Lembah Anai Rawan Bencana, Usulan Flyover Menguat

Lembah Anai Rawan Bencana, Usulan Flyover Menguat

Rekonstruksi jalur Lembah Anai pascabencana banjir bandang yang melanda kawasan tersebut pada Jumat (28/11/2025). (Foto: Kominfo Tanah Datar)

Sumbardaily.com, Tanah Datar – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Datar kembali mendorong percepatan penanganan kawasan rawan bencana di Lembah Anai. Bupati Tanah Datar, Eka Putra, mengajukan usulan resmi kepada DPR RI agar pemerintah pusat membangun flyover di sekitar Lembah Anai, kawasan yang berulang kali terdampak banjir bandang dan longsor.

Usulan tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk meminimalkan risiko bencana yang terus mengganggu konektivitas antarwilayah.

Eka Putra menegaskan bahwa keberadaan flyover akan menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi banjir bandang yang sering menutup badan jalan di jalur utama tersebut.

Menurutnya, infrastruktur baru ini dapat memperkuat ketahanan jalur vital yang menghubungkan Padang dengan sejumlah daerah di Sumatera Barat maupun Riau.

Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda, membenarkan adanya permohonan pembangunan flyover tersebut. Pernyataan itu disampaikan melalui video resmi Kominfo Tanah Datar, Kamis (11/12/2025).

“Ada usulan dari Bupati Tanah Datar soal pembangunan flyover di kawasan air terjun Lembah Anai,” ujar Zigo.

Ia menyebut pembangunan flyover merupakan kebutuhan mendesak mengingat jalur Padang–Pekanbaru via Lembah Anai merupakan lintasan yang sangat vital bagi mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.

Komisi V, katanya, berkomitmen memaksimalkan anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk percepatan penanganan dampak bencana.

Zigo menambahkan, pihaknya mendukung penuh kebijakan daerah yang berorientasi pada pemulihan akses utama pascabencana. Dengan tersendatnya jalur Lembah Anai sejak Kamis (27/11/2025), mobilitas warga semakin terganggu.

Saat ini, jalur tersebut hanya dapat dilalui sepeda motor, sementara kendaraan roda empat dialihkan melalui Sitinjau Lauik yang memperpanjang waktu tempuh secara signifikan.

Sementara itu, Pengamat Transportasi Universitas Bung Hatta (UBH), Fidel Miro, menilai pembangunan Flyover Lembah Anai yang pernah direncanakan semestinya kembali dipertimbangkan.

Menurut Fidel, rencana tersebut sempat dibahas beberapa tahun lalu, namun perkembangannya tidak lagi terdengar.

“Dulu sudah ada videonya, sudah ditunjukkan konsepnya. Tapi sekarang tidak jelas lagi kelanjutannya. Menurut saya, flyover Lembah Anai ini penting untuk diwujudkan,” ujarnya.

Pemerintah daerah berharap usulan pembangunan flyover dapat masuk dalam prioritas penanganan pusat sehingga konektivitas regional kembali pulih dan risiko bencana dapat ditekan. (red)

Baca Juga

MK Tolak Gugatan Soal SIM Kedaluwarsa, Ini Alasan Permohonan Tak Diterima
MK Tolak Gugatan Soal SIM Kedaluwarsa, Ini Alasan Permohonan Tak Diterima
Tanah Ulayat Pasca Bencana Jadi Sorotan, Dosen FH Bung Hatta Rumuskan Model Regulasi
Tanah Ulayat Pasca Bencana Jadi Sorotan, Dosen FH Bung Hatta Rumuskan Model Regulasi
Antrean Haji Indonesia Kini 14 Tahun, Prabowo Minta Terus Dipangkas
Antrean Haji Indonesia Kini 14 Tahun, Prabowo Minta Terus Dipangkas
Tim Opsnal Satreskrim Polres Pesisir Selatan melakukan penyelidikan terkait pengamanan aset PT Telkom di GraPARI Painan.
Polisi Telusuri Pengamanan Aset Telkom di Pesisir Selatan, Ini Temuannya
Warna Baru New Honda Stylo 160 Resmi Meluncur, Ini Pilihan untuk Tipe ABS dan CBS
Warna Baru New Honda Stylo 160 Resmi Meluncur, Ini Pilihan untuk Tipe ABS dan CBS
Ombudsman Sumbar dan Pertamina memeriksa kualitas Pertalite di SPBU Gunung Pangilun.
Keluhan Pertalite di Sumbar Ditelusuri, Ombudsman Cek Data Transaksi hingga Sampel BBM