Kloter 05 Embarkasi Padang Terbang dari BIM, 20 Jemaah Gunakan Kursi Roda dalam Penerbangan

Kloter 05 Embarkasi Padang Terbang dari BIM, 20 Jemaah Gunakan Kursi Roda dalam Penerbangan

Jemaah haji Kloter 05 Embarkasi Padang yang merupakan gabungan dari Provinsi Sumatera Barat dan Bengkulu resmi diberangkatkan menuju Madinah melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Rabu (29/4/2026) dini hari. (Foto: Kemenhaj)

Sumbardaily.com - Jemaah haji Kloter 05 Embarkasi Padang yang merupakan gabungan dari Provinsi Sumatera Barat dan Bengkulu resmi diberangkatkan menuju Madinah melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Rabu (29/4/2026) dini hari.

Pemberangkatan ini menjadi sorotan karena dilakukan lebih cepat dari jadwal yang telah ditentukan serta didominasi oleh jemaah perempuan dan lanjut usia.

Keberangkatan jemaah tersebut dilepas langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat, M. Rifki, bersama Kepala Kanwil Kemenhaj Bengkulu, Intihan. Keduanya turut didampingi Ketua Dharma Wanita dari masing-masing wilayah.

Rifki menjelaskan bahwa Kloter 05 terdiri dari total 393 orang yang mencakup jemaah dan petugas. Rinciannya, sebanyak 223 jemaah berasal dari Kabupaten Padang Pariaman dan 164 jemaah dari Provinsi Bengkulu.

“Total jemaah dan petugas dalam kloter ini sebanyak 393 orang, terdiri dari 223 jemaah asal Padang Pariaman dan 164 jemaah asal Bengkulu,” ujar Rifki dilansir laman Kemenhaj, Kamis (30/4/2026).

Ia menambahkan, penggabungan dua daerah dalam satu kloter dilakukan sebagai bagian dari strategi operasional untuk menjaga efisiensi serta memastikan seluruh jemaah dapat diberangkatkan sesuai nomor manifes.

“Ini bagian dari pengaturan operasional agar seluruh jemaah dapat terlayani sesuai jadwal,” katanya.

Menariknya, komposisi jemaah dalam kloter ini didominasi oleh perempuan dan kelompok lanjut usia. Tercatat sebanyak 229 jemaah perempuan dan 152 jemaah lansia tergabung dalam Kloter 05.

Menurut Rifki, kondisi tersebut menjadi perhatian khusus dalam penyelenggaraan layanan di embarkasi. Pola pelayanan pun disesuaikan dengan kebutuhan jemaah, terutama bagi lansia yang memerlukan pendampingan lebih intensif.

“Layanan kita sesuaikan dengan karakteristik jemaah, terutama lansia yang membutuhkan pendampingan lebih intensif,” ujarnya.

Dari sisi operasional penerbangan, proses keberangkatan berjalan lancar bahkan lebih cepat dari jadwal. Pesawat dengan nomor penerbangan GA-3505 yang dijadwalkan lepas landas pukul 01.05 WIB, justru sudah mengudara pada pukul 00.39 WIB.

“Artinya terdapat percepatan sekitar 26 menit dari jadwal keberangkatan,” kata Rifki.

Seluruh kursi dalam penerbangan tersebut terisi penuh tanpa adanya kursi kosong atau open seat. Dengan demikian, total 393 penumpang berhasil diberangkatkan dalam satu kloter ini.

Selain itu, terdapat 20 jemaah yang menggunakan fasilitas kursi roda selama proses keberangkatan dan penerbangan. Hal ini menjadi bagian dari upaya pelayanan bagi jemaah dengan kebutuhan khusus.

“Ini menjadi bagian dari perhatian layanan kita terhadap jemaah lansia dan yang membutuhkan bantuan khusus,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Kloter 05, Muhammad Azkar Saidina Umar, memastikan seluruh jemaah dalam kondisi baik sebelum keberangkatan. Ia juga menyebut tidak ada kendala selama proses menunggu di terminal bandara.

“Alhamdulillah, jemaah Kloter 05 yang berasal dari Bengkulu dan Padang Pariaman sudah menaiki pesawat. Selama masa menunggu di terminal bandara tidak ada kendala,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa jemaah asal Bengkulu telah tiba di Bandara Internasional Minangkabau sejak pukul 21.00 WIB sebelum proses boarding dimulai.

“Untuk jemaah Bengkulu, sudah berada di bandara sejak pukul 21.00 WIB dan seluruh proses berjalan lancar. Kita juga disediakan makan dan minum,” katanya.

Secara umum, kondisi kesehatan jemaah dinyatakan baik, meskipun terdapat beberapa orang yang membutuhkan perhatian khusus.

“Jemaah dalam kondisi sehat, hanya ada beberapa yang perlu perhatian, namun tetap dalam penanganan,” ujarnya.

Azkar juga mengungkapkan masih ada dua jemaah yang belum menerima kartu Nusuk. Namun, hal tersebut akan diselesaikan setibanya di Madinah.

“Kartu Nusuk yang belum diterima akan diselesaikan di Bandara Madinah,” katanya.

Dengan diberangkatkannya Kloter 05 ini, tersisa sembilan kloter lagi dari Embarkasi Padang yang akan menyusul untuk diterbangkan ke Tanah Suci. Skema penggabungan kloter dinilai mampu meningkatkan efektivitas pemberangkatan sekaligus menjaga kualitas pelayanan bagi seluruh jemaah. (*)

Baca Juga

Ratusan siswa mengikuti kegiatan edukasi Hari Anak Nasional di Bandara Internasional Minangkabau dengan mengenal dunia aviasi dan berbagai profesi di lingkungan bandara.
Hari Anak Nasional, BIM Sulap Bandara Menjadi Ruang Belajar Dunia Penerbangan bagi Anak-anak
Embarkasi Padang Jadi Salah Satu yang Terbaik dalam Penyelenggaraan Haji 2026
Embarkasi Padang Jadi Salah Satu yang Terbaik dalam Penyelenggaraan Haji 2026
Setelah Dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi, Dua Jemaah Haji Padang Tiba di Kampung Halaman
Setelah Dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi, Dua Jemaah Haji Padang Tiba di Kampung Halaman
Kisah Haru Dua Bersaudara Gantikan Orang Tua yang Wafat, Berangkat Haji Berkat Hasil Panen Melimpah
Kisah Haru Dua Bersaudara Gantikan Orang Tua yang Wafat, Berangkat Haji Berkat Hasil Panen Melimpah
Pemko Payakumbuh Jemput Jemaah Haji di BIM, Pelayanan Berlanjut Hingga Tiba di Rumah
Pemko Payakumbuh Jemput Jemaah Haji di BIM, Pelayanan Berlanjut Hingga Tiba di Rumah
Peserta Pertemuan Komite Keamanan Bandara di Bandara Internasional Minangkabau membahas penguatan keamanan bandara, koordinasi darurat, dan pengawasan area publik pada tahun 2026.
BIM Fokus Benahi Keamanan Sisi Darat, Area Publik Kini jadi Perhatian Utama