Sumbardaily.com – Maroko memastikan tempat di babak perempat final Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Kanada pada pertandingan babak 16 besar di Houston. Dua gol yang dicetak Azzedine Ounahi pada babak kedua, ditambah satu gol penutup dari Soufiane Rahimi pada masa injury time, memastikan Atlas Lions mengakhiri perjalanan tim tuan rumah bersama Kanada di turnamen tersebut.
Kemenangan ini membawa Maroko kembali menembus delapan besar untuk dua edisi Piala Dunia secara beruntun. Setelah sebelumnya mencatat sejarah sebagai wakil Afrika pertama yang mencapai semifinal pada Piala Dunia Qatar 2022, Atlas Lions kini kembali menjaga asa untuk melangkah lebih jauh.
Keberhasilan tersebut mengantarkan Maroko ke laga perempat final yang akan berlangsung di Boston pada 9 Juli, menghadapi pemenang pertandingan antara Prancis dan Paraguay. Sementara itu, Kanada harus mengakhiri kiprahnya di babak 16 besar. Meski tersingkir, pencapaian itu tetap menjadi catatan membanggakan mengingat sebelum edisi ini para pemain Kanada belum pernah meraih satu kemenangan pun di ajang Piala Dunia.
Pada babak pertama, Kanada tampil lebih agresif. Tim tersebut langsung menekan sejak menit awal dengan intensitas tinggi dan memaksa Maroko beberapa kali menghadapi situasi bola mati melalui sepak pojok.
Peluang emas pertama lahir ketika Kanada memanfaatkan bola liar di lini pertahanan Maroko. Ali Ahmed mengirimkan umpan kepada Tani Oluwaseyi, yang berhasil melepaskan diri dari kawalan Redouane Halhal sebelum berhadapan langsung dengan gawang. Namun, penyelesaian akhirnya masih mampu digagalkan kiper Maroko kelahiran Kanada, Yassine Bounou, menggunakan kaki kirinya.
Maroko yang ditangani Mohamed Ouahbi sempat mengalami kesulitan mengembangkan permainan. Situasi semakin berat setelah pencetak gol terbanyak tim di turnamen ini, Ismael Saibari, harus meninggalkan lapangan pada menit ke-22 akibat dugaan cedera otot. Posisinya kemudian digantikan oleh Soufiane Rahimi.
Pergantian tersebut justru menjadi awal kebangkitan Atlas Lions. Memasuki babak kedua, Ounahi mengambil alih peran sebagai motor serangan sekaligus pembeda dalam pertandingan.
Gol pembuka Maroko tercipta melalui skema bola mati yang dieksekusi dengan baik. Berawal dari umpan mendatar Achraf Hakimi dari sisi kanan menuju depan kotak penalti, Ounahi langsung melepaskan tembakan keras tanpa kontrol. Bola meluncur deras melewati jangkauan Maxime Crepeau sebelum bersarang di sisi kiri gawang Kanada.
Gol tersebut kembali membuktikan catatan impresif Maroko ketika Ounahi mencetak gol. Sebelumnya, Atlas Lions selalu memenangkan tujuh pertandingan setiap kali gelandang tersebut berhasil membobol gawang lawan, dan tren positif itu kembali berlanjut.
Selepas unggul, permainan Maroko semakin berkembang. Sebaliknya, intensitas permainan Kanada mulai menurun meski sempat memberikan ancaman melalui tendangan mendatar Tajon Buchanan yang masih mampu diamankan Bounou.
Ounahi kemudian memastikan kemenangan Maroko lewat gol keduanya pada babak kedua. Memanfaatkan serangan balik cepat, ia menerima umpan pendek dari Brahim Diaz sebelum melepaskan tendangan keras ke sudut atas gawang yang gagal dijangkau Crepeau.
Maroko sebenarnya hampir menambah keunggulan ketika Rahimi menanduk bola yang hanya membentur mistar gawang. Namun, penyerang tersebut akhirnya mencatatkan namanya di papan skor beberapa saat kemudian.
Pada masa tambahan waktu, Rahimi menyambut umpan terobosan dari Diaz dengan penyelesaian tenang yang memperbesar keunggulan Atlas Lions menjadi 3-0 sekaligus mengunci kemenangan.
Hasil tersebut memastikan Maroko kembali tampil di babak perempat final Piala Dunia 2026, melanjutkan pencapaian bersejarah yang telah mereka ukir pada edisi sebelumnya. Di sisi lain, Kanada harus mengakhiri perjalanan di Houston, meski keberhasilan mencapai babak 16 besar tetap menjadi salah satu pencapaian penting dalam sejarah sepak bola negara tersebut. (*)
















