Sumbardaily.com, Padang – Semen Padang FC akhirnya menghindari rangkaian hasil imbang beruntun pada awal putaran kedua BRI Super League 2025/2026 setelah meraih kemenangan tipis atas Persita Tangerang.
Gol penentu yang tercipta melalui eksekusi penalti Diego Mauricio pada menit 90+4 di Stadion Haji Agus Salim, Padang, menjadi momen krusial yang menjaga peluang Kabau Sirah keluar dari tekanan zona degradasi.
Kemenangan 1-0 tersebut membuat Semen Padang FC naik satu tingkat ke posisi ke-16 klasemen sementara dengan koleksi 15 poin. Meski masih berada di area degradasi, jarak dengan tim di atasnya, PSBS Biak, kini tersisa dua poin sehingga membuka peluang untuk memperbaiki posisi pada pertandingan berikutnya.
Sepanjang pertandingan, kedua tim tampil dengan pendekatan yang relatif berhati-hati, terutama pada babak pertama. Alur permainan lebih banyak berputar di sektor tengah lapangan dengan intensitas serangan yang terbatas.
Situasi serupa berlanjut hingga memasuki paruh kedua laga, ketika upaya membuka ruang serangan masih belum menghasilkan peluang yang benar-benar menentukan.
Perubahan mulai terlihat setelah masuknya Diego Mauricio di lini depan Semen Padang FC. Kehadiran pemain anyar tersebut memberi tambahan tekanan terhadap pertahanan Persita Tangerang. Pada masa tambahan waktu, pelanggaran yang dilakukan pemain belakang Persita di dalam kotak penalti menghadirkan kesempatan emas bagi tuan rumah.
Diego Mauricio yang dipercaya sebagai algojo berhasil menjalankan tugasnya dengan baik melalui tendangan penalti yang berbuah gol kemenangan. Hasil tersebut memastikan Semen Padang FC mengoleksi lima poin dari tiga pertandingan awal putaran kedua, yang diperoleh melalui dua hasil imbang dan satu kemenangan.
Pelatih Semen Padang FC, Dejan Antonic, menyampaikan apresiasi terhadap kerja keras para pemain yang mampu melewati laga sulit dan mengamankan tiga poin di kandang sendiri.
“Para pemain bekerja dengan keras. Meskipun menang tipis dengan gol penalti, tapi itu sangat patut disyukuri karena yang terpenting kita menang dan raih tiga poin,” ujarnya usai pertandingan.
Dejan menjelaskan bahwa pada babak pertama timnya sengaja tidak bermain terburu-buru dalam menyerang. Menurutnya, Persita Tangerang memiliki kecenderungan menunggu dan memancing lawan untuk membuka permainan sebelum melancarkan serangan balik.
“Permainan mereka (Persita) kita lihat di babak pertama banyak defense dan mengirim long pass. Jadi mereka memancing kami agar menyerang. Tapi kami sudah menganalisa sebelumnya, sehingga strategi mereka bisa kami atasi,” ungkapnya.
Setelah pertandingan ini, Dejan bersama jajaran pelatih berencana melakukan evaluasi guna memperbaiki sejumlah kekurangan sebelum menghadapi laga berikutnya. Ia menilai Arema FC sebagai lawan kuat sehingga persiapan harus dilakukan secara maksimal.
“Untuk itu kami harus segera mengalihkan fokus persiapan untuk menghadapi Arema di kandang mereka. Target kami sebisa mungkin untuk mencuri poin,” katanya. (red)
















