Sumbardaily.com – Kegaduhan terjadi di dalam kereta api (KA) Lembah Anai relasi Padang–Kayu Tanam setelah percakapan salah satu rombongan penumpang dinilai mengganggu pengguna jasa lainnya. Teguran yang awalnya disampaikan petugas dan kemudian diikuti penumpang lain itu berkembang menjadi perselisihan hingga harus dilerai petugas KAI.
Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Rabu (30/9/2026) lalu dan videonya kemudian beredar dan viral di media sosial. Menyusul kejadian itu, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional (Divre) II Sumatera Barat (Sumbar) kembali mengingatkan seluruh pelanggan untuk menjaga ketertiban, keamanan, dan kenyamanan selama berada di dalam perjalanan kereta api.
KAI meminta setiap penumpang saling menghargai serta mematuhi ketentuan dan tata tertib yang berlaku. Imbauan tersebut disampaikan agar kejadian yang mengganggu kenyamanan bersama tidak kembali terjadi selama perjalanan.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menjelaskan, kegaduhan bermula ketika terdapat rombongan penumpang yang naik dari Stasiun Lubuk Buaya menuju Kayu Tanam.
Selama perjalanan, rombongan tersebut melakukan percakapan dengan suara yang dinilai mengganggu kenyamanan penumpang lain. Petugas pelayanan kereta api atau Walka kemudian memberikan teguran agar penumpang menjaga ketertiban dan tidak mengganggu pengguna jasa lainnya.
“Petugas telah memberikan teguran pertama agar penumpang menjaga ketertiban dan kenyamanan selama perjalanan. Namun, setelah beberapa waktu, kondisi serupa kembali terjadi sehingga petugas memberikan teguran kedua secara tegas,” ujar Reza, Selasa (6/10/2026).
Teguran dari petugas tersebut belum sepenuhnya menghentikan kondisi yang dinilai mengganggu kenyamanan. Setelah beberapa waktu, situasi serupa kembali terjadi sehingga petugas memberikan teguran kedua kepada rombongan penumpang tersebut.
Persoalan kemudian berkembang setelah salah seorang penumpang yang merasa terganggu ikut menegur rombongan tersebut. Teguran antarpengguna jasa itu kemudian memicu perselisihan di dalam kereta.
Petugas yang berada di dalam KA Lembah Anai segera mengambil tindakan untuk mencegah situasi berkembang lebih jauh. Pihak yang terlibat perselisihan dilerai dan petugas berupaya menyelesaikan persoalan secara persuasif.
“Petugas segera melakukan penanganan untuk mencegah situasi semakin meluas. Setelah diberikan pemahaman dan arahan, petugas juga menawarkan kepada penumpang yang terlibat untuk berpindah ke rangkaian kereta lainnya. Penumpang bersedia, sehingga situasi di dalam kereta api kembali aman dan terkendali,” jelas Reza.
Petugas Sampaikan Imbauan kepada Penumpang
Penanganan tidak hanya dilakukan terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam perselisihan. Petugas KAI juga menyampaikan pengumuman kepada seluruh penumpang yang berada di dalam kereta.
Melalui pengumuman tersebut, penumpang diminta menjaga ketenangan selama perjalanan. Pengguna jasa juga diingatkan agar tidak melakukan aktivitas yang dapat mengganggu kenyamanan penumpang lain.
KAI menekankan pentingnya menghormati hak setiap pelanggan untuk mendapatkan perjalanan yang aman dan nyaman. Hal itu menjadi perhatian karena kereta api merupakan ruang publik yang digunakan secara bersama-sama.
Setiap pelanggan memiliki tanggung jawab untuk ikut menjaga suasana perjalanan tetap tertib. Bentuknya antara lain berbicara dengan volume suara yang wajar, tidak membuat kegaduhan, serta menghindari tindakan yang berpotensi mengganggu pengguna jasa lainnya.
Selain itu, penumpang diminta mengikuti arahan petugas selama perjalanan. Ketika muncul persoalan, KAI mengingatkan agar penyelesaiannya dilakukan dengan cara yang baik sehingga tidak berkembang menjadi konflik.
“Kenyamanan di dalam kereta api merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh pelanggan untuk saling menghargai, menjaga tutur kata dan perilaku, serta menyelesaikan setiap persoalan dengan cara yang baik dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu konflik,” tegas Reza.
KAI Minta Gangguan Segera Dilaporkan
KAI Divre II Sumbar juga mengajak penumpang yang menemukan kondisi yang mengganggu kenyamanan untuk segera melaporkannya kepada petugas. Langkah tersebut dinilai dapat membantu petugas melakukan penanganan dan mencari penyelesaian sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
KAI mengapresiasi pelanggan yang ikut menjaga ketertiban selama perjalanan. Namun, apabila terdapat situasi yang mengganggu kenyamanan, penumpang tidak perlu membiarkan persoalan tersebut berkembang.
“Kami mengapresiasi pelanggan yang turut menjaga ketertiban. Namun, apabila terdapat kondisi yang mengganggu kenyamanan, silakan segera laporkan kepada petugas. Petugas akan membantu menangani dan mencarikan solusi terbaik sesuai ketentuan yang berlaku,” tutup Reza. (*)
















