Sumbardaily.com – Imunisasi terbukti menjadi salah satu langkah paling efektif dalam melindungi anak dari berbagai penyakit berbahaya melalui pembentukan sistem kekebalan tubuh.
Namun, masih beredarnya berbagai mitos di tengah masyarakat membuat edukasi yang benar menjadi sangat penting.
Dalam rangka Pekan Imunisasi Dunia 2026, UPTD RSUD Lubuk Basung menggelar penyuluhan interaktif yang berlangsung di Gedung Poliklinik lantai 1 pada Rabu (29/4/2026). Kegiatan ini diikuti oleh orang tua bayi dan balita, ibu hamil, serta masyarakat umum.
Dokter spesialis anak, dr. Poby Karmendra, menjelaskan bahwa imunisasi berfungsi untuk merangsang sistem kekebalan tubuh anak agar mampu melawan berbagai penyakit.
“Imunisasi terbukti mampu melindungi individu, bahkan dapat mengurangi tingkat keparahan hingga 80–95 persen jika terjadi infeksi,” ujarnya.
Ia menambahkan, manfaat imunisasi tidak hanya dirasakan secara individu, tetapi juga berdampak luas melalui terbentuknya kekebalan kelompok atau herd immunity. Dengan adanya kekebalan ini, penyebaran penyakit dapat ditekan sehingga melindungi masyarakat secara keseluruhan.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan RSUD Lubuk Basung, dr. Syahroni, menegaskan komitmen pihaknya untuk terus memberikan edukasi yang benar dan berbasis fakta kepada masyarakat.
“Kami ingin masyarakat tidak terpengaruh mitos keliru. Imunisasi adalah langkah sederhana namun sangat efektif untuk melindungi generasi dari penyakit berbahaya,” katanya.
Menurutnya, masih adanya stigma negatif terhadap imunisasi menjadi tantangan tersendiri dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan penyuluhan seperti ini dinilai penting untuk meluruskan informasi yang tidak tepat.
Selain memberikan pemahaman, kegiatan ini juga bertujuan mendorong masyarakat agar lebih sadar akan pentingnya imunisasi sebagai upaya pencegahan penyakit, khususnya di wilayah Kabupaten Agam.
Melalui penyuluhan tersebut, RSUD Lubuk Basung berharap masyarakat semakin memahami manfaat imunisasi dan tidak lagi terpengaruh oleh mitos yang tidak berdasar, sehingga upaya perlindungan terhadap generasi muda dapat berjalan optimal. (*)















