Longsor Terjang UIN Imam Bonjol Padang, Perkuliahan Dialihkan ke Online Empat Hari

Longsor Terjang UIN Imam Bonjol Padang, Perkuliahan Dialihkan ke Online Empat Hari

Pergerakan tanah membuat Kampus Universitas Imam Bonjol (UIN IB) yang berada di kawasan Sungai Bangek, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) mengalami pergerakan tanah dan longsor hingga menimpa sejumlah kendaraan pada Selasa (25/11/2025) siang. (Foto: Istimewa)

Sumbardaily.com, Padang - Longsor yang menerjang kawasan Kampus III Universitas Islam Negeri Imam Bonjol (UIN IB) Padang di Sungai Bangek, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang pada Selasa (25/11/2025) siang, memunculkan kekhawatiran baru terkait stabilitas lahan perbukitan di tengah cuaca ekstrem yang melanda Kota Padang selama hampir sepekan terakhir.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 13.40 WIB tersebut dipicu oleh hujan berintensitas tinggi yang terus mengguyur wilayah itu selama lima hari berturut-turut.

Kondisi tanah yang jenuh air membuat tebing di sekitar Gedung B Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) tidak mampu lagi menahan tekanan, hingga akhirnya mengalami pergerakan dan runtuh.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa ataupun luka, dampak kerusakan yang muncul cukup signifikan. Material tanah yang meluncur ke bawah menerjang area parkir dan merusak sejumlah kendaraan milik civitas akademika.

Empat mobil mengalami kerusakan, sementara tiga motor rusak parah dan delapan unit lainnya terdampak ringan. Situasi ini menambah daftar risiko yang dihadapi kawasan perbukitan, terutama saat hujan ekstrem berkepanjangan.

Beberapa saat setelah kejadian, Rektor UIN Imam Bonjol Padang bersama Wakil Rektor I dan II, pimpinan Pasca Sarjana serta unsur pejabat utama kampus langsung meninjau lokasi untuk memastikan penanganan dapat berlangsung cepat dan terkoordinasi.

Kehadiran pimpinan kampus menjadi langkah awal untuk memetakan kerusakan, menilai potensi longsor susulan dan menetapkan kebijakan darurat demi keamanan mahasiswa dan pegawai.

"Kami telah melakukan koordinasi lintas lembaga. Kami menyampaikan bahwa laporan resmi telah diteruskan kepada Wali Kota Padang, yang kemudian menugaskan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk menurunkan personel dan alat berat guna membantu evakuasi material longsor," kata Rektor UIN IB Padang, Martin Kustati, Selasa malam.

Upaya tersebut, katanya, masih berlangsung hingga kini, mengingat kondisi tanah yang labil dan proses pembersihan yang memerlukan penanganan bertahap.

Rektor menegaskan bahwa kampus juga telah menyampaikan laporan awal kepada pihak terkait untuk memastikan penanganan lanjutan dapat dilakukan sesuai prosedur kebencanaan.

"Langkah ini dilakukan untuk mencegah risiko lanjutan serta memfasilitasi koordinasi yang lebih komprehensif, termasuk mitigasi jangka pendek dan pemetaan struktur tanah di lingkungan kampus," katanya.

Sebagai langkah antisipatif, UIN Imam Bonjol Padang mengeluarkan imbauan resmi agar civitas akademika menjauhi area terdampak longsor.

"Kami juga memutuskan untuk mengalihkan proses perkuliahan secara dalam jaringan (daring) atau online mulai tanggal 25 hingga 28 November 2025," kata Martin.

Kebijakan ini, katanya, diambil untuk menjaga keselamatan seluruh pihak sambil menunggu situasi dinyatakan aman dan stabil oleh tim teknis.

"Pernyataan resmi ini juga diharapkan dapat membuka jalan bagi penanganan lanjutan yang lebih komprehensif dalam menghadapi risiko longsor dan pergerakan tanah di lingkungan pendidikan tersebut," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, area kampus UIN Imam Bonjol di Sungai Bangek, Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, menjadi lokasi terdampak setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak beberapa hari terakhir.

Longsor menyebabkan kerusakan signifikan, terutama pada Gedung B Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) yang dilaporkan mengalami kemiringan.

Peristiwa tersebut menimbulkan kepanikan di lingkungan akademik karena bangunan yang sehari-hari digunakan mahasiswa dan dosen untuk kegiatan perkuliahan tiba-tiba menunjukkan tanda-tanda penurunan struktur.

Kondisi ini memberikan gambaran bahwa cuaca ekstrem yang melanda Padang bukan sekadar gangguan aktivitas, tetapi telah mencapai tahap yang mengancam keselamatan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Kabid KL) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Al Banna, membenarkan kejadian tersebut.

Menurutnya, kerusakan pada gedung FEBI bukan hanya berupa retakan atau kerusakan kecil, tetapi telah menyebabkan struktur bangunan miring secara kasat mata.

“Benar, gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam sudah mereng. Ini akibat dari hujan lebat yang menyebabkan tanah longsor,” katanya.

Dampak longsor tersebut tidak hanya berhenti pada kerusakan bangunan. Gerakan tanah di sekitar lokasi memperparah kondisi infrastruktur kampus, termasuk area parkir di sisi gedung.

Sejumlah kendaraan mahasiswa dan civitas akademika turut terdampak. Empat unit mobil mengalami kerusakan, sementara enam sepeda motor dilaporkan dalam kondisi rusak sedang. Situasi ini mempertegas skala darurat yang terjadi.

Merespons keadaan tersebut, BPBD Kota Padang langsung mengirimkan tim ke lokasi untuk melakukan penanganan awal.

Fokus utama penanganan sementara diarahkan pada pengamanan area terdampak, mencegah keruntuhan bangunan lebih lanjut, sekaligus memastikan tidak ada aktivitas yang membahayakan mahasiswa maupun pegawai.

Sementara itu, Camat Koto Tangah, Fizlan Setiawan, menambahkan bahwa pergerakan tanah mulai terasa sekitar pukul 13.45 WIB.

Menurut laporan di lapangan, pergerakan itu bermula dari sisi bangunan yang berada di dekat area parkir. Gerusan air hujan yang terus mengguyur daerah Sungai Bangek diduga memperlemah pondasi tanah hingga akhirnya menyebabkan longsor besar.

“Hal ini mengakibatkan tanah pada parkiran gedung tersebut longsor dan pondasi rusak berat,” katanya.

Untuk menghindari risiko lebih lanjut, area kampus yang terdampak kini telah disterilkan. Mahasiswa dan staf di sekitar gedung terdampak telah dipindahkan ke lokasi aman.

Aktivitas kampus di zona tersebut dihentikan untuk sementara waktu sampai ada hasil kajian teknis mengenai kondisi struktur tanah dan bangunan.

Keberadaan kampus UIN Imam Bonjol yang berada di kawasan perbukitan Sungai Bangek selama ini memang dikenal cukup rentan terhadap perubahan kontur tanah, terutama ketika hujan deras terjadi dalam durasi panjang.

Dengan kondisi cuaca ekstrem yang masih berlangsung, Civitas Akademika UIN Imam Bonjol Padang bersama pemerintah daerah dan BPBD masih terus memantau situasi. Hingga saat ini, belum ada laporan korban luka maupun korban jiwa. (adl)

Baca Juga

BPBD Agam Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban Longsor di Sungai Landia
BPBD Agam Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban Longsor di Sungai Landia
Pemulihan Pascabencana Tanah Datar Dikebut, Pembangunan Huntap Jadi Fokus Utama
Pemulihan Pascabencana Tanah Datar Dikebut, Pembangunan Huntap Jadi Fokus Utama
Warga Menyeberang Pakai Rakit, Pemkab Padang Pariaman Ajukan Rp40 Miliar Bangun Jembatan Anduriang
Warga Menyeberang Pakai Rakit, Pemkab Padang Pariaman Ajukan Rp40 Miliar Bangun Jembatan Anduriang
Jembatan Darurat Segera Dibangun Usai Insiden Lansia Hanyut di Sungai Batang Anai
Jembatan Darurat Segera Dibangun Usai Insiden Lansia Hanyut di Sungai Batang Anai
Peringatan Dini Cuaca Sumbar: Hujan Sedang hingga Lebat Berpotensi Terjadi 6-8 Mei 2026
Peringatan Dini Cuaca Sumbar: Hujan Sedang hingga Lebat Berpotensi Terjadi 6-8 Mei 2026
Hujan Deras Picu Longsor di Agam, Seorang Warga Ditemukan Meninggal Dunia
Hujan Deras Picu Longsor di Agam, Seorang Warga Ditemukan Meninggal Dunia