Sumbardaily.com - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pariaman mencatatkan capaian tertinggi sepanjang sejarah dengan menembus angka Rp57,44 miliar pada tahun 2025. Pencapaian tersebut menjadi yang pertama kalinya PAD Kota Pariaman melampaui Rp50 miliar dan terjadi pada masa kepemimpinan Wali Kota Pariaman Yota Balad bersama Wakil Wali Kota Mulyadi.
Capaian tersebut terungkap dalam Rapat Evaluasi PAD Kota Pariaman yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Pariaman Yota Balad didampingi Wakil Wali Kota Mulyadi di Ruang Rapat Wali Kota Pariaman, Selasa (2/6/2026) pagi.
Rapat itu turut dihadiri seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kepala badan, serta kepala kantor di lingkungan Pemerintah Kota Pariaman.
Berdasarkan laporan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Pariaman, Rudy Repenaldi Rilis, PAD Kota Pariaman tahun 2025 mencapai Rp57.449.978.227,89. Angka tersebut meningkat sebesar 12,95 persen dibandingkan PAD tahun 2024.
Pendapatan daerah tersebut bersumber dari berbagai sektor, di antaranya Pajak Daerah, Pajak Reklame, Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) Makanan dan/atau Minuman, PBJT Tenaga Listrik, PBJT Jasa Perhotelan, PBJT Jasa Parkir, Retribusi Daerah, Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), PBJT Jasa Kesenian dan Hiburan, serta sumber PAD lainnya.
Meski berhasil mencetak rekor pada tahun sebelumnya, Pemerintah Kota Pariaman masih menghadapi tantangan untuk mencapai target PAD tahun 2026 yang telah ditetapkan sebesar Rp76.130.609.859,00.
Hingga pertengahan tahun 2026, realisasi PAD baru mencapai Rp28.147.423.119,00 atau sekitar 36,97 persen dari target yang telah ditentukan.
“Tahun 2026 Pemerintah Kota Pariaman menargetkan PAD sebesar Rp. 76.130.609.859,00,- akan tetapi pertengahan tahun 2026 PAD tersebut baru terealisasi sebesar Rp. 28.147.423.119,00,- atau sekitar 36,97%,” sebut Yota Balad.
Menurut Yota Balad, masih tersedia waktu hingga akhir tahun untuk meningkatkan capaian pendapatan daerah. Karena itu, seluruh perangkat daerah diminta memaksimalkan kinerja dan menghadirkan berbagai inovasi guna mendongkrak penerimaan daerah.
Ia juga menegaskan pentingnya menggali lebih jauh berbagai potensi pendapatan yang dimiliki Kota Pariaman agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai secara optimal.
“Evaluasi ini sangat penting sekali, kalau dapat diadakan sekali dalam sebulan sehingga kita bisa mengetahui target keuangan yang telah ditetapkan bisa tercapai atau tidak tanpa ada celah kebocoran di lapangan,” tegas Yota Balad.
Selain itu, Yota Balad meminta OPD yang menjadi penghasil PAD untuk terus melakukan evaluasi dan percepatan dalam pengumpulan retribusi daerah. Langkah tersebut dinilai penting agar pendapatan daerah dapat dimaksimalkan, terutama di tengah kondisi keterbatasan anggaran saat ini.
“Kami berdua Balad-Mulyadi punya target visi misi yang dijanjikan kepada masyarakat. Bapak/Ibu adalah ujung tombak dari semua keberhasilan tersebut. Untuk itu kami ucapkan terimakasih kepada seluruh OPD yang telah berusaha dan berupaya untuk meningkatkan PAD Kota Pariaman menjadi lebih baik lagi ke depannya, sehingga target yang ditetapkan bisa tercapai sesuai dengan yang diharapkan,” pungkasnya.
Melalui evaluasi rutin dan penguatan inovasi di setiap perangkat daerah, Pemerintah Kota Pariaman optimistis target PAD tahun 2026 dapat dikejar hingga akhir tahun, sekaligus mempertahankan tren positif peningkatan pendapatan daerah yang telah tercatat pada tahun sebelumnya. (*)
















