Kemarau Tak Kunjung Usai, Ratusan Warga Agam Gelar Shalat Minta Hujan

Kemarau Tak Kunjung Usai, Ratusan Warga Agam Gelar Shalat Minta Hujan

Ratusan warga Agam laksanakan Shalat Istisqa di Lapangan Bola Kaki Nagari Batu Taba, Kamis (24/7/2025). (Foto: Media Center Agam)

Sumbardaily.com, Agam – Musim kemarau yang berkepanjangan melanda wilayah Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), memicu keprihatinan mendalam di kalangan masyarakat. Di tengah kekeringan yang semakin parah dan ancaman gagal panen, ratusan warga Nagari Batu Taba, Kecamatan Ampek Angkek, menggelar shalat sunah Istisqa sebagai ikhtiar spiritual memohon turunnya hujan.

Pelaksanaan shalat Istisqa ini dilakukan pada Kamis (24/7/2025) di lapangan bola kaki Nagari Batu Taba, dan diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari anak-anak, orang tua, tokoh adat, hingga ulama. Suasana haru menyelimuti prosesi tersebut, dengan isak tangis mewarnai lantunan doa yang dipanjatkan oleh jamaah.

Shalat Istisqa dipimpin oleh Ustadz Bilal, sementara khutbah disampaikan oleh Ustadz Darno Effendi. Keduanya mengajak masyarakat untuk memperbanyak istighfar, memohon ampunan, dan mengembalikan segalanya kepada kehendak Allah SWT dalam menghadapi cobaan kekeringan yang terjadi.

"Shalat ini bukan sekadar ritual, tetapi bentuk kepasrahan dan pengharapan yang tulus dari hati masyarakat. Kami semua berharap, Allah segera menurunkan hujan sebagai rahmat-Nya," ujar Darno dalam khutbahnya.

Air Mengering, Petani Terdampak

Kemarau panjang yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir telah berdampak luas, terutama pada sektor pertanian. Banyak lahan pertanian di Kabupaten Agam yang mengalami kekeringan, dan sejumlah petani dilaporkan gagal panen akibat tidak adanya pasokan air.

Bupati Agam, Benni Warlis, yang turut hadir dalam kegiatan ini, menyampaikan empatinya kepada masyarakat. Ia mengakui bahwa kondisi ini menjadi tantangan besar, terutama bagi para petani yang sangat bergantung pada curah hujan.

"Doa yang kita panjatkan bersama hari ini adalah bentuk pengharapan dan ketulusan kita kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kita berharap hujan segera turun untuk menyelamatkan pertanian dan kehidupan masyarakat," ujar Benni.

Doa dan Harapan yang Menggugah

Pelaksanaan shalat Istisqa ini bukan hanya menjadi simbol keteguhan iman masyarakat, tetapi juga pengingat akan pentingnya menjaga hubungan antara manusia dengan alam dan Sang Pencipta. Di tengah krisis air, masyarakat masih memilih jalan spiritual sebagai bentuk solusi dan ikhtiar kolektif.

Bagi warga yang masih memegang erat nilai-nilai religius, upaya seperti ini adalah manifestasi kepercayaan bahwa setiap masalah, termasuk bencana kekeringan, adalah bagian dari ujian hidup yang harus dihadapi dengan kesabaran dan ketundukan kepada kehendak Ilahi.

"Air adalah sumber kehidupan. Ketika hujan tertahan, maka yang kita butuhkan bukan hanya strategi teknis, tetapi juga kekuatan spiritual," ucap salah seorang tokoh masyarakat usai kegiatan.

Kegiatan ini pun menjadi momentum yang menggugah hati, memperkuat solidaritas antarwarga, dan mengajak semua pihak untuk lebih peduli terhadap kelestarian alam serta pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem di tengah krisis iklim yang semakin nyata. (red)

Baca Juga

Baru Diresmikan, Huntara Kayu Pasak di Agam Kebanjiran Usai Hujan Deras
Baru Diresmikan, Huntara Kayu Pasak di Agam Kebanjiran Usai Hujan Deras
Agam Dipuji BNPB, Dinilai Jadi Role Model Pemulihan Pascabencana
Agam Dipuji BNPB, Dinilai Jadi Role Model Pemulihan Pascabencana
Ditemukan Bersama Susu Formula, Bayi Perempuan Gegerkan Warga Sekitar Samsat Bukittinggi
Ditemukan Bersama Susu Formula, Bayi Perempuan Gegerkan Warga Sekitar Samsat Bukittinggi
Pemulihan Pascabencana di Agam Dipercepat, Total 584 Huntara Disiapkan
Pemulihan Pascabencana di Agam Dipercepat, Total 584 Huntara Disiapkan
Prabowo Pastikan Hunian Tetap Korban Banjir Bandang Agam Dibangun Berkualitas
Prabowo Pastikan Hunian Tetap Korban Banjir Bandang Agam Dibangun Berkualitas
Prabowo Tinjau Palembayan Agam, Huntara Korban Banjir Bandang Ditarget Rampung Sebulan
Prabowo Tinjau Palembayan Agam, Huntara Korban Banjir Bandang Ditarget Rampung Sebulan