aktivitas perdagangan dan distribusi barang di wilayah utara Sumatera Barat (Sumbar).

Kegiatan pemasangan patok batas lahan turut dihadiri sejumlah pejabat dari tingkat provinsi hingga kabupaten. Di antaranya Kepala Kantor KSOP Kelas II Teluk Bayur Chairul Awaluddin, Kepala Dinas Perhubungan Sumbar Dedy Diantolani, Kepala Dinas Kehutanan Sumbar Ferdinal Asmin.

Kemudian Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Sumbar Ahdiyarsyah, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pasaman Barat Bakaruddin, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pasaman Barat Armen.

Kepala KSOP Kelas II Teluk Bayur Chairul Awaluddin menegaskan bahwa pembangunan sisi darat Pelabuhan Teluk Tapang akan melibatkan masyarakat sekitar sebagai tenaga kerja.

“Kami berkomitmen bersama pelaksana dan tokoh masyarakat Air Bangis untuk memberdayakan tenaga kerja lokal. Sekitar 10 hingga 20 persen pekerja akan direkrut dari masyarakat setempat,” ujarnya, dikutip Jumat (6/2/2026).

Menurut Chairul, kesempatan kerja tersebut juga diprioritaskan bagi warga yang terdampak bencana alam dan kehilangan sumber penghidupan.

“Kami memberikan ruang seluas-luasnya bagi warga yang membutuhkan pekerjaan selama pembangunan berlangsung,” katanya.

Dari sisi pelaksanaan proyek, Pejabat Pembuat Komitmen kegiatan pembangunan Pelabuhan Teluk Tapang dari Kementerian Perhubungan Laut, Hakim, menjelaskan bahwa pekerjaan sisi darat dikerjakan oleh PT Sumber Bangun Sentosa dengan nilai kontrak Rp83,75 miliar. Masa pelaksanaan proyek ditetapkan selama 330 hari kerja hingga 15 Oktober 2026.

“Pemasangan patok batas lahan yang telah dinyatakan aman untuk pembangunan dilakukan bersama KSOP dan dinas terkait. Kami berharap dukungan seluruh pihak agar proyek ini berjalan lancar,” ujarnya.

Penanggung jawab kegiatan dari PT Sumber Bangun Sentosa, Sadar, menyatakan kesiapan pihaknya menjalankan kesepakatan untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal.

Pada tahap awal pembangunan, perusahaan berencana mempekerjakan sekitar 40 hingga 50 orang sesuai kebutuhan pekerjaan dan keahlian yang dibutuhkan.

Sementara itu, Pemkab Pasaman Barat memandang pembangunan Pelabuhan Teluk Tapang sebagai investasi strategis jangka panjang bagi daerah.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Sumbar yang juga tokoh masyarakat Air Bangis, Ahdiyarsyah, menyebut proyek tersebut telah lama dinantikan masyarakat.

“Sebagai anak nagari Air Bangis, kami sangat menyambut baik pembangunan ini. Pelabuhan Teluk Tapang diharapkan menjadi kebangkitan ekonomi daerah,” ujarnya.

Ia mengibaratkan pembangunan pelabuhan tersebut sebagai pepatah Minangkabau mambangkik batang tarandam, yakni upaya membangkitkan kembali kejayaan Air Bangis yang sejak masa kolonial dikenal sebagai kawasan pelabuhan penting.

Secara geografis, Pelabuhan Teluk Tapang direncanakan menjadi simpul logistik strategis yang melayani Pasaman Barat, wilayah utara Sumbar, hingga Mandailing Natal di Sumatera Utara.

Lokasinya yang hanya sekitar tiga kilometer dari perbatasan provinsi dinilai memberikan potensi besar dalam mendukung konektivitas antarwilayah serta memperkuat pertumbuhan ekonomi regional.

Dengan dimulainya pembangunan sisi darat ini, harapan terhadap hadirnya infrastruktur pelabuhan baru di Sumbar semakin nyata.

Pelabuhan Teluk Tapang diproyeksikan tidak hanya meningkatkan mobilitas logistik, tetapi juga memperluas kesempatan ekonomi bagi masyarakat sekitar dalam jangka panjang. (red)

Baca Juga

Mengapa Kota Wisata Perlu Punya Cerita? Ini Pandangan Dosen Unand
Mengapa Kota Wisata Perlu Punya Cerita? Ini Pandangan Dosen Unand
Solar Biodigester, Inovasi Warga Padang untuk Atasi Sampah Organik dan Genangan Air
Solar Biodigester, Inovasi Warga Padang untuk Atasi Sampah Organik dan Genangan Air
Kisah Hafiz Sumbar di MTQN 2026, Muslim Hafal 30 Juz Sejak Usia 10 Tahun
Kisah Hafiz Sumbar di MTQN 2026, Muslim Hafal 30 Juz Sejak Usia 10 Tahun
Hotspot Karhutla Sumsel Tembus 184 Titik, Jarak Pandang Bandara Palembang Sempat 700 Meter
Hotspot Karhutla Sumsel Tembus 184 Titik, Jarak Pandang Bandara Palembang Sempat 700 Meter
Menkeu Suahasil Ungkap Kinerja APBN hingga Agustus 2026, Masih On Track
Menkeu Suahasil Ungkap Kinerja APBN hingga Agustus 2026, Masih On Track
Perempuan Pasaman Barat Didorong Aktif di Politik, Kapasitas Jadi Kunci Kepemimpinan
Perempuan Pasaman Barat Didorong Aktif di Politik, Kapasitas Jadi Kunci Kepemimpinan