Sumbardaily.com, Agam – Sawah Pokok Murah di Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar) kembali membuktikan efektivitasnya dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Panen raya di lahan Kelompok Tani Makmur, Nagari Bayur, Kecamatan Tanjung Raya, Rabu (3/9/2025), mencatat hasil ubinan mencapai 7,6 ton per hektare.
Capaian itu diperoleh dari lahan seluas 0,2 hektare yang ditanami varietas padi Kusuik Putiah. Angka tersebut melonjak signifikan dibandingkan hasil sebelum penerapan Sawah Pokok Murah yang rata-rata hanya sekitar 5,1 ton per hektare.
Peningkatan ini sekaligus memperlihatkan bahwa metode Sawah Pokok Murah mampu memberikan solusi nyata terhadap produktivitas sekaligus efisiensi biaya.
Seorang penyuluh pertanian di Tanjung Raya menegaskan, penerapan Sawah Pokok Murah terbukti menekan biaya produksi dan membuat hasil panen lebih optimal. Hal itu menjadi jawaban atas tantangan petani yang selama ini terbebani oleh tingginya ongkos tanam.
Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, yang turut hadir pada panen raya tersebut, menyampaikan bahwa Sawah Pokok Murah menjadi strategi pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
“Metode ini berhasil menekan biaya, meningkatkan hasil, dan pada akhirnya mendongkrak pendapatan petani. Program ini sekaligus memberikan manfaat bagi keberlanjutan sektor pertanian,” ujarnya.
Iqbal menambahkan, selain meningkatkan produksi, Sawah Pokok Murah juga berdampak positif terhadap kesuburan tanah serta mendorong praktik pertanian organik. Dengan begitu, program ini dinilai tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga ramah lingkungan.
Ia berharap keberhasilan panen di Bayur dapat menjadi inspirasi bagi nagari lain di Agam. Menurutnya, program Sawah Pokok Murah kini sudah diterapkan di hampir seluruh nagari di kabupaten tersebut dan memperoleh dukungan dari pemerintah provinsi hingga pusat.
Bahkan, Komisi IV DPR RI menaruh perhatian positif agar program ini bisa diperluas ke berbagai daerah di Indonesia.
“Kami berharap keberhasilan ini memotivasi petani untuk terus berinovasi, menekan biaya produksi, serta menikmati panen yang lebih menguntungkan,” kata Iqbal. (red)















