Sumbardaily.com – Jurgen Klopp resmi memulai era baru bersama Timnas Jerman. Pelatih berusia 59 tahun itu ditunjuk sebagai Pelatih Baru Jerman dengan kontrak yang berlaku hingga berakhirnya Piala Dunia 2030.
Klopp menggantikan Julian Nagelsmann yang meninggalkan posisi pelatih setelah Jerman secara mengejutkan tersingkir pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Langkah Jerman terhenti setelah kalah dari Paraguay melalui drama adu penalti di Boston.
Penunjukan Klopp sekaligus menjadi tantangan baru dalam karier pelatih yang memiliki rekam jejak panjang di level klub. Ia sebelumnya sukses mengantarkan Borussia Dortmund dan Liverpool meraih gelar liga.
Bersama Liverpool, Klopp juga berhasil mempersembahkan gelar Liga Champions dan Piala Interkontinental FIFA. Sebelum menerima tugas sebagai Pelatih Jerman, Klopp terakhir bekerja sebagai Head of Global Soccer di Red Bull.
Klopp Sebut Jabatan Pelatih Jerman Sebagai Kehormatan
Dalam konferensi pers yang digelar untuk mengumumkan penunjukannya, Klopp mengaku jabatan tersebut memiliki arti khusus dalam perjalanan kariernya.
"Merupakan kehormatan besar dan hari yang sangat istimewa bagi saya bisa duduk di sini hari ini. Saya sudah memiliki gambaran mengenai besarnya peran sebagai pelatih tim nasional, tetapi sekarang saya semakin merasakan besarnya tanggung jawab tersebut. Saya tahu dari mana saya berasal, sehingga saya tidak pernah membayangkan hari ini akan datang. Idealnya, ini akan menjadi puncak karier saya," kata Klopp, dilansir dari FIFA, Sabtu (8/8/2026).
Dalam menjalankan tugasnya, Klopp tidak bekerja sendirian. Ia akan didampingi dua sosok yang sudah lama menjadi bagian dari perjalanan kepelatihannya, yakni Peter Krawietz dan Pepijn Lijnders.
Selain keduanya, Sven Bender juga masuk ke dalam staf kepelatihan Jerman sebagai asisten. Bender bukan sosok asing bagi Klopp karena pernah menjadi salah satu anak asuhnya ketika Klopp menangani Borussia Dortmund.
Gegenpressing Jadi Bagian dari Rencana Klopp
Klopp juga telah memberikan gambaran mengenai pendekatan permainan yang ingin diterapkannya bersama Jerman. Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas permainan dengan dukungan susunan pemain yang stabil dan rencana pertandingan yang jelas.
"Yang terpenting adalah kami memainkan sepak bola yang lebih baik. Susunan pemain yang stabil, rencana permainan yang jelas, dan gegenpressing akan menjadi faktor utama," ujar Klopp.
Ia menegaskan karakter beraninya tidak akan berubah ketika menangani tim nasional. Klopp bahkan membuka peluang munculnya sejumlah nama baru dalam skuad Jerman.
"Saya selalu berani dan akan tetap seperti itu. Akan ada beberapa pemain dalam skuad yang mungkin bahkan tidak menyangka akan berada di sana hari ini," katanya.
Menurut Klopp, ukuran keberhasilan yang ingin dibangun bersama Jerman adalah kemampuan tim menghasilkan performa yang melampaui ekspektasi. Karena itu, ia menilai ekspektasi yang dibangun di Jerman harus tetap realistis.
"Kesuksesan adalah performa yang melampaui ekspektasi, dan kami membutuhkan ekspektasi yang realistis di Jerman," kata Klopp.
Pelatih asal Jerman tersebut juga memiliki pengalaman melihat langsung bagaimana keberhasilan sepak bola dapat memberikan dampak besar terhadap sebuah kota. Ia menyebut tiga tempat yang pernah merasakan pengalaman tersebut selama perjalanan kariernya, yakni Mainz, Dortmund, dan Liverpool.
"Saya sudah tiga kali melihat bagaimana sepak bola yang sukses dapat mengubah sebuah kota, yaitu di Mainz, Dortmund, dan Liverpool. Hal yang sama juga bisa terjadi di level tim nasional," tutur Klopp.
Debut Klopp Bersama Jerman
Klopp tidak perlu menunggu terlalu lama untuk menjalani pertandingan pertamanya sebagai Pelatih Jerman. Debutnya akan berlangsung dalam ajang UEFA Nations League.
Jerman dijadwalkan menghadapi Belanda di Amsterdam pada 24 September. Pertandingan tersebut akan menjadi kesempatan pertama bagi Klopp untuk menerapkan gagasan permainannya secara langsung bersama tim nasional.
Dengan kontrak hingga Piala Dunia 2030, Klopp memiliki periode panjang untuk membangun tim sesuai visi yang telah disampaikannya. Pengalaman membawa Borussia Dortmund dan Liverpool meraih gelar, ditambah keberhasilannya memenangkan Liga Champions dan Piala Interkontinental FIFA bersama klub asal Inggris tersebut, menjadi bagian dari rekam jejak yang kini dibawa ke level tim nasional.
Sementara itu, tugas Klopp dimulai setelah Jerman mengalami kegagalan di Piala Dunia 2026. Kekalahan dari Paraguay melalui adu penalti di Boston pada babak 32 besar menjadi akhir perjalanan Julian Nagelsmann bersama tim nasional dan membuka jalan bagi Klopp untuk mengambil alih posisi tersebut. (*)
















