Sumbardaily.com – Penyanyi Mohamad Kadri kembali menghadirkan karya terbaru dengan nuansa berbeda. Kali ini, ia merilis lagu berbahasa Minang berjudul Sabana Malu, Sabana Rindu.
Lagu yang dirilis pada 25 Maret 2026 ini langsung mencuri perhatian karena mengangkat konsep unik Minang City Pop (retro) yang memadukan nuansa modern dengan sentuhan lokal.
Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, judul lagu tersebut memiliki makna “benar-benar malu, benar-benar rindu”. Tema ini menjadi benang merah dari keseluruhan cerita yang dibangun dalam lagu.
Lagu Sabana Malu, Sabana Rindu ditulis oleh Agung Triana dan diproduseri oleh JMono, di bawah manajemen artis Radja Raziqtan. Proses kreatif lagu ini berawal dari diskusi sederhana antara Kadri dan Agung yang merupakan teknisi studio sekaligus musisi jalanan.
Kadri mengungkapkan, ide utama lagu ini berasal dari keinginannya untuk mengabadikan memori cinta pertamanya. Ia menyebut konsep tersebut sebagai “first love core memory” yang kemudian dikembangkan menjadi sebuah karya musik.
“Kalau bicara lagu Sabana Malu, Sabana Rindu, jadi di studio gue ada technician namanya Agung Triana. Dia emang sering bikin lagu sama gue,” ujar Kadri yang juga berprofesi sebagai pengacara.
Pria berdarah Minang yang dikenal juga sebagai salah satu anggota dari grup band rock Makara itu kemudian menceritakan pengalaman masa mudanya saat masih kuliah, ketika harus bolak-balik Jakarta ke Padang demi menemui perempuan yang ia sukai di Payakumbuh.
Menurutnya, perempuan asal Payakumbuh dikenal cantik, natural, dan cerdas, sehingga meninggalkan kesan mendalam dalam hidupnya.
Perjalanan cinta tersebut juga penuh dengan kenangan khas Ranah Minangkabau. Kadri mengisahkan bagaimana ia menempuh perjalanan panjang menggunakan bus, seperti ANS atau ALS, dari Jakarta menuju Padang. Setelah tiba, ia melanjutkan perjalanan menggunakan vespa untuk berkencan.
Momen-momen kebersamaan itu terjadi di berbagai lokasi ikonik seperti Harau, Bukittinggi, hingga sejumlah daerah lain di Sumatera Barat. Semua pengalaman tersebut kemudian menjadi inspirasi utama dalam penciptaan lagu.
Awalnya, Agung Triyana menciptakan lagu ini dalam bahasa Indonesia dengan konsep musik urban. Namun, Kadri merasa nuansa cerita akan lebih kuat jika dibawakan dalam bahasa Minang.
Ia pun meminta bantuan seorang temannya, Karmila, yang merupakan mahasiswi Universitas Negeri Padang (UNP), untuk menerjemahkan lirik tersebut.
Hasilnya, lagu ini hadir dengan identitas kuat sebagai Lagu Minang terbaru yang dikemas dalam gaya modern, namun tetap mempertahankan kedekatan emosional dengan budaya lokal.
Lirik Lagu Sabana Malu, Sabana Rindu
Mangapo manggaretek hati Denai
Mangapo kito saliang bamimpi
Apokah iko namonyo cinto
Cinto nan mambuek
Labiah bahagia
Mangapo jantuang Den badatak kancang
Waktu Den duduak lah mandakek
Ado raso nan dak biaso Den rasoan
Denai hanyo tadiam
Jadi salah tingkah
Hoo hooo
Sungguah malu bilo dakek kamu
Malu malu
Sungguah rindu bilo jauah di mato
Rindu rindu
Ingin rasonyo Den dapek an
Cinto nan indah pujaan hati
Sungguah malu bilo dakek kamu
Malu malu
Sungguah rindu bilo jauah di mato
Rindu rindu
Sungguah malu bilo dakek kamu
Malu malu
Sungguah rindu bilo jauah di mato
Rindu rindu
Sungguah malu sabana rindu
Bilo jauah di mato
Sungguah rindu
Sabana malu
Bilo dakek di hati
Lagu ini telah bisa didengar lewat berbagai platform musik. Kadri berharap lagu ini dapat diterima oleh masyarakat luas, khususnya penikmat musik Minang dan generasi muda yang mulai tertarik dengan genre Minang City Pop. (*)
















