Sumbardaily.com - Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Barat menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelaksanaan Anggaran dan Pelaporan di Hotel Santika Padang, Selasa (19/5/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan di tengah penantian kepulangan jemaah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Bimtek itu menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola anggaran dan administrasi di lingkungan Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat guna mendukung pelayanan haji yang profesional, transparan, dan akuntabel.
Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Barat, M. Rifki. Hadir pula Kepala Bagian Tata Usaha Amrizal, Kepala Bidang Layanan Penyelenggaraan Haji dan Umrah Yudi Hidayat, kepala Kantor Kemenhaj kabupaten dan kota, Kepala UPT Asrama Haji, pejabat pengelola anggaran, perencana, hingga pengelola keuangan.
Dalam arahannya, Rifki menyampaikan bahwa seluruh proses pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Padang pada musim haji tahun ini berjalan sesuai jadwal. Sebanyak 14 kelompok terbang (kloter) telah diberangkatkan menuju Arab Saudi.
Ia menjelaskan, dari total kloter tersebut, 11 kloter diberangkatkan melalui Madinah dan tiga kloter melalui Jeddah. Saat ini seluruh jemaah haji Embarkasi Padang telah berada di Makkah untuk mempersiapkan pelaksanaan puncak ibadah haji di Armuzna.
Menurut Rifki, keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji tidak hanya ditentukan oleh kelancaran operasional di lapangan, tetapi juga ditopang oleh tata kelola administrasi dan pelaporan anggaran yang baik.
Karena itu, penguatan kapasitas aparatur sipil negara melalui kegiatan bimtek dinilai menjadi langkah penting, terutama bagi kementerian yang masih menghadapi keterbatasan sumber daya manusia di sejumlah bidang strategis.
“Sebagus apa pun kegiatan yang dilaksanakan, jika tidak memiliki pelaporan dan administrasi yang baik, maka nilainya menjadi nol,” kata Rifki.
Ia menyebut Kementerian Haji dan Umrah sebagai kementerian baru masih membutuhkan penguatan pada sektor perencanaan, pelaporan, hingga pengadaan barang dan jasa. Untuk itu, peningkatan kompetensi ASN menjadi salah satu fokus yang terus didorong.
Selain itu, Rifki juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agama serta Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang telah memberikan dukungan dalam pengelolaan anggaran dan proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan Kementerian Haji dan Umrah.
Menurutnya, kolaborasi lintas lembaga menjadi faktor penting dalam memperkuat sistem tata kelola yang efektif dan sesuai regulasi.
Menutup arahannya, Rifki meminta seluruh peserta mengikuti bimtek dengan serius dan menerapkan hasil pembelajaran dalam pelaksanaan tugas di masing-masing satuan kerja.
“Orientasi kita adalah regulasi dan integritas. Ketika pengelolaan anggaran dilakukan sesuai aturan, maka pelaksanaan program akan berjalan lebih baik dan akuntabel,” tutupnya.
Melalui kegiatan tersebut, Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat berharap kapasitas aparatur dalam pengelolaan anggaran dan pelaporan semakin meningkat.
Penguatan tata kelola administrasi dinilai penting sebagai fondasi dalam menghadirkan pelayanan haji yang lebih profesional dan bertanggung jawab pada musim haji mendatang. (*)
















