Sumbardaily.com - Pawai Alegoris ke-5 di Kota Solok tidak hanya menghadirkan kemeriahan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan yang berlangsung di SDN 06 Kelurahan Tanah Garam, Sabtu (29/8/2026), juga menjadi ruang untuk memperlihatkan kolaborasi sekolah dengan masyarakat melalui sejumlah program pendidikan dan sosial.
Wali Kota Solok menghadiri sekaligus membuka Pawai Alegoris ke-5 yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut. Kegiatan berlangsung meriah dengan peserta yang membawa beragam kreativitas dan menampilkan semangat kemerdekaan.
Dalam pawai tersebut, peserta mengenakan berbagai jenis pakaian, mulai dari pakaian adat hingga pakaian perjuangan. Mereka juga menampilkan sejumlah karya dan kreasi yang menggambarkan nasionalisme serta kecintaan terhadap budaya Indonesia.
Di tengah kemeriahan kegiatan, perhatian Wali Kota Solok juga tertuju pada program yang dijalankan SDN 06 Tanah Garam. Salah satunya adalah SONATA 06 atau SDN 06 Berkarya Tanah Garam.
Program tersebut dinilai menunjukkan adanya kerja sama antara berbagai unsur di lingkungan sekolah dan masyarakat. Kolaborasi itu melibatkan tokoh masyarakat, pihak sekolah, komite, RW, RT, serta seluruh perangkat kelurahan.
“Program SONATA 06 ini menunjukkan kolaborasi dan sinergi yang luar biasa antara tokoh masyarakat, pihak sekolah, komite, RW, RT, serta seluruh perangkat kelurahan,” ujar Wali Kota Solok.
Menurut Wali Kota, kolaborasi yang terbangun melalui program tersebut memperlihatkan bahwa proses pendidikan tidak hanya menjadi tugas sekolah. Dukungan dari masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan juga dibutuhkan agar pendidikan dapat berjalan secara lebih luas.
Selain SONATA 06, Wali Kota Solok memberikan apresiasi terhadap program SEJUTA atau Sedekah Jumat Takwa yang dijalankan keluarga besar SDN 06 Tanah Garam.
SEJUTA merupakan gerakan kepedulian sosial yang menghimpun donasi dari murid dan guru setiap bulan. Dana yang terkumpul selanjutnya disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan dan menjadi penerima manfaat di lingkungan sekitar SDN 06 Tanah Garam.
Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari pembelajaran bagi para siswa. Melalui kegiatan berbagi, siswa diperkenalkan pada kepedulian terhadap masyarakat sejak usia dini.
“Program SEJUTA ini juga sangat baik. Sedekah Jumat Takwa dikumpulkan setiap bulan dari donasi murid dan guru, kemudian diberikan kepada penerima manfaat yang ada di lingkungan sekolah. Ini merupakan bentuk pendidikan karakter kepada anak-anak, bagaimana sejak dini mereka diajarkan untuk peduli dan berbagi kepada sesama,” ungkapnya.
Wali Kota berharap berbagai kegiatan dan program positif yang telah berjalan di SDN 06 Tanah Garam dapat dipertahankan sekaligus dikembangkan. Pendidikan karakter, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong dinilai menjadi unsur penting dalam proses pembentukan generasi muda Kota Solok.
Pawai Alegoris ke-5 kemudian menjadi lebih dari sekadar agenda untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut juga mempertemukan unsur sekolah, orang tua, masyarakat, dan pemerintah dalam suasana perayaan kemerdekaan.
Momentum itu sekaligus menjadi sarana mempererat silaturahmi antara berbagai pihak yang terlibat dalam lingkungan pendidikan. Di sisi lain, keberadaan program SONATA 06 dan SEJUTA menunjukkan adanya upaya menghubungkan kegiatan pendidikan dengan keterlibatan masyarakat serta kepedulian sosial.
Dengan demikian, Pawai Alegoris ke-5 di SDN 06 Kelurahan Tanah Garam tidak hanya menampilkan pakaian adat, pakaian perjuangan, serta berbagai karya peserta. Kegiatan tersebut juga memperlihatkan bagaimana semangat kemerdekaan dapat diisi melalui kolaborasi, pendidikan karakter, kepedulian sosial, dan gotong royong di lingkungan sekolah dan masyarakat. (*)
















