Pegawai Lapas dan KSB Padang Ikuti Simulasi Gempa, Ini Titik Akhir Evakuasinya

Pegawai Lapas dan KSB Padang Ikuti Simulasi Gempa, Ini Titik Akhir Evakuasinya

Simulasi evakuasi penyelematan diri ketika gempa bagi pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Kelompok Siaga Bencana (KSB) pada Sabtu (14/2/2026) pagi. (Dok. BPBD Padang)

Sumbardaily.com, Padang - Upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman gempa bumi dan tsunami terus dilakukan di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar).

Salah satunya melalui pelatihan kebencanaan yang melibatkan pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), Kelompok Siaga Bencana (KSB), serta masyarakat umum. Kegiatan tersebut berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 11 hingga 14 Februari 2026.

Pelatihan secara resmi dibuka oleh Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Hendri Zulviton.

Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia merupakan fondasi utama dalam menghadapi potensi bencana, khususnya gempa bumi dan tsunami yang menjadi ancaman nyata bagi wilayah pesisir.

"Kesiapsiagaan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata. Seluruh elemen masyarakat perlu memiliki pemahaman yang sama tentang bagaimana bertindak cepat, tepat, dan terkoordinasi ketika bencana terjadi. Dengan demikian, risiko korban jiwa maupun kerugian dapat ditekan semaksimal mungkin," katanya, Sabtu (14/2/2026).

Pelatihan ini, katanya, dirancang untuk membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan praktis. Materi yang diberikan mencakup pengenalan risiko bencana, upaya mitigasi, manajemen kedaruratan, sistem peringatan dini, hingga teknik evakuasi.

"Penyampaian materi dilakukan melalui kombinasi pemaparan, diskusi, serta praktik lapangan agar peserta tidak hanya memahami secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya," ujar Hendri.

Pelaksana Kegiatan, Deni Harzandi, menyampaikan bahwa sebanyak 80 orang mengikuti pelatihan ini. Peserta berasal dari pegawai Lapas, anggota KSB, dan masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa puncak kegiatan dilaksanakan pada hari terakhir dalam bentuk simulasi gempa dan tsunami. Simulasi tersebut menjadi ajang uji kemampuan peserta dalam merespons situasi darurat secara nyata.

“Untuk simulasi hari ini, titik akhir evakuasi berada di Tsunami Safe Zone depan SPBU Sawahan. Jarak tempuh lari peserta menuju zona aman sekitar 14 menit,” kata pria yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan (Kabid PK) BPBD Kota Padang tersebut.

Simulasi ini, katanya, bertujuan melatih kecepatan, ketepatan, serta kedisiplinan peserta dalam mengikuti jalur dan prosedur evakuasi yang telah ditetapkan.

Selain itu, kegiatan tersebut juga menguji kemampuan peserta dalam menjaga koordinasi di tengah situasi darurat.

Melalui pelatihan ini, BPBD Kota Padang berharap seluruh peserta mampu menjadi agen kesiapsiagaan di lingkungan masing-masing.

"Keberadaan mereka diharapkan dapat membantu menyebarluaskan pengetahuan kebencanaan sekaligus mendorong terbentuknya masyarakat yang lebih tangguh terhadap bencana," tuturnya. (adl)

Baca Juga

Material Banjir Hambat Akses Warga, BPBD Padang Lakukan Pembersihan
Material Banjir Hambat Akses Warga, BPBD Padang Lakukan Pembersihan
Cegah Korban Jiwa Saat Bencana, Dinkes Padang Panjang Bekali Warga dengan Pelatihan BHD
Cegah Korban Jiwa Saat Bencana, Dinkes Padang Panjang Bekali Warga dengan Pelatihan BHD
498 Warga Terdampak Akibat Banjir Padang, 120 Rumah Terendam
498 Warga Terdampak Akibat Banjir Padang, 120 Rumah Terendam
Kabut Asap Selimuti Sejumlah Wilayah Padang, BPBD Imbau Warga Waspada
Kabut Asap Selimuti Sejumlah Wilayah Padang, BPBD Imbau Warga Waspada
12 personel BPBD Kota Padang dikerahkan untuk membantu penanganan banjir bandang di Kabupaten Solok.
BPBD Padang Kirim 12 Personel Bantu Tangani Banjir Bandang di Solok
Petugas BPBD Kota Padang menangani pohon pinus tumbang yang menimpa mobil di Jalan Batang Anai, Padang Barat.
Hujan dan Angin Kencang di Padang, Pohon Tumbang Timpa Mobil Warga