Sumbardaily.com, Padang - Suasana Ramadan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Padang terasa berbeda pada Sabtu (14/3/2026) malam.
Sejumlah warga binaan pemasyarakatan (WBP) mendapat kesempatan langka untuk berbuka puasa bersama keluarga mereka dalam satu momen kebersamaan yang penuh haru.
Kegiatan buka puasa bersama tersebut digelar sebagai bagian dari program pembinaan yang bertujuan mempererat hubungan emosional antara warga binaan dan keluarga.
Kegiatan berlangsung di lingkungan Rutan Kelas IIB Padang dan dihadiri para WBP beserta anggota keluarga mereka.
Momen ini disambut antusias oleh para warga binaan maupun keluarga yang hadir. Bagi banyak WBP, kesempatan untuk duduk bersama keluarga saat waktu berbuka menjadi momen yang sangat berarti, terutama di bulan Ramadan yang identik dengan kebersamaan.
Suasana haru terasa ketika para warga binaan akhirnya dapat berbincang langsung dengan keluarga mereka. Sebagian dari mereka memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melepas rindu dengan orang-orang terdekat setelah sekian waktu terpisah.
Kepala Rutan Kelas IIB Padang, Mai Yudiansyah menyebut kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pembinaan kepribadian bagi warga binaan selama menjalani masa pidana.
“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dukungan moral dan semangat bagi para warga binaan agar terus memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, suasana kebersamaan terlihat jelas ketika para WBP menikmati hidangan berbuka bersama keluarga mereka. Percakapan hangat dan senyum haru mewarnai pertemuan singkat yang terjadi di dalam area rutan tersebut.
"Bagi kami, kegiatan buka puasa bersama keluarga WBP ini bukan sekadar agenda Ramadan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi salah satu sarana untuk memperkuat dukungan keluarga terhadap proses pembinaan warga binaan," ucap pria yang akrab disapa Yudi tersebut.
Rutan Kelas IIB Padang berharap kegiatan serupa dapat memberikan dampak positif terhadap perubahan sikap para warga binaan.
Yudi menilai dukungan keluarga menjadi faktor penting dalam membantu proses reintegrasi sosial mereka ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat.
"Dengan adanya kegiatan seperti ini, hubungan kekeluargaan antara WBP dan keluarga tetap terjaga meskipun mereka sedang menjalani masa pembinaan di dalam Rutan," pungkas pria asal Muaro Labuah, Kabupaten Solok Selatan (Solsel) tersebut. (adl)
















