Sumbardaily.com, Payakumbuh – Sebuah insiden kebakaran hebat melahap ratusan toko dan kios di Pasar Payakumbuh, Blok Barat, pada Selasa (26/8/2025).
Api yang berkobar sejak pagi menghanguskan setidaknya 380 unit bangunan, menyebabkan kerugian total yang diperkirakan mencapai Rp190 miliar.
Kerugian ini mencakup aset infrastruktur sebesar Rp40 miliar dan kerugian dagangan para pedagang senilai Rp150 miliar.
Kronologi dan Upaya Pemadaman
Menurut keterangan Pelaksana Harian (Plh) Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Payakumbuh, Dewi Novita, api pertama kali diketahui oleh seorang saksi yang segera melapor.
Laporan tersebut diterima tim pemadam pada pukul 05.06 WIB. Hanya berselang satu menit, atau pada pukul 05.07 WIB, tim sudah tiba di lokasi untuk memulai upaya pemadaman.
"Proses pemadaman berlangsung sangat lama, hampir sepuluh jam," ujar Dewi. Tim gabungan baru berhasil memadamkan seluruh titik api pada pukul 15.05 WIB.
Kebakaran ini melanda 380 unit, termasuk toko, kios, dan palung. Dari jumlah tersebut, 132 unit di antaranya ludes terbakar secara keseluruhan.
Data sementara yang tercatat, 211 toko di lantai satu dan 104 toko di lantai dua hangus total. Sebanyak 132 pedagang kaki lima (PKL) dan pedagang paluang juga terdampak, dengan 88 di antaranya telah terdata.
Kerugian Finansial dan Korban Luka-luka
Dewi Novita menambahkan, kerugian akibat kerusakan aset infrastruktur diperkirakan mencapai Rp40 miliar. Kerusakan berat pada aset mencapai 60 persen, sementara 40 persen sisanya masih dapat diselamatkan.
"Kerugian terbesar dialami oleh para pedagang tekstil, yang total kerugiannya diperkirakan mencapai Rp150 miliar," jelasnya.
Selain kerugian material, insiden ini juga menyebabkan tujuh orang mengalami luka-luka. Seorang anggota TNI mengalami luka ringan di dahi dan hidung karena tertimpa kayu.
Sementara itu, seorang relawan Palang Merah Indonesia (PMI) dan tiga relawan lain menderita luka robek akibat pecahan kaca. Seorang anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengalami luka ringan di jari, dan satu petugas Damkar menderita luka bakar akibat air panas di bahu hingga punggung. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis di puskesmas keliling.
Bantuan dari Berbagai Daerah
Upaya pemadaman api melibatkan tim gabungan dari berbagai instansi, tidak hanya dari Dinas Damkar Kota Payakumbuh. Bantuan datang dari berbagai daerah, termasuk Dinas Pemadam Kebakaran Padang, Pariaman, Padang Pariaman, Bukittinggi, Kabupaten Lima Puluh Kota, Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Sijunjung, dan Kabupaten Agam.
Selain itu, instansi lain seperti PMI, BPBD, Badan SAR Nasional (Basarnas), kepolisian, TNI, serta masyarakat setempat juga turut serta dalam penanganan bencana ini, menunjukkan solidaritas yang kuat dalam menghadapi musibah. (ndi)















