Mandi-mandi di Ujung Batu Berujung Duka, Dua Anak di Padang Meninggal Dunia Terseret Arus

Mandi-mandi di Ujung Batu Berujung Duka, Dua Anak di Padang Meninggal Dunia Terseret Arus

Prajurit TNI mengevakuasi salah satu bocah meninggal dunia usai mandi-mandi di kawasan Ujung Batu, Kelurahan Pasia Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang pada Sabtu (30/1/2026) siang. (Dok. BPBD)

Sumbardaily.com, Padang - Tragedi memilukan terjadi di kawasan pesisir Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) pada Sabtu (31/1/2026) siang.

Tiga anak laki-laki dilaporkan hanyut saat mandi-mandi di kawasan Ujung Batu, Pasia Sabalah, Kelurahan Pasia Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah.

Dalam peristiwa tersebut, dua anak dinyatakan meninggal dunia, sementara satu korban lainnya hingga kini belum ditemukan.

Kejadian nahas itu berlangsung sekitar pukul 12.00 WIB. Warga setempat dikejutkan oleh kabar adanya anak-anak yang terseret arus laut saat bermain di perairan Ujung Batu.

"Lokasi kejadian berada di RT 03 RW 14 Pasia Sabalah, wilayah pesisir yang kerap menjadi tempat anak-anak bermain air," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalaksa BPBD) Kota Padang, Hendri Zulviton.

Hendri mengatakan, korban meninggal dunia masing-masing bernama Akmal (7) dan Akbar (7) yang berdomisili di kawasan Talao Sapek, Parupuak Tabiang.

"Sementara satu korban lainnya, Rozi (8) berasal dari wilayah yang sama, hingga saat ini masih dalam pencarian," katanya.

Peristiwa tersebut, kata Hendri, pertama kali diketahui warga setelah melihat sesosok tubuh anak mengapung di laut. Salah seorang nelayan setempat, Ir (40), yang berdomisili di RT 02 RW 14 Pasia Sabalah.

"Saksi segera merespons dengan mengambil perahu untuk memberikan pertolongan. Upaya penyelamatan dilakukan secepat mungkin di tengah kondisi laut yang tidak bersahabat," katanya.

Warga lainnya kemudian menghubungi aparat terkait, termasuk Babinsa serta petugas Puskesmas setempat.

"Dua korban yang berhasil dievakuasi segera dilarikan ke Rumah Sakit Islam Siti Rahmah Padang untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawa keduanya tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia," ucapnya.

Sementara itu, proses pencarian terhadap korban ketiga masih terus dilakukan. Warga bersama pihak terkait berupaya menyisir area sekitar lokasi kejadian, berharap korban dapat segera ditemukan.

"Kejadian ini menjadi peringatan keras terkait berbahayanya bermain di kawasan laut tanpa pengawasan orang dewasa, khususnya bagi anak-anak. Kawasan Ujung Batu dikenal memiliki arus laut yang cukup kuat, terutama pada jam-jam tertentu," tuturnya.

Hingga berita ini dirampungkan, pihak terkait masih melakukan koordinasi untuk penanganan lanjutan, termasuk pencarian korban yang belum ditemukan serta pendampingan kepada keluarga korban yang terdampak musibah tersebut. (adl)

Baca Juga

Kasus Keracunan MBG Berulang, LBH Padang Minta SPPG Bermasalah Diusut hingga Dugaan Korupsi
Kasus Keracunan MBG Berulang, LBH Padang Minta SPPG Bermasalah Diusut hingga Dugaan Korupsi
Akhir September 2026, Mayoritas Wilayah Indonesia Diprediksi Diguyur Hujan Rendah
Akhir September 2026, Mayoritas Wilayah Indonesia Diprediksi Diguyur Hujan Rendah
Sumbar-Jeonbuk Pererat Persahabatan, Kerja Sama Sister City Mulai Didorong
Sumbar-Jeonbuk Pererat Persahabatan, Kerja Sama Sister City Mulai Didorong
Gelombang 4 Meter Berpeluang Terjadi di Mentawai, Nelayan Diminta Waspada
Gelombang 4 Meter Berpeluang Terjadi di Mentawai, Nelayan Diminta Waspada
Mengapa Kota Wisata Perlu Punya Cerita? Ini Pandangan Dosen Unand
Mengapa Kota Wisata Perlu Punya Cerita? Ini Pandangan Dosen Unand
Solar Biodigester, Inovasi Warga Padang untuk Atasi Sampah Organik dan Genangan Air
Solar Biodigester, Inovasi Warga Padang untuk Atasi Sampah Organik dan Genangan Air