Sumbardaily.com - Pemerintah Kota (Pemko) Padang mulai serius menggarap potensi lapangan kerja di industri penerbangan dengan menyasar generasi muda sejak bangku sekolah.
Upaya ini terlihat melalui penyelenggaraan seminar bertajuk peluang karier aviasi yang digelar di ruang Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Aia Pacah, Kamis (16/4/2026) siang.
Kegiatan tersebut menghadirkan PT Mitra Aviasi Perkasa (MAP Aviation) bersama Perkasa Flight School, serta diikuti oleh pelajar dari berbagai SMA dan SMK di Kota Padang.
Seminar ini tidak sekadar menjadi ajang sosialisasi, tetapi juga membuka wawasan konkret tentang peluang kerja di sektor penerbangan yang terus tumbuh secara global.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menilai kehadiran industri penerbangan sebagai salah satu sektor strategis dalam menciptakan lapangan kerja baru. Ia mengapresiasi langkah MAP Aviation dan Perkasa Flight School yang langsung turun memberikan edukasi kepada pelajar.
“Kami berterima kasih kepada MAP Aviation dan juga Perkasa Flight School yang datang ke Kota Padang hari ini. Ini bukan kali pertama kami membahas peluang kehadiran Perkasa Flight School di Kota Padang, bahkan kemungkinan menghadirkan kelas parsial di sini,” katanya.
Menurutnya, peluang kerja di industri penerbangan tidak terbatas pada profesi pilot semata. Justru, kebutuhan tenaga kerja di sektor ini jauh lebih luas, mencakup berbagai profesi teknis dan pendukung.
Ia menegaskan bahwa bidang seperti engineer, air traffic controller, ground crew, hingga profesi pendukung lainnya memiliki permintaan tinggi, bahkan lebih besar di pasar internasional.
Langkah strategis pun mulai disiapkan Pemko Padang untuk memperkuat ekosistem tersebut. Salah satunya dengan rencana menghadirkan sekolah penerbangan di wilayah Sumatera, khususnya di Kota Padang.
“Kami juga memiliki niat agar ke depan bisa menghadirkan sekolah penerbangan di wilayah Sumatera, khususnya di Kota Padang. Pemko Padang siap memfasilitasi dan bahkan jika memungkinkan, membuka peluang beasiswa bagi anak-anak terbaik untuk menempuh pendidikan pilot,” ucap Fadly.
Selain itu, pemerintah juga tengah mengkaji berbagai skema pembiayaan pendidikan di sektor aviasi agar lebih terjangkau. Salah satu model yang dipertimbangkan adalah sistem sharing cost antara siswa, lembaga pendidikan, dan maskapai penerbangan, yang memungkinkan biaya pendidikan dicicil setelah peserta didik bekerja.
Di sisi lain, CEO PT Mitra Aviasi Perkasa, Septo Adjie Sudiro, menegaskan bahwa kebutuhan tenaga kerja di industri penerbangan global masih sangat tinggi. Kondisi ini membuka peluang besar bagi generasi muda Indonesia, termasuk dari Kota Padang, untuk bersaing di pasar internasional.
“Industri aviasi membutuhkan banyak tenaga profesional, tidak hanya pilot, tetapi juga teknisi dan berbagai bidang lainnya. Kami hadir untuk membuka wawasan serta memberikan gambaran nyata bahwa peluang itu ada dan bisa diraih dengan persiapan yang tepat,” ungkapnya. (*)
















