Produktivitas Sawah Pokok Murah di Agam Capai 6,8 Ton per Hektar

Produktivitas Sawah Pokok Murah di Agam Capai 6,8 Ton per Hektar

Panen sawah dengan metode budidaya Sawah Pokok di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Selasa (2/9/2025). (Foto: Pemkab Agam)

Sumbardaily.com, Agam – Upaya peningkatan produktivitas pertanian melalui metode Sawah Pokok Murah di Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar) menunjukkan hasil menggembirakan.

Berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Agam per 14 Oktober 2025, sejumlah lahan sawah dengan metode Sawah Pokok Murah yang dikelola melalui dana nagari berhasil mencatat hasil panen lebih tinggi dibandingkan metode konvensional.

Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Armelia, menjelaskan bahwa hasil monitoring di sejumlah nagari menunjukkan produktivitas rata-rata Sawah Pokok Murah mencapai 6,80 ton per hektar pada lahan dengan dana nagari dan 6,64 ton per hektar pada lahan swadaya.

Angka ini lebih tinggi dibandingkan sistem konvensional yang masing-masing hanya menghasilkan 5,52 ton per hektar (dana nagari) dan 5,88 ton per hektar (swadaya).

“Adapun total hasil panen Sawah Pokok Murah mencapai 169,67 ton, sedangkan metode konvensional hanya 140,30 ton,” ujar Armelia, Rabu (15/10/2025).

Ia menambahkan, hingga pertengahan Oktober, sebanyak 59 lokasi sawah telah dipanen, dengan 50 lokasi mengalami peningkatan produktivitas, satu lokasi stagnan, dan delapan lokasi mengalami penurunan.

Salah satu peningkatan paling signifikan terjadi di Ambacang Pakiduah KWT Tunas Harapan, Nagari Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan. Di wilayah ini, hasil panen melonjak 100 persen, dari 3,20 ton per hektar dengan metode konvensional menjadi 6,40 ton per hektar setelah menerapkan metode Sawah Pokok Murah.

Meski demikian, tidak semua lokasi mencatat hasil positif. Di Sawah Pokok Murah Swadaya Kamang Hilia, hasil panen justru mengalami penurunan sekitar 10 persen akibat dampak kemarau yang terjadi pada fase generatif tanaman padi.

Menurut Armelia, capaian ini membuktikan bahwa pendekatan pertanian berbasis nagari melalui Sawah Pokok Murah efektif dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas petani.

“Data ini menjadi dasar penguatan ketahanan pangan berbasis nagari yang terbukti efektif dan adaptif terhadap kondisi lokal,” katanya.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam pun berkomitmen melanjutkan pembinaan kepada kelompok tani serta memperluas penerapan Sawah Pokok Murah di seluruh kecamatan.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Agam. (red)

Baca Juga

Sejarah Pemindahan Ibu Kota Agam ke Lubuk Basung, Berawal dari Keterbatasan Bukittinggi
Sejarah Pemindahan Ibu Kota Agam ke Lubuk Basung, Berawal dari Keterbatasan Bukittinggi
Tim SAR Gabungan mengevakuasi jenazah korban yang ditemukan mengapung di Danau Singkarak, Tanjung Mutiara, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.
Tim SAR Gabungan Evakuasi Mayat Tanpa Identitas di Danau Singkarak
Peneliti Unand Kembangkan Antibiotik Alternatif dari Rumput Laut untuk Atasi Luka Diabetes
Peneliti Unand Kembangkan Antibiotik Alternatif dari Rumput Laut untuk Atasi Luka Diabetes
Sidang MK Bahas Ganti Rugi Keterlambatan Penerbangan, DPR Minta Evaluasi Dilakukan Setiap Tahun
Sidang MK Bahas Ganti Rugi Keterlambatan Penerbangan, DPR Minta Evaluasi Dilakukan Setiap Tahun
Padang Pikul Target Hunian Tetap Terbesar di Sumbar, Pemerintah Pusat Beri Apresiasi Tinggi
Padang Pikul Target Hunian Tetap Terbesar di Sumbar, Pemerintah Pusat Beri Apresiasi Tinggi
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir memimpin Upacara Peringatan Gugurnya Pahlawan Nasional Bagindo Aziz Chan ke-79 di Lapangan Upacara Balai Kota Aie Pacah, Minggu (19/7/2026).
79 Tahun Setelah Gugur, Perjuangan Bagindo Aziz Chan Masih Menjadi Arah Pembangunan Kota Padang