Sumbardaily.com, Padang – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang berpotensi melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat (Sumbar) hingga awal Januari 2026.
Peringatan tersebut disampaikan melalui BMKG Minangkabau dengan pembaruan data pada Selasa (30/12/2025) pukul 09.00 WIB, sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi.
Dalam rilis resminya, BMKG menetapkan status siaga untuk wilayah yang diperkirakan mengalami hujan lebat hingga sangat lebat pada Selasa, 30 Desember 2025.
Daerah yang masuk kategori siaga meliputi Pasaman Barat, Solok Selatan, dan Dharmasraya, termasuk wilayah sekitarnya. Intensitas hujan yang tinggi di kawasan tersebut berpotensi memicu dampak lanjutan seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.
Pada hari yang sama, BMKG juga mengeluarkan status waspada untuk potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah daerah lainnya.
Wilayah yang masuk kategori waspada mencakup Agam, Tanah Datar, Padang Panjang, Padang Pariaman, Pasaman, Kabupaten Solok, Lima Puluh Kota, dan Sijunjung, serta daerah sekitarnya.
Masyarakat di wilayah ini diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara cepat.
Peringatan dini cuaca tersebut berlanjut pada Rabu, 31 Desember 2025, dengan status waspada hujan sedang hingga lebat yang diperkirakan melanda Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Pasaman, Kabupaten Solok, dan Sijunjung.
BMKG menekankan pentingnya kewaspadaan, khususnya bagi masyarakat yang bermukim di kawasan rawan longsor, daerah aliran sungai, serta wilayah dengan kontur perbukitan.
Memasuki Kamis, 1 Januari 2026, BMKG kembali menetapkan status siaga terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah strategis di Sumbar.
Daerah yang masuk dalam kategori tersebut antara lain Pasaman Barat, Padang Pariaman, Kota Pariaman, Kota Padang, dan Pesisir Selatan.
Curah hujan tinggi di wilayah ini diperkirakan dapat memengaruhi aktivitas masyarakat, termasuk transportasi darat dan kegiatan di kawasan pesisir.
BMKG mengimbau masyarakat, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan terkait untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca terkini dan mengambil langkah antisipasi sejak dini.
Warga juga diminta lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, menghindari lokasi rawan bencana, serta segera melaporkan kondisi darurat kepada pihak berwenang. (fru)
















