Sumbardaily.com – Target mencuri poin yang dibawa Semen Padang FC dari markas Bali United akhirnya tercapai, namun hasil imbang tersebut masih menyisakan catatan kritis dari kubu Kabau Sirah. Dalam laga pekan ke-18 BRI Super League 2025/2026, Semen Padang FC bermain imbang 3-3 saat bertandang ke kandang Bali United, Sabtu (24/1/2026).
Pertandingan yang digelar di markas Serdadu Tridatu berlangsung terbuka dan penuh dinamika. Semen Padang FC bahkan mencatatkan sejarah kecil dengan menjadi tim pertama musim ini yang mampu mencetak tiga gol ke gawang Bali United dalam satu pertandingan.
Pelatih Semen Padang FC, Dejan Antonic, mengapresiasi kerja keras para pemainnya yang mampu merealisasikan target minimal dari laga tandang tersebut. Meski demikian, ia menilai hasil imbang belum sepenuhnya mencerminkan jalannya pertandingan.
“Kami datang ke sini untuk curi poin dan kami berhasil. Kami juga tim pertama yang bisa mencetak tiga gol ke gawang Bali United setelah beberapa pertandingan terakhir,” ujar Dejan dalam konferensi pers usai laga.
Menurut Dejan, performa Semen Padang FC, khususnya di babak pertama, menunjukkan perkembangan signifikan memasuki putaran kedua kompetisi. Ia menilai wajah Kabau Sirah kini jauh lebih agresif dan percaya diri.
Semen Padang FC tampil dominan sejak menit awal. Dalam waktu kurang dari 15 menit, tim tamu sudah unggul dua gol. Angelo Meneses membuka keunggulan pada menit ke-5, disusul gol debut Jaime Giraldo pada menit ke-12. Keunggulan tersebut bertahan hingga jeda, sekaligus menegaskan superioritas Semen Padang FC di babak pertama.
Namun, Dejan Antonic menyebut perubahan situasi di babak kedua tidak sepenuhnya disebabkan faktor teknis. Cedera pemain menjadi titik balik yang memengaruhi keseimbangan tim.
“Kami harus mengganti Kianz Froese bukan karena mau, tapi karena kendala cedera. Semoga Firman dan Oropa tidak mengalami cedera parah,” kata Dejan.
Ia meyakini, tanpa gangguan cedera, peluang Semen Padang FC untuk membawa pulang kemenangan terbuka lebar. “Kalau tidak ada cedera, saya yakin kesempatan menang sangat besar,” ujarnya.
Momentum pertandingan berbalik setelah Bali United bangkit melalui gol Jens Raven pada menit ke-54 dan Mirza Mustafic di menit ke-69 yang menyamakan skor menjadi 2-2. Tekanan tuan rumah terus berlanjut hingga akhirnya Thijmen Goppel membawa Bali United berbalik unggul 3-2 pada menit ke-75.
Meski tertinggal, Semen Padang FC menunjukkan respons cepat. Empat menit berselang, Ripal Wahyudi melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti yang gagal dibendung kiper Bali United. Gol tersebut memastikan skor akhir 3-3 dan mengamankan satu poin penting bagi Kabau Sirah.
Di balik apresiasi atas daya juang tim, Dejan Antonic melontarkan kritik keras terhadap kepemimpinan wasit. Ia menyoroti keputusan yang menganulir dua gol Semen Padang FC, yang menurutnya berpengaruh besar terhadap hasil akhir.
“Jangan lupa ada dua gol kami yang dianulir wasit. Lucu. Skor akhirnya 3-3, tapi saya pikir kami bisa menang,” ucap Dejan.
Hasil imbang ini mempertegas bahwa Semen Padang FC datang ke kandang Bali United bukan sekadar bertahan. Dengan permainan agresif, produktivitas gol tinggi, dan keberanian menekan sejak awal, Kabau Sirah menunjukkan kesiapan bersaing di putaran kedua BRI Super League 2025/2026. (red)
















