Imlek 2577 Kongzili di Padang Dimulai Lebih Awal, Lampion jadi Simbol Semangat Tahun Kuda Api

Imlek 2577 Kongzili di Padang Dimulai Lebih Awal, Lampion jadi Simbol Semangat Tahun Kuda Api

Kelenteng See Hien Kiong di Padang. Lampion dinyalakan lebih awal mulai Selasa (27/1/2026) malam sebagai rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek 2776 Kongzili. (Dok. Muhammad Aidil/Sumbar Daily)

Sumbardaily.com, Padang - Kota Padang mulai bersolek menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. Nuansa Imlek terasa lebih awal setelah ratusan lampion dinyalakan di Kelenteng See Hien Kiong mulai Selasa (27/1/2026) malam, menandai dimulainya rangkaian perayaan Tahun Kuda Api yang sarat makna semangat, energi dan harapan kebangkitan.

Humas Kelenteng See Hien Kiong, Indra Lie, mengatakan bahwa konsep perayaan Imlek tahun ini secara umum tidak jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Namun, terdapat penyesuaian waktu pelaksanaan sebagai bentuk kesiapan menyambut tamu dan masyarakat yang ingin merasakan nuansa Imlek di Padang.

“Konsepnya seperti biasa. Di kelenteng kami tetap mengadakan pemasangan lampion, hanya saja pada tahun ini lampion dinyalakan lebih awal, yakni mulai hari ini,” ujar Indra Lie, Selasa (27/1/2026) sore.

Imlek 2577 Kongzili dikenal sebagai Tahun Kuda Api, sebuah simbol penting dalam penanggalan Tionghoa. Berdasarkan tradisi kalender lunisolar Tionghoa yang digunakan secara turun-temurun, Kuda melambangkan kekuatan, kecepatan, kerja keras, dan semangat pantang menyerah. Sementara unsur Api merepresentasikan energi, keberanian, dan dorongan perubahan.

Kombinasi Kuda dan Api dimaknai sebagai tahun yang sarat dinamika, keberanian mengambil langkah baru, serta harapan akan kebangkitan setelah masa sulit.

Dalam konteks sosial, Tahun Kuda Api kerap diartikan sebagai momentum untuk bangkit dan bergerak maju dengan optimisme.

Harapan tersebut juga sejalan dengan kondisi yang dihadapi masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) dalam setahun terakhir.

Indra Lie mengatakan, setelah dilanda sejumlah bencana alam dan perlambatan ekonomi, perayaan Imlek diharapkan menjadi ruang kebersamaan sekaligus penguat semangat masyarakat.

“Harapan kami di tahun Kuda Api ini, kondisi ke depan bisa lebih maju. Ekonomi yang saat ini cenderung menurun semoga dapat pulih kembali,” kata Indra.

Rangkaian perayaan Imlek di Kelenteng See Hien Kiong berlangsung mulai 27 Januari hingga 17 Februari 2026. Selain pemasangan lampion, kelenteng juga menyiapkan berbagai kegiatan budaya, terutama pada perayaan tahun baru kecil yang jatuh pada 16 Februari 2026.

Di Kelenteng Lama, masyarakat akan disuguhkan beragam pertunjukan seni, mulai dari barongsai, naga, wushu, termasuk penampilan dari komunitas Wushu Solok hingga tari piring, musik Mandarin, gambang, dan biola.

Tak hanya itu, pertunjukan lintas etnis seperti tarian dari Nias dan Mentawai turut dihadirkan sebagai simbol keberagaman.

Menariknya, perayaan Imlek tahun ini juga bertepatan dengan ibadah bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Indra memastikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan tetap menghormati umat Islam yang menjalankan ibadah puasa.

“Setelah berbuka puasa akan ada acara kecil-kecilan, tapi tidak mengundang masyarakat banyak. Prinsipnya, kami saling menghormati dalam keberagaman,” tuturnya. (adl)

Baca Juga

Mencari Rumah, Menemukan Diri: Membaca Simbol The Odyssey dari Perspektif Suluk
Mencari Rumah, Menemukan Diri: Membaca Simbol The Odyssey dari Perspektif Suluk
Unand Tunjukkan Peran Strategis Bangun Ketahanan Nasional Lewat Riset dan Inovasi
Unand Tunjukkan Peran Strategis Bangun Ketahanan Nasional Lewat Riset dan Inovasi
Dubes Palestina Diundang ke Sumbar, Gubernur Siapkan Sejumlah Agenda Solidaritas
Dubes Palestina Diundang ke Sumbar, Gubernur Siapkan Sejumlah Agenda Solidaritas
Diskon Tarif Tol 10% JTTS Saat Hari Pelanggan Nasional, Ini Syarat dan Rutenya
Diskon Tarif Tol 10% JTTS Saat Hari Pelanggan Nasional, Ini Syarat dan Rutenya
Neuroparenting Ubah Peran Ganda Perempuan Jadi Kekuatan Ekonomi Bangsa
Neuroparenting Ubah Peran Ganda Perempuan Jadi Kekuatan Ekonomi Bangsa
Ratusan Orang Diduga Keracunan Makanan di Palupuh Agam, Operasional Dapur SPPG Pasia Laweh Disetop Sementara
Ratusan Orang Diduga Keracunan Makanan di Palupuh Agam, Operasional Dapur SPPG Pasia Laweh Disetop Sementara