Luapan Sungai di Agam, Tujuh Warga Terjebak Berjam-jam di Ladang Menunggu Evakuasi

Luapan Sungai di Agam, Tujuh Warga Terjebak Berjam-jam di Ladang Menunggu Evakuasi

Salah satu titik terdampak di Kabupaten Agam dalam kejadian atau peristiwa akibat bencana hujan deras sejak Sabtu (22/11/2025) siang. (Dok. Pusdalops PB Agam)

Sumbardaily.com, Agam - Luapan sungai di Nagari Salareh Aia Barat, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar) menyebabkan tujuh warga terjebak di area ladang sejak Sabtu (22/11/2025).

Kondisi tersebut membuat mereka tidak dapat kembali ke rumah dan harus menunggu evakuasi dari Basarnas serta tim SAR gabungan.

Kepala Kantor SAR Padang atau SAR Mission Coordinator (SMC) Padang, Abdul Malik, mengonfirmasi operasi pencarian dan pertolongan telah dimulai pada Minggu (23/11/2025) setelah laporan masuk dari Sekretaris Nagari Salareh Aia Barat, Yeni, pada pukul 13.48 WIB.

Menurut laporan awal, tujuh warga tersebut berangkat menuju ladang pada Sabtu pukul 08.00 WIB dengan perlengkapan untuk aktivitas seharian.

Namun, hujan deras menyebabkan debit air sungai meluap hingga menutup jalur pulang mereka. Kontak terakhir dengan salah satu warga bernama Deni Irawan Roza terjadi pada pukul 20.00 WIB.

"Setelah itu, komunikasi terputus dan para warga bertahan di satu titik sambil menunggu bantuan," kata Abdul Malik.

Mereka yang dilaporkan terjebak masing-masing bernama Febrianto (36), Amirudin, Abdul Hakim (45), Deni Irawan Roza (51), Yeni Novita (47), Dasman (44) dan Jisril Mahendra (17). Seluruhnya merupakan warga Salareh Aia Barat.

“Hingga laporan diterima, mereka belum bisa kembali ke rumah karena akses tertutup luapan sungai. Kami telah mengerahkan tim menuju lokasi,” ujar Abdul Malik.

Tim SAR dari Pos Pasaman diberangkatkan pukul 14.04 WIB dengan estimasi waktu tempuh dua jam menuju lokasi kejadian. Jarak titik operasi dari Pos SAR Pasaman tercatat sekitar 35,6 kilometer dalam garis lurus dan sekitar 56,8 kilometer melalui jalur darat.

Dalam operasi ini, tim membawa sejumlah perlengkapan di antaranya rescue car, perahu karet tipe LCR dengan mesin tempel, perlengkapan mountaineering, peralatan SAR air, logistik medis, dan perlengkapan komunikasi.

Cuaca menjadi hambatan utama dalam proses evakuasi. Berdasarkan laporan di lapangan, kondisi hujan disertai kecepatan angin 8 knot membuat debit air sungai tetap tinggi dan menghambat mobilisasi ke titik lokasi.

Abdul Malik menyampaikan bahwa operasi penyelamatan dilakukan dengan prinsip keselamatan tim sebagai prioritas. “Debit air sungai masih tinggi, sehingga kami harus memastikan jalur aman sebelum menyentuh lokasi. Kami terus memantau kondisi,” katanya.

Hingga Minggu sore, tim SAR masih dalam perjalanan dan proses evakuasi masih berlangsung.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa fenomena cuaca ekstrem masih terus terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Barat dan mengakibatkan risiko keselamatan bagi masyarakat yang beraktivitas di area sungai, lembah, dan lahan pertanian.

Basarnas mengimbau masyarakat lebih berhati-hati terhadap potensi banjir bandang dan luapan sungai, terutama ketika curah hujan tinggi.

Sejumlah Kejadian

Sebagaimana diketahui, Kabupaten Agam dilanda sejumlah bencana hidrometeorologi dalam rentang waktu kurang dari 24 jam. Mulai dari banjir bandang, luapan sungai, jalan amblas, hingga pohon tumbang terjadi di beberapa kecamatan setelah curah hujan tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu (22/11/2025).

Data dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam mencatat, sedikitnya empat kategori kejadian yang terjadi beruntun sejak Sabtu siang hingga Minggu pagi.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Agam, Rahmad Lasmono, membenarkan adanya rangkaian insiden tersebut dan menyebut tim sudah diterjunkan ke sejumlah titik terdampak.

Peristiwa pertama tercatat pada Sabtu siang di Jorong Kampuang Pasia, Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh.

"Hujan deras membuat sungai meluap dan merusak badan jalan Kampuang Pasia-Lurah Dalam sepanjang 25 meter dengan kedalaman amblas mencapai 2,5 meter. Selain itu, sekitar 3 hektare sawah warga terendam," katanya.

Laporan bencana berikutnya diterima Minggu dini hari. Di Jorong Sungai Buluah, Nagari Cingkariang, Kecamatan Banuhampu, tiga rumah warga terendam banjir hingga ketinggian 80 sentimeter.

"Lima kepala keluarga terdampak, dengan dua rumah sudah surut, sementara satu rumah milik warga bernama Yulma masih tergenang. BPBD melakukan penyedotan air menggunakan mesin portabel untuk mempercepat penanganan," katanya.

Sekitar pukul 04.05 WIB, katanya, banjir bandang terjadi di Jorong Paninjauan, Kecamatan Tanjung Raya. Material kayu dan batu terbawa aliran deras hingga menutup akses jalan lingkar Sicawan-Paninjauan pada dua titik.

"Di titik pertama, material menutup jalan sepanjang 10 meter dengan tinggi 30 sentimeter. Pada titik kedua, ketinggian material mencapai 1 meter dan membuat jalan putus sepanjang 120 meter," katanya.

Tak hanya merusak akses jalan, banjir bandang tersebut menimbun tiga unit kolam renang, menghancurkan tiga bangunan saung semi permanen, merusak satu unit kafe, serta menimbun ladang dan sawah warga seluas 5 hektare.

"Kolam pembibitan ikan seluas 1 hektare ikut tertutup material lumpur. Akses air bersih melalui jaringan Pansimas juga terputus akibat perubahan aliran sungai," ungkapnya.

Di wilayah lain, kata Rahmad, tepatnya ruas jalan Palupuh-Bukittinggi, empat titik pohon tumbang sempat memblokir jalan raya.

"Insiden terjadi akibat hujan disertai angin kencang pada Minggu pagi. Setelah dilakukan pembersihan oleh BPBD, akses kendaraan kini kembali normal," ucapnya.

Rahmad Lasmono menyebut seluruh tim BPBD telah melakukan asesmen lapangan, pendataan kerusakan, serta koordinasi dengan pemerintah nagari, camat, dan dinas teknis terkait, termasuk Dinas PUTR Agam.

“Beberapa lokasi masih dalam tahap penanganan. Kami juga berkoordinasi untuk langkah lanjutan, terutama terkait infrastruktur yang rusak dan rumah warga terdampak,” ujar Rahmad.

BPBD Agam mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama di daerah rawan banjir bandang, luapan sungai dan longsor mengingat curah hujan diperkirakan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan. (adl)

Baca Juga

Keluhan Siswa Diduga Berkaitan dengan MBG, Pemkab Agam Tunggu Hasil Pemeriksaan
Keluhan Siswa Diduga Berkaitan dengan MBG, Pemkab Agam Tunggu Hasil Pemeriksaan
Jalan dan Jembatan Rusak di Agam Mulai Diperbaiki, Anggaran Capai Rp18,3 Miliar
Jalan dan Jembatan Rusak di Agam Mulai Diperbaiki, Anggaran Capai Rp18,3 Miliar
Sawah Pokok Murah di Agam Makin Diminati, 55 Lokasi Capai 7,219 Hektare
Sawah Pokok Murah di Agam Makin Diminati, 55 Lokasi Capai 7,219 Hektare
Pulang dari Paskibraka Nasional 2026, Ahmad Al Fatih Disambut Pemkab Agam Penuh Kebanggaan
Pulang dari Paskibraka Nasional 2026, Ahmad Al Fatih Disambut Pemkab Agam Penuh Kebanggaan
Nagari Bayua Agam Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Bantuan Rp154 Juta Disalurkan
Nagari Bayua Agam Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Bantuan Rp154 Juta Disalurkan
Pemkab Agam Salurkan 1,95 Ton Benih Padi untuk Pulihkan 78 Hektare Lahan Terdampak Bencana
Pemkab Agam Salurkan 1,95 Ton Benih Padi untuk Pulihkan 78 Hektare Lahan Terdampak Bencana