Kekeringan Melanda, 5,25 Hektare Sawah di Tanah Datar Gagal Panen

Kekeringan Melanda, 5,25 Hektare Sawah di Tanah Datar Gagal Panen

Ilustrasi Musim Kemarau (Foto: Pexels)

Sumbardaily.com, Tanah Datar – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Datar mulai mengambil langkah antisipatif dalam menghadapi ancaman kekeringan yang ditimbulkan oleh musim kemarau. Melalui Dinas Pertanian, berbagai upaya dilakukan untuk menekan dampak kerugian petani, termasuk mengoptimalkan produksi di wilayah yang masih memiliki cadangan air cukup.

Langkah tersebut diambil menyusul laporan dari Kecamatan Sungai Tarab, di mana kekeringan telah berdampak pada sekitar 10,25 hektare lahan pertanian. Dari total luasan itu, sebanyak 5,25 hektare sudah mengalami puso atau gagal panen, yang diperkirakan menyebabkan kerugian sebesar 27,3 ton gabah kering.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Tanah Datar, Roni Wijaya Amin, mengungkapkan bahwa strategi utama saat ini adalah mengalihkan fokus produksi ke wilayah yang masih memiliki akses air irigasi. Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketahanan pangan dan mengimbangi potensi penurunan hasil panen akibat kemarau.

"Kami mengupayakan optimalisasi di daerah yang kondisi airnya masih memadai agar kekurangan dari wilayah terdampak bisa tertutupi," ujar Roni.

Selain mengatur ulang pola produksi, Dinas Pertanian juga mengimbau para petani untuk beralih ke penggunaan pupuk organik dan melakukan penyesuaian pola tanam. Menurut Roni, penggunaan pupuk organik terbukti mampu mempertahankan kelembaban tanah di tengah kondisi cuaca ekstrem.

"Hasil uji lapangan kami menunjukkan bahwa sawah yang menggunakan pupuk organik tetap lembab dan tidak mengalami retakan selama kemarau. Ini berbeda dengan lahan yang masih mengandalkan pupuk kimia," jelasnya.

Dalam upaya mendampingi petani, peran penyuluh pertanian lapangan juga diintensifkan. Dinas Pertanian meminta agar penyuluh lebih aktif di lapangan, khususnya di daerah yang telah masuk kategori rawan kekeringan, guna memberikan edukasi serta pendampingan teknis.

Meski telah terjadi gagal panen di sejumlah lahan, Roni tetap optimistis bahwa total produksi padi di Tanah Datar tahun ini dapat dipertahankan. Optimalisasi lahan produktif lainnya diyakini mampu menjadi solusi jangka pendek sambil terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi tanah secara berkala.

"Kami akan terus mengumpulkan data dari kecamatan lain agar bisa segera menentukan langkah lanjutan yang tepat," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Tanah Datar, Eka Putra, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan selama musim kemarau. Ia menegaskan pentingnya menghindari aktivitas yang bisa memicu kebakaran, seperti pembakaran jerami atau sampah di area pertanian dan permukiman.

"Saya mengimbau warga untuk tidak membakar jerami atau lahan secara sembarangan, baik di sawah, kebun, maupun pekarangan rumah. Pastikan juga kondisi kompor dan instalasi listrik tetap aman," ujar Eka. (red)

Baca Juga

Kepala DLH Kota Padang Fadelan Fitra Masta menyampaikan program perekrutan 60 Penggerak Pilah di Kantor DLH Padang.
DLH Padang Rekrut Mahasiswa Awasi Kebiasaan Buang Sampah, Masyarakat yang Abaikan Bisa Kehilangan Subsidi
Seleksi Petugas Haji 2027 Dibuka, Pendaftaran PPIH Mulai 25 Agustus
Seleksi Petugas Haji 2027 Dibuka, Pendaftaran PPIH Mulai 25 Agustus
Anggaran Rehab-Rekon Pascabencana Sumatera Mulai Turun, Mendagri Minta Program Tak Ditunda
Anggaran Rehab-Rekon Pascabencana Sumatera Mulai Turun, Mendagri Minta Program Tak Ditunda
Tanah longsor di kawasan Kapalo Lubuak Jambu Sijunjung berdampak terhadap sekitar 10 ponton di tepi Sungai Batang Kuantan.
Empat Penjaga Luka usai Longsor Terjang 10 Ponton di Sijunjung, Polisi: Tak Ada Aktivitas PETI
Bukan Sekadar Kain, Sentra Tenun Lintau Buo Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat
Bukan Sekadar Kain, Sentra Tenun Lintau Buo Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat
Masak Sambalado Tanak Pakai Kayu Bakar, Tradisi Minangkabau Hidup di Padang Panjang
Masak Sambalado Tanak Pakai Kayu Bakar, Tradisi Minangkabau Hidup di Padang Panjang