Sumbardaily.com, Padang Panjang - Minimalisir jumlah sampah yang dihasilkan setiap harinya, komunitas Padang Panjang Zero Waste (Pa.Jero) terus mengampanyekan gaya hidup zero waste di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat (Sumbar).
Komunitas yang beranggotakan sejumlah penggiat lingkungan ini berupaya mendukung program Pemerintah Kota (Pemko) Padang Panjang dalam mengatasi permasalahan persampahan yang mulai memasuki kondisi kritis.
Salah satu Anggota Komunitas Pa.Jero, Masri Edwar menjelaskan bahwa komunitas ini berdiri pada 1 Desember 2022 dengan prinsip utama mengurangi pembuangan sampah.
"Ini berarti mengurangi konsumsi barang yang tidak perlu dan memilih produk yang dapat didaur ulang atau dikomposkan," ungkapnya pada Rabu (5/6/2024).
Dalam menerapkan gaya hidup zero waste, Pa.Jero memulai gerakan dari rumah ke rumah dengan mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga.
Hal ini dilakukan agar penyerapan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sungai Andok yang sudah over capacity sejak 2020 dapat berkurang.
Selain itu, Komunitas Pa.Jero juga mendirikan bank sampah bernama Al Jero WM di Kelurahan Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat.
Bank sampah ini hanya menerima donasi sampah anorganik seperti botol, kaleng, dan thinwall dalam keadaan bersih. Sementara untuk sampah organik seperti kulit buah dan sayur, masyarakat diminta untuk mengomposnya sendiri di rumah masing-masing.
"Berbeda dengan bank sampah lainnya, bank sampah ini hanya menerima donasi sampah anorganik seperti botol, kaleng, thinwall dan lain-lain dalam keadaan bersih. Sedangkan sampah organik seperti kulit buah dan sayur kita minta untuk dapat dikompos di rumah masing-masing. Kita juga layani penjemputan pilahan sampah tersebut," jelas Masri.
Saat ini, Al Jero WM telah melayani 18 rumah tangga atau 1 RT, dengan total lebih kurang 410 kilogram sampah. Komunitas ini juga menyediakan 9 lazy composter dari galon bekas yang bisa dimiliki warga secara gratis dan mengumpulkan 100 liter minyak jelantah per bulan dari 18 rumah tersebut.
Sebagai gantinya, warga mendapatkan 1 liter minyak goreng untuk setiap 7 kilogram minyak jelantah yang diserahkan.
Dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada 2 Juni 2024 lalu, Pa.Jero menggelar kampanye untuk membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dari sampah serta pemilahannya di Lapangan Bancalaweh.
Ke depan, komunitas ini berencana menjalin kerjasama dengan pengelola panti asuhan dan sekolah boarding, serta melakukan gerakan sedekah sampah dari masyarakat bekerja sama dengan pengurus masjid atau musala.
"Semoga dengan hal kecil ini kita bisa bersama-sama bersatu mengurangi produksi sampah di Padang Panjang," tutur Masri. (red)
















