Bundo Kanduang se-Sumbar Berkumpul di Solok, Bahas Penguatan Karakter Generasi

Bundo Kanduang se-Sumbar Berkumpul di Solok, Bahas Penguatan Karakter Generasi

Organisasi Bundo Kanduang dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat berkumpul di Kota Solok dalam Pertemuan Konsolidasi Organisasi Bundo Kanduang Kabupaten/Kota se-Sumatera Barat yang digelar di Gedung Kubuang Tigo Baleh, Jumat (10/7/2026). (Foto: Pemko Solok)

Sumbardaily.com - Organisasi Bundo Kanduang dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat berkumpul di Kota Solok dalam Pertemuan Konsolidasi Organisasi Bundo Kanduang Kabupaten/Kota se-Sumatera Barat yang digelar di Gedung Kubuang Tigo Baleh, Jumat (10/7/2026).

Forum ini menjadi momentum memperkuat peran perempuan Minangkabau dalam menjaga nilai adat, moral, dan karakter generasi di tengah tantangan era digital.

Pertemuan tersebut diharapkan menghasilkan berbagai rekomendasi strategis untuk menjawab isu-isu sosial kontemporer. Selain itu, konsolidasi ini juga menjadi upaya memperkokoh posisi perempuan sebagai limpapeh rumah nan gadang yang memiliki peran penting sebagai benteng moral dalam keluarga dan masyarakat Minangkabau.

Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Solok, Dr. Ramadhani Kirana Putra, menghadiri pertemuan sebagai bentuk dukungan nyata Pemerintah Kota Solok terhadap penguatan peran perempuan Minangkabau. Kehadirannya menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pelestarian adat dan budaya Minangkabau di tengah perkembangan zaman.

Pada kesempatan itu, Ramadhani memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran pengurus Bundo Kanduang yang selama ini tetap konsisten menjaga dan melestarikan adat serta budaya Minangkabau. Menurutnya, organisasi tersebut memiliki peran yang sangat strategis dalam menjaga tatanan sosial, moral, dan etika di tengah kehidupan masyarakat.

Ia mengatakan, derasnya arus informasi di era digital menjadi tantangan yang tidak ringan bagi pembentukan karakter generasi muda. Karena itu, Bundo Kanduang dinilai memiliki tanggung jawab besar dalam menanamkan nilai-nilai adat dan agama kepada anak-anak sejak usia dini.

"Bundo Kanduang memiliki posisi strategis sebagai madrasah pertama bagi anak-anak kita. Tantangan zaman saat ini sangat berat dengan derasnya arus informasi. Oleh karena itu, kita membutuhkan peran aktif Bundo Kanduang untuk menanamkan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) sejak dini," ujar Ramadhani.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, niniak mamak, hingga Bundo Kanduang, untuk terus memperkuat kolaborasi dalam membangun karakter generasi penerus. Menurutnya, sinergi yang kokoh akan mampu melahirkan berbagai program yang berdampak langsung terhadap pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter dan berakhlak mulia di Sumatera Barat.

Melalui pertemuan konsolidasi tersebut, diharapkan lahir berbagai rekomendasi strategis dalam menjawab berbagai persoalan sosial yang berkembang saat ini. Forum ini sekaligus diharapkan semakin memperkuat peran perempuan Minangkabau sebagai benteng moral utama dalam keluarga dan masyarakat sehingga nilai-nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah tetap terjaga di tengah tantangan era digital.

Baca Juga

Harimau Sumatera Masuk Permukiman di Solok, BKSDA Sumbar Lakukan Penghalauan
Harimau Sumatera Masuk Permukiman di Solok, BKSDA Sumbar Lakukan Penghalauan
Diduga Edarkan Ganja, Pria Muda di Solok Ditangkap Polisi
Diduga Edarkan Ganja, Pria Muda di Solok Ditangkap Polisi
Irigasi Banda Gadang Solok Rusak, Pemprov Sumbar Kucurkan Anggaran Rp2 Miliar
Irigasi Banda Gadang Solok Rusak, Pemprov Sumbar Kucurkan Anggaran Rp2 Miliar
Maigus Nasir: 17.000 Anak Putus Sekolah di Sumbar, 7.000 di Padang
Maigus Nasir: 17.000 Anak Putus Sekolah di Sumbar, 7.000 di Padang
Peran Bundo Kanduang Jadi Kunci Atasi Tawuran Remaja
Peran Bundo Kanduang Jadi Kunci Atasi Tawuran Remaja
Unik! Bundo Kanduang Tanah Datar Ajarkan Sumbang Duo Baleh Langsung di Sekolah
Unik! Bundo Kanduang Tanah Datar Ajarkan Sumbang Duo Baleh Langsung di Sekolah