Sumbardaily.com, Padang – Partisipasi pemilih pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di Sumatera Barat (Sumbar) hanya mencapai 57,15 persen, jauh di bawah target awal yang ditetapkan sebesar 75 persen.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumbar, Surya Efitrimen, secara terbuka mengakui ketidakmampuan mencapai target partisipasi yang direncanakan.
"Kita tidak bisa mencapai target partisipasi pemilih yang telah ditetapkan," ungkap Surya saat rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara dan penetapan hasil Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar.
Sebelumnya, KPU Sumbar telah mengupayakan sosialisasi secara menyeluruh, mulai dari tingkat desa hingga provinsi. "Berbagai upaya sosialisasi dan pemberitahuan kepada masyarakat sudah dilakukan sesuai tahapan yang ditetapkan," sambungnya.
Menanggapi rendahnya partisipasi pemilih, pihak KPU Sumbar berencana melakukan kajian komprehensif. Surya menekankan perlunya pendekatan akademis untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi rendahnya partisipasi masyarakat.
Rencana selanjutnya, KPU Sumbar akan menggandeng para akademisi untuk melakukan penelitian mendalam. Tujuannya untuk menemukan solusi efektif meningkatkan partisipasi pemilih pada even demokrasi mendatang.
"Makanya perlu kajian secara akademis kenapa t partisipasi pemilih rendah pada Pilkada 2024 ini," tutup Surya.
Langkah ini menunjukkan komitmen KPU untuk terus memperbaiki kualitas proses demokrasi di wilayahnya. (red)
















