Sumbardaily.com - Kota Solok mencatat nilai 96,38 untuk dokumen Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) dalam rangkaian evaluasi nasional yang diselenggarakan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di Jakarta. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan arah pembangunan kependudukan yang dijalankan pemerintah daerah.
Hasil evaluasi tersebut juga menjadi pijakan dalam pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) Kota Solok Tahun 2025-2026 yang digelar di Akmal Room, Bappeda Kota Solok, Rabu (8/7/2026). Evaluasi dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program kependudukan berjalan selaras dengan target pembangunan daerah sekaligus menjadi dasar penyusunan program tahun 2026.
Kegiatan monitoring dan evaluasi itu dihadiri Wali Kota Solok, Dr. Ramadhani Kirana Putra, bersama Sekretaris Daerah Kota Solok, Ketua TP-PKK Kota Solok, serta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Solok.
Dalam arahannya, Ramadhani menegaskan bahwa PJPK tidak hanya berfungsi sebagai dokumen administrasi, tetapi menjadi instrumen strategis dalam pembangunan daerah.
"PJPK bukan sekadar dokumen administratif, melainkan instrumen strategis untuk mengendalikan kuantitas penduduk, meningkatkan kualitas penduduk, serta mengarahkan mobilitas penduduk," ujarnya.
Menurutnya, data kependudukan yang akurat dan terintegrasi menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan lintas sektor sehingga seluruh program pembangunan dapat berjalan lebih efektif.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut, Pemerintah Kota Solok menilai capaian berbagai program kependudukan yang telah dilaksanakan sepanjang 2025. Hasil evaluasi kemudian digunakan sebagai dasar untuk mengoptimalkan berbagai intervensi pada 2026, terutama dalam percepatan penurunan angka stunting dan peningkatan kesejahteraan keluarga.
Pada kesempatan yang sama, Ramadhani juga menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam menjalankan program pembangunan kependudukan.
"Melalui kerja sama yang solid, diharapkan dapat terwujud sumber daya manusia Kota Solok yang unggul, berdaya saing, dan siap mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045," katanya.
Capaian skor 96,38 pada evaluasi nasional PJPK tersebut menjadi salah satu modal bagi Kota Solok untuk terus memperkuat pembangunan kependudukan berbasis data sekaligus memastikan program yang dijalankan selaras dengan target pembangunan daerah. (*)
















